I Have A Dream

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Sun, 20 November 2016 - 11:07 | Dilihat : 389
Tags : Dream
gambar-sapaan.jpg

“Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti bangsa ini akan bangkit dan menjalani makna sejati dari kredonya: ‘Kita berpegang pada kebenaran yang sudah jelas ini, bahwa semua manusia diciptakan setara.’Aku punya impian bahwa keempat anakku yang masih kecil, suatu hari akan hidup di negara dimana mereka tidak akan dinilai menurut warna kulit mereka, tetapi menurut ekarakter mereka.”

 

Isi pidato Martin Luther King, Jr., tersebut menggoncang dan mengubah sejarah Amerika yang telah lama berada dalam kondisi yang menyakitkan karena diskriminasi berdasarkan warna kulit yang dilakukan oleh pemerintah pada waktu itu. Orang-orang kulit putih memperlakukan orang kulit hitam secara semena-mena dan tidak adil. Adanya pembedaan yang sengaja dibuat, itu sangat menyakitkan. Namun King mempunyai mimpi dan harapan serta tekad seperti yang dituangkan dalam pidatonya demi memperjuangkan persamaan hak hukum dan hak hidup tanpa diskriminasi. Meski harus dibayar dengan nyawanya sendiri.  Sehingga empat tahun kemudian setelah menerima Nobel Perdamaian, pada tanggal 4 April 1968 pukul 19;05, King tewas tertembak oleh James Earl Ray, seorang kulit putih yang tidak senang dengan gerakan yang dilakukannya. Dan kini dunia mengenal tokoh-tokoh kulit hitam sebagai pemimpin, atlet, penyanyi, atau artis; seperti Nelson Mandela, Oprah Winfrey, Michael Jordan, Eddy Murphy, Beyonce Knowles, Michael Jackson, dan Barack Obama.

Ketika seseorang ingin membangun sesuatu atau mengubah keadaan menjadi lebih baik, maka diperlukan suatu tindakan dan perjuangan yang keras karena memang tidak serta merta semua keadaan akan berubah tanpa usaha. Yang pasti suatu perubahan tidak hanya membutuhkan uang, tenaga dan perubahan system tetapi membutuhkan sikap yang berani dan benar sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Banyak orang yang ingin bermimpi namun tidak ingin berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi yang memiliki kuasa adalah mimpi yang dapat mendorong orang yang memilikinya untuk melangkah maju, bahkan menjadikannya sebagai sumber tenaga yang memberi kekuatan saat menghadapi kesukaran. Ia bahkan berani mempertaruhkan hidupnya untuk bertarung demi menggapai apa yang diimpikan.

Alkitab mengisahkan ketika Nehemia mendengar kabar bahwa kota Yerusalem habis terbakar, maka hatinya menjadi sangat sedih dan bertekad untuk untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Mimpinya untuk melihat keadaan Yerusalem berubah telah diutarakannya kepada Tuhan (Nehemia 1). Lalu ia menyampaikan mimpinya itu kepada Raja Artahsasta agar diijinkan kembali ke negerinya (Nehemia 2:1-10). Kemudian mimpi itu diwujudkan dalam tindakan  nyata untuk membangun kembali Yerusalem agar mereka tidak lagi berada dalam celaan. Dan Nehemia tidak mau bangsanya terus berada dalam kemalangan itu sehingga mereka bekerja dengan sekuat tenaga melakukan pekerjaan yang baik itu. Meski karenanya mereka harus menerima olok-olokan dan penghinaan dari Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem serta orang Arab. Namun dengan iman yang tak pernah padam Nehemia yakin bahwa “Allah semesta langit akan membuat mereka berhasil” (Nehemia 2:11-20). Di dalam membangun tembok itu mereka berbagi peran dan bekerja sama dalam mengadakan perbaikan.  Lagi-lagi kenyataan pahit; hinaan dan amarah harus mereka terima yang datangnya dari para lawan karena perbaikan yang dilakukan. Bahkan para lawan bersepakat untuk menghadang pembangunan itu dan berniat untuk memerangi serta mengadakan kekacauan (Nehemia 4). Di dalam membangun tembok itu mereka pun harus bersiap-sedia berperang melawan menghadapi lawan yang bisa datang tak terduga. Sesungguhnya apa yang terjadi pada Nehemia dan orang sebangsanya? Mereka sedang mewujudkan mimpi bagi bangsanya. Meskipun mimpi itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Dan yang menarik adalah mereka mengandalkan kekuatan Tuhan di dalamnya. Memegang tangan Tuhan dalam mewujudkan apa yang diimpikan memang seharusnya dilakukan sebagai orang yang percaya. GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top