Translator
Search
Sapaan Gembala
gods-voice.jpg
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Matius  3:3 Praktik ’Perdagangan Suara’ vote trading sudah merupakan suatu hal ..
Mengenal Alkitab
Congklak.jpg
Luk 22: 21-23 Dalam perikop ini kita membaca perihal percakapan Kristus dengan murid-muridNya setelah makan malam. Mereka berbicara perihal orang yang akan ..
Tokoh Gereja
260px-Cornelius_Otto_Jansen.jpg
Cornelius Otto Jansen 1585-1638 Akhirnya buku penting itu diterbitkan. Setelah sekian lama mengalami proses penulisan dan menunggu saat yang tepat, di tahun ..
Join Newsletter

Mengenal Alkitab

Tetap Tenang Di Tengah Badai Yang Bergejolak (Luk 8: 22-25)

Author : Roy Huwae | Friday, 11 March 2011 | View : 1427
Tags : badai
Latar Belakang perikop ini  menceritakan dimana suatu  hari Yesus dan murid-muridNya naik  sebuah perahu dan hendak bertolak ke seberang danau, di bagian timur yang hampir tidak berpenduduk. Disana Yesus ingin memi-sahkan diri dari orang banyak untuk beristirahat dan berbicara kepada murid-muridNya. Lalu Yesus teritidur diatas perahu dan tiba-tiba ada badai datang yang memang sudah sering terjadi di Danau Galilea, sampai-sampai perahu itu kemasukan air dan mereka terancam dalam bahaya karena gelombang-gelombang yang tinggi mulai mengisi perahu yang terbuka itu nyarus tenggelam. Lalu murid membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Guru, kita kan binasa” Yesuspun langsung bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Setelah itu Yesus berkata kepada Murid-muridNya : “Dima-nakah kepercayaaanmu?” Yesus menegur murid-muridNya yang masih tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sedang menyertai mereka. Di dalam peristiwa ini sungguh terlihat jelas bahwa kuasa alampun takluk di bawah kuasa Yesus.

Sikap yang Ironi

Kita melihat fenomena-fenomena alam yang terjadi belakang ini. Dimana sungguh makin te-rasa bahwa memang keadaan bumi tidak sema-kin membaik tetapi semakin memburuk. Ini terbukti dengan adanya cuaca atau iklim yang sungguh ekstrem yang belum pernah terjadi di waktu-waktu sebelumnya. Seperti : Banjir, Tsunami, Tanah longsor, Gempa bumi, hujan atau cuaca panas yang tak menentu, dll yang terus berdatangan dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Tetapi Ironisnya orang Kristen yang hidup di jaman sekarang ini, ikut hanyut mengalami ketakutan-ketakutan seperti orang dunia lainnya dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi belakangan ini.

Aplikasi

Yesus sudah berjanji bahwa dia akan me-nyertai kita sampai kepada akhir zaman. dan kuasa baik di bumi dan di sorga sudah ada di tanganNya. Jadi seharusnya orang Kristen tidak mengalami ketakutan-ketakutan seperti orang dunia lainnya, tetapi biarlah damai sejah-tera dari Allah menguatkan kita untuk bisa tetap tidur nyenyak di tengah badai menga-muk. Tanpa damai semacam itu, kita akan se-perti murid-murid yang merasa putus asa dan ketakutan. Dengan damai itu, kita akan meng-alami ketenangan batin di tengah berbagai kekacauan hidup.    Alkitab sudah menyatakan bahwa memang bumi akan semakin hancur, itu sebabnya kita harus percaya dengan hidup sesuai dengan kehendakNya dan berserah penuh kepadaNya akam penyertaanNya. Ka-rena apa susahnya bagi Allah untuk menolong kita di tengah bencana alam yang terjadi, itu hanya perkara kecil dan seandainya pun kita mati karena bencana alam itu pun tidak jadi masalah asalkan kita betul-betul hidup di dalam Tuhan. Justru malah sebaliknya biarlah feno-mena-fenomena alam yang sungguh ekstrem ini justru memacu kita untuk semakin sung-guh-sungguh hidup takut akan Tuhan, karena inilah pertanda bahwa kedatanganNya yang kedua kali sudah semakin dekat. Dan moment inilah yang seharusnya, yang kita paling tunggu-tunggu sebagai umat pilihan Tuhan untuk dapat berjumpa denganNya.Amin
100
1 votes
1 2 3 4 5

Comments

Others

Archives :20122011
  •    •    •  
Copyright © 2007-2014 Gereja Reformasi Indonesia. All rights reserved.
Facebook Twitter YouTube RSS