NASIHAT UNTUK HIDUP BERPADANAN DENGAN PANGGILAN

Penulis : Pdt Netsen | Sat, 7 January 2017 - 15:38 | Dilihat : 206

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

(Efesus 4:1)

 

Pada kesimpulan doa syafaat dan doksologinya, yang menyatukan tiga pasal yang pertama dari surat Efesus, Paulus memulai nasihat atau yang dikenal paraklesis. Paulus mengawali kalimatnya dengan “aku menasihatkan kamu”, bersama dengan pendahuluan “sebab itu”. Tampaknya hal seperti ini merupakan gaya dan ciri khas dari seorang Paulus, bila memperhatikan tulisan Paulus dalam surat lain (band. Rm. 12:1; 1 Tes. 4:1). Dan hal semacam ini berfungsi menandai satu transisi dari suatu pengajaran atau doctrinal kepada suatu petunjuk hidup yang praktis. Singkatnya, Paulus sudah memiliki dasar dan alasan yang kokoh baginya untuk menasihatkan kepada orang percaya di Efesus agar mereka hidup sesuai panggilan Allah.

Dari balik terali atau tembok penjara, Paulus menasihatkan orang percaya di Efesus supaya mereka hidup sesuai dengan panggilan mereka. Di dalam bagian ini, Paulus sendiri telah memberikan alasan atau klarifikasi mengapa dia ada dipenjara. Dan dari penjara ia tetap memberikan dorong hidup yang berkualitas kepada orang percaya di Efesus yaitu supaya mereka hidup sesuai dengan berita Injil yang telah mereka terima.

Paulus mengingatkan mereka pada tindakan Allah yang telah dinyatakan kepada mereka. Sebagai orang percaya, jemaat di Efesus telah dipanggil ke dalam berkat keselamatan (1:3-14), dengan pengharapan yang indah (1:18). Mereka sudah dipersatukan dengan Kristus dalam kebangkitan dan peninggian-Nya serta mendapat bagian dalam pemerintahaan-Nya atas ciptaan baru (1:20-22; 2:6). Jemaat di Efesus, baik orang Yahudi maupun non Yahudi telah diperdamaikam dengan Allah melalui kematian Yesus Kristus dan dipanggil menjadi manusia baru (2:13-16). Orang percaya di Efesus telah menjadi anggota keluarga Allah, ciptaan baru dalam Kristus Yesus dan memiliki kebebasan jalan masuk kepada Bapa oleh satu Roh (2:18). Bukan panggilan Allah ini adalah sangat luar biasa bagi manusi berdosa yang telah mati dan tidak berpengharapan apa-apa? Karena itu, atas dasar anugerah Allah yang limah tersebut Paulus ingin supaya mereka hidup sesuai panggilan Allah bagi mereka. Ketika mereka dipanggil ke dalam satu tubuh, yaitu tubuh Kristus yang adalah jemaat, mereka memiliki peran yang diberikan Allah dalam mencapai maksud Allah bagi dunia dimana mereka dihadirkan.

Panggilan Allah yang murah hati tidak hanya melimpahkan hak istimewa yang besar untuk orang percaya, panggillan Allah juga membawa tanggung jawab yang serius dalam menjalani kehidupan. Tatkala Allah memilihan dan memanggilan orang yang diperkenan-Nya untuk hidup dalam persekutuan dengan dengan Dia, disaat yang sama Allah telah menyediakan pekerjaan baik bagi mereka, supaya mereka hidup di dalamnya. Sebagai orang yang telah dipanggil oleh Allah, orang percaya seyogyanya hidup dalam respon yang benar pada inisiatif ilahi. Dari atau pada mereka Allah ingin suatu ketaatan dan kesetiaan orang percaya, mengingat panggilan Allah mendirikan norma atau kriteria yang dalam hal ini, perilaku mereka harus sesuai kehendak dan standar Allah, yaitu firman Allah. Bagaimana norma dan kriteria yang Allah tuntut dari kehidupan orang percaya dalam kontek surat Efesus ini akan dijabarkan secara detail dalam ayat-ayat selanjutnya.

Akankah kita menyadari bahwa hidup kita telah dipanggil Allah untuk menikmati suatu berkat Injil keselamatan yang limpah? Dan adakah kita menjalani kehidupan sehari-hari dengan berdasarkan panggilan hidup Allah? Jangan sia-siakan hidup yang telah diberi makna oleh Allah, mari, hiduplah dalam kesetiaan dan ketaatan pada panggilanNya dan layanilah Dia di hari-hari hidup kita. Tuhan memberkati. Pdt. Netsen

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top