TUHAN SUMBER PENOLONG

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Fri, 17 February 2017 - 16:15 | Dilihat : 278
gambar-sapaan-6.jpg

Mazmur 121:1-8 merupakan nyanyian ziarah yang sangat indah. Dalam bagian ini ia menyingkapkan tentang kerapuhan manusia yang adalah peziarah di dalam dunia ini. Namun yang menjadi menarik adalah bahwa mereka dapat melihat bahwa Allah sebagai pemelihara dan penjaga mereka dalam setiap perjalanan kehidupan. Ada luapan yang penuh giarah dan keyakinan yang sangat kuat terhadap petolongan dan penjagaan yang melebihi para pengawal dan prajurit yang berjaga-jaga. Di dalam keyakinan yang kuat itu, maka mereka dapat mengekspresikan kehidupan iman mereka yang berserah penuh pada pimpinan Allah, tanpa sungut-sungut, mengeluh atau mempersalahkan Allah. Allah tidak pernah tertidur atau harus dibangunkan dari tidurnya seperti Baal misalnya (1 Raj. 18:27). Ia tidak bergantung dengan siapa pun dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun, Ia tidak pernah lelah untuk menjaga dan memelihara, bahkan saat manusia tidak bergantung pada kekuatan-Nya, Ia tetap menjaga mereka. Sepenuhnya Ia tahu siapa, apa dan bagaimana kehidupan kita. Itu sebab tidak benar pandangan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini maka Ia meninggalkan dan membiarkan dunia ini. Karena sebetulnya dunia ini ada dalam kendali penuh sang pencipta itu. Ia yang menjadikannya, Ia yang mempunyainya dan Ia yang mengaturnya. Dengan kata lain, bahwa tidak ada ruang di mana Allah luput atau tidak sanggup untuk memperhatikan, mempedulikan bahkan menolong ciptaan-Nya.

 

Billy Graham berkata dalam renungannya, "Unto the Hills" bahwa "Walaupun bukit dan gunung adalah tempat yang indah untuk "melarikan diri dari semua masalah," namun kita harus senantiasa ingat bahwa pertolongan kita yang terutama dan pasti datangnya dari Tuhan yang menciptakan gunung dan bukit." Billy Graham membawa kita ke dalam suatu pemahaman bahwa tidak ada satu pun yang paling cocok dan paling tepat untuk kita bersandar kecuali Allah yang hidup meskipun tampaknya semua berusaha menawarkan pertolongan di saat kita menghadapi situasi yang sulit. Pertolongan yang dunia tawarkan adalah pertolongan sementara adanya namun pertolongan yang kekal dan mendatangkan kehidupan yang berkemenangan itu datangnya dari Tuhan. Itu sebab saat aku menghadapi masalahku yang paling berat sekali pun, aku yang lemah ini perlu memandang kepada Allah yang Maha tinggi yang adalah pencipta langit dan bumi. Aku harus percaya penuh pada penyertaan-Nya bahwa Ia tidak pernah membiarkan kakiku goyah sehingga terjatuh atau lalai sehingga Ia tertidur pulas. Ia adalah penjaga yang dapat diandalkan. Sehingga aku bukan hanya perlu percaya penuh tetapi mempercayai diri penuh pada pimpinan-Nya bahwa bersama-Nya aku akan amann sebab Ia dapat dipercaya.

 

Matahari dan bulan menurut kepercayaan pada jaman dahulu menyebabkan bencana dan berbagai penyakit. Namun Ia memberikan suatu jaminan bahwa Tuhan akan menjaga setiap mereka yang percaya dari setiap kecelakaan; bahkan nyawanya diperlihara denga sempurna. Mengapa demikian? sebab Ia adalah penjahamu. Di dalam "pendakian" para penziah, mereka boleh melihat keagungan dan kemurahan Tuhan di dalam hidup mereka dan menyaksikan kemuliaan-Nya. Ia menjaga penuh kehidupan mereka saat mereka keluar dan masuk bahkan pemeliharaannya bersifat kekal adanya karena Dia adalah Pribadi yang kekal. Itu sebab, di dalam pergumulan dan beban hidup yang berat sekalipun kita bisa kuat dan hidup melayani-Nya, mengapa demikian? Karena kekuatan Tuhan berikan kepada kita. Mungkin yang sakit tidak menjadi sembuh, tetapi satu hal yang saya tahu bukan berarti Tuhan tidak menjaga dan memeliharamu. Bukan berarti juga bahwa Tuhan sedang terlelap dan tertidur karena saya yakin penjagaan dan pemeliharaan-Nya sempurna. Mungkin engkau merasa seakan hidup ini selalu sulit dan susah, seakan sedang mengalami tulah sehingga anda mulai berputus asa dan menjauhinya. Satu hal yang ingin saya katakan bahwa sedekat apapun seorang dengan Tuhan, tidak ada orang yang luput dari persoalan hidup. Yesus mengalami pergumulan yang sangat berat dan perjalanan-Nya menuju salib yang akhirnya harus mati di tangan orang Romawi. Paulus rasul yang sangat dikagumi dan membuka banyak jemaat serta menulis banyak surat namun ia pun harus mengalami suatu keadaan di mana ada duri dalam daging serta dipenjaga dan di hukum mati di Roma. Rasul-rasul yang lain pun harus mati sebagai martir. Ada yang disalib terbalik, digoreng dan dipancung. Apakah itu berarti penjagaan Tuhan kurang sempurna dan Ia kurang berkuasa, tentu saja tidak. Karena kalau pun bisa mengalaminya itu karena kasih karunia-Nya di mana kita boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus (Kol. 1:24;Fil.1:29). Dan saya meyakini satu hal yaitu setiap orang yang tetap bersama-Nya saat pergumulan yang berat sekalipun mereka tidak akan kehilangan "kebaikan" Tuhan. Sebab melalui pergumulan yang berat itu mereka justru berkata bahwa mereka lebih suka dekat dan lebih dekat pada Tuhan dan menaruh diri dalam perlindungan Tuhan. Tujuannya adalah agar mereka bisa melihat tangan Tuhan yang menuntun hidup mereka dan agar mereka bisa menceritakan pekerjaan-Nya (Maz. 73:1,21-28). GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top