SUJUD KEPADA BAPA

Penulis : Pdt Netsen | Sun, 20 November 2016 - 11:13 | Dilihat : 616
Tags : Bapa Sujud
gambar-mengenal-alkitab-2.jpg

Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.

(Efesus 3:14-15)

 

Surat Efesus ditulis untuk memberi kesan akan luapan penyataan yang melimpah atas kedaulatan dan karya Allah yang telah memilih dan menyelamatkan orang berdosa atas kasih karuniaNya. Kasih Allah yang agung nyata dan hidup bertumbuh dalam kehidupan orang percaya di Efesus, di mana mereka hidup dalam iman, kasih dan dalam persekutuan dan kesatuan. Tembok pemisah di antara mereka telah dirobohkan oleh karya Kristus.

Di dalam pasal yang pertama, Paulus pernah menaikan doa ucapan syukurnya untuk jemaat di Efesus. Di dalam doanya dia selalu mengingat mereka supaya mereka diberi hikmat dan pengertian untuk mengenal Allah dengan benar.  Di dalam pasal tiga, Paulus kembali berdoa kepada Bapa untuk jemaat di Efesus. Tulisan ini focus pada Efesus 3:14-15, dimana Paulus bersujud kepada Bapa. Dan dari bagian tersebut akan muncul beberapa pertanyan yang harus dijawab. Mengapa Paulus sujud kepada Bapa? Apa itu bersujud dan bagaimana bersujud yang sesungguhnya? 

Paulus membuka kalimatnya dengan “itulah sebabnya” tentu ini memberikan indikasi bahwa ada yang menjadi latar belakang mengapa Paulus bersujud kepada Bapa. Bila memperhatikan bagian sebelumnya, Paulus telah mnejelaskan bahwa rahasia Injil yang tersembunyi berabad-abad telah dinyatakan. Orang-orang non-Yahudi telah mendengar, menerima dan percaya kepada Injil yang diberitakan oleh Paulus. Dan mereka memperoleh keberaian untuk datang kepada Allah oleh iman yang telah dipercayakan kepada mereka. Hal ini membuat Paulus bersujud kepada Bapa.

Sujud merupakan sikap hati yang respek, hormat serta gambaran akan rasa takut dan gentar kepada Allah yang kudus, yang suci yang agung dan yang mulia. Ketika Paulus sujud kepada Allah bukan sekedar posisi bagaimana ketika dia berdoa. Paulus sebagai seorang ahli dalam taurat tentu sangat memahami hal seremoni dan ritul dalam menghadap Allah. Tetapi sikap doa yang benar melampaui semua hal tersebut. Tetapi lebih kepada relasi yang indah dengan Allah, menaklukan diri dalam kedaulatan dan kehendak Allah. Sikap merendahkan diri di hadapan Allah.

Selanjutnya Paulus mengetahui, kepada siapa dia bersujud. Dia bersujud kepada Bapa. Dia adalah Allah Pencipta yang berkuasa. Allah yang berotoritas, yang daripada-Nya semua turunan di sorga dan di bumi menerima namanya. Ini menunjukkan bahwa Bapa adalah sumber dari semua mahkluk dan pemegang otoritas atas mereka semua. Dengan kata lain, Rasul Paulus sedang menekankan kekuasaan Allah melalui sebutan ini. Penekanan seperti ini sangat penting, karena ia nanti akan memohon kekuatan Allah atas jemaat Efesus.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, Bapa yang kepadanya Paulus bersujud adalah Bapa sumber segala turunan. Bapa yang bukan hanya bagi bangsa Israel tetapi juga Bapa bagi semua bangsa dan kaum yang lain (Ef. 2:11;3:6). Dia Adalah Bapa bagi semua orang percaya. Paulus menyampaikan bahwa dari Bapa-lah semua orang-orang yang telah percaya kepada pemberitaan Injil dan menerima nama Yesus Kristus Tuhan juruselamat yang diberitakan oleh Rasul Paulus. Secara khusus jemaat di Efesus. Dia adalah Bapa bagi orang-orang di segala abad dan tempat. Sebab oleh dan bersumber daripada-Nyalah orang percaya kepada berita Injil tentang Yesus Kristus, yaitu orang-orang percaya yang dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Mari sujudlah kepada Allah dengan sikap yang benar, bukan sekedar memenuhi ritual religiusitas, tetapi totalitas hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan. Menaklukan diri dalam seluruh aspek hidup pada kedaulatan Allah yang berkuasa. Dan sujudlah kepada Bapa, karena kita telah mengenal-Nya melalui Yesus Kritsus, Tuhan. Amin Pdt. Netsen

 

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top