DIPERLENGKAPI UNTUK MELAYANI

Penulis : Pdt Netsen | Sat, 18 March 2017 - 16:10 | Dilihat : 346

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Efesus 4:11-15)

 

Rasul Paulus yang kala itu sedang dipenjarakan karena Kristus mengingatkan kepada orang-orang percaya di Efesus tentang bagaimana kehadiran para pelayan Tuhan seperti rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar di dalam umat Tuhan. Mereka ada oleh karena Tuhan sendiri yang memberikannya kepada umat-Nya. Tuhan yang memilih, memanggil dan memperlengkapi mereka untuk menjadi alat di dalam tangan Tuhan dan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Di dalam bagian ini, Paulus tidak hanya menyatakan bagaimana mereka hadir di dalam umat Tuhan. Ia juga menjelaskan mengapa Tuhan memberikan mereka kepada umatNya. Untuk apa mereka diberikan. Apa tugas dan fungsi mereka. Apa yang dikatakan oleh Paulus dalam bagian ini, adalah bahwa tujuan Allah memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar kepada umatNya supaya mereka memperlengkapi orang-orang kudus. Tugas dan tanggung jawab para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar adalah bagaimana mereka memperlengkapi umat Tuhan dengan suatu pengajaran yang benar. Pengajaran yang bersumber dari Tuhan, dimana mereka harus meneruskan apa yang Tuhan telah percayakan kepada mereka.

Dalam PL, para nabi yang dipakai oleh Tuhan menerima firman yang langsung dari Tuhan dan mereka harus menyampaikan firman tersebut kepada umat-Nya. Entah firman itu tentang keselamatan atau pun tentang penghukuman (pembuangan). Para rasul, mereka dipanggil oleh Yesus untuk menjadi muridNya, mereka adalah saksi dari apa yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Dan Yesus Kristus mempercayakan Injil kepada mereka untuk diberitakan. Karena itu mereka harus memberitakan Injil tentang Dia bukan tentang diri mereka. Demikian juga dengan pemberita Injil, gembala dan pengajar. Mereka harus mendapatkan panggilan dari Allah, mempelajari firman Tuhan dengan benar sehingga memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, guna memperlengkapi umat dengan suatu pengajaran yang benar tentang Yesus Kristus.

Melalui bagian ini, Paulus juga menjelaskan apa yang diharapkan dari orang-orang kudus yang telah diperlengkapi oleh pelayanan para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Orang-orang kudus yang telah diperlengkapi akan mengalami beberapa hal:

Pertama, mereka akan siap untuk mengerjakan pelayanan. Pekerjaan pelayanan akan terus berjalan. Itu yang diharapkan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat yang dia telah layani. Paulus terus mengingatkan mereka yang telah diperlengkapinya agar tidak terus menerus bergantung dengan kehadirannya di tengah-tengah mereka. Dia tidak hanya dipenjara, dia bahkan akan meninggal atau mati dengan demikian dia terbatas untuk hadir ditengah-tengah mereka. Tetapi pekerjaan pelayanan harus tetap berjalan walau tanpa dia. Pekerjaan pelayanan tidak boleh terhenti hanya oleh karena jabatan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar tidak ada, karena pekerjaan pelayanan bukan milik mereka melainkan milik Allah. Karena itu Allah yang memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar memberikan mandat pada mereka untuk memperlengkapi orang-orang kudus. Pekerjaan pelayanan harus tetap berjalan oleh karena adanya fungsi rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar tetap ada. Karena itu tugas rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar adalah memperlengkapi umat dan mempersiapkan generasi berikutnya. Hal ini adalah sebuah bentuk pemuridan seperti yang dilakukan oleh Yesus dan diperintahkanNya agar murid-muridNya juga terus memuridkan lagi. Hal ini nyata dalam amanat agung Tuhan Yesus (Mat. 28:19).

Kedua, tubuh Kristus akan terbangun. Orang-orang kudus atau orang-oran percaya yang adalah tubuh Kristus yang telah diperlengkapi akan bertumbuh dalam kualitas. Mereka dibangun dengan suatu ajaran yang benar. Pembangunan tubuh Kristus yang terpenting adalah kualitas pengajaran ke dalam diri tiap orang percaya. Ketika pengajaran ke dalam hidup orang percaya telah berkualitas maka mereka akan menjadi pribadi yang dewasa, yang kuat dalam iman dan memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah. Dan jika tubuh Kristus yaitu orang percaya telah menjadi dewasa, kuat dalam iman dan teguh dalam ajaran tentang Anak Allah maka mereka akan menjadi tubuh Kristus yang siap menghadapi berbagai ajaran yang sesat. Mereka tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran dunia yang menyesatkan. Istilah tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran mengandung makna bahwa orang percaya sebagai tubuh Kristus berpegang pada kebenaran Allah, memelihara kebenaran, hidup dalam kebenaran dan menjadi pelaku kebenaran.

 

Ketiga, Tumbuh ke arah Kristus dalam segala aspek kehidupan. Kristus yang adalah Kepala dan tiap-tiap orang percaya adalah tubuhNya, maka pertumbuha hidup orang percaya adalah mengikuti arah Kristus. Dalam seluruh sisi kehidupan hidup orang percaya harus memuliakan Kristus. Kehadiran mereka di berbagai aspek hidup dan pekerjaan herus merepresentasikan kehadiran Kristus. Kerinduan Allah atas umatNya adalah bahwa mereka berpegang kepada kebenaran yaitu pengrealisasian firman kebenaran atau pemberitaan kebenaran Injil (Gal. 2:5, 14; Kol. 1:5) atau pemberitaan Kristus, menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus (Ef. 4:12). Amin. Pdt. Netsen

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top