Sudah Selesai!

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Wed, 12 April 2017 - 09:02 | Dilihat : 202
gambar-sapaan-gembala-4.jpg

Ada pesan yang sangat penting dari jeritan Kristus di salib ini, meskipun kalimatnya sangat singkat namun padat dengan makna.  Perkataan salib yang keenam ini merupakan suatu penegasan kepada sejarah umat manusia bahwa di kayu salib itu, Ia sendiri telah berada untuk mengerjakan penebusan dan memproklamirkan bahwa pekerjaan yang Bapa percayakan kepada-Nya sudah selesai dijalani-Nya. Dalam teks bahasa Yunani, ucapan keenam dari Yesus di salib ini menggunakan kata tunggal: Tetelestai! Dan kalimat tersebut diucapkan-Nya dengan suara yang keras. Merupakan teriakan kemenangan bahwa tugas yang Bapa berikan kepada-Nya sekarang sudah lengkap dan sempurna diemban-Nya. Karya pendamaian antara Allah dan manusia telah selesai dan lengkap  dikerjakan-Nya ketika Ia tergantung di salib itu. Kristus telah menyelesaikan semua tututan Allah atas nama orang-orang berdosa.  Sehingga segala tututan Allah ditanggungkan kepada-Nya.  Keadilan Allah sudah dipuaskan dan tebusan untuk perbuatan dosa manusia sudah terbayar lunas. Sebab ketika manusia berdosa, berbuat dosa kepada Allah, manusia menyakiti hati-Nya dan manusia berhutang kepada Allah.  Manusia yang berhutang kepada Allah sedang berada dalam murka Allah. Jadi, Kristus mati untuk membayar lunas hutang itu kepada Allah agar mereka diselamatkan dan murka Allah menjadi surut kemudian memberikan pengampunan karena kerelaan-Nya.  Karena itu, Kristus mati di kayu salib, bukan untuk membayar hutang kepada Setan atau kepada Iblis seperti yang sering kita dengar dalam khotbah-khotbah mimbar gereja.  Kita berhutang kepada Allah dan Kristus membayar hutang itu dengan mati di kayu salib, di sanalah Ia menyelesaikannya.  Mengapa Kristus yang harus menanggungnya?  Karena hanya Kristus yang diperkenan oleh Allah dan hanya Dia sajalah yang dapat memenuhi secara tuntas standar tuntutan penebusan itu.  Karena kita telah ditebus dan menjadi milik Allah maka hidup kita bukan milik kita sendiri lagi namun hidup yang harus dipergunakan untuk kemuliaan nama-Nya ( 1 Kor. 6:19-20).

Karya Kristus di kayu salib sudah selesai! Mereka yang percaya kepada-Nya tidak binasa (Yoh. 3:16), Karena itu tidak ada satu orang pun mereka yang telah diberikan kepada-Nya binasa karena Dia memeliharanya kecuali mereka yang telah ditentukan-Nya dari semula untuk binasa (Yoh.17:12).  Dengan segala  usaha apa pun yang dapat manusia lakukan untuk menambahkan pada karya Kristus itu agar mereka memperoleh keselamatan mereka tidak dapat melakukannya karena keselamatan hanya ada di dalam Kristus Yesus.  Kebajikan Kristus sudah lengkap, final dan cukup sekali untuk selamanya.  Karena Kristus telah final dalam penebusan-Nya maka sekarang kita bukan lagi hamba dosa tetapi hamba Kristus yang menaklukkan dirinya dan menaruh harapan penuh pada-Nya serta berbuah bagi Allah.  Yang dulu kita hidup bagi kesenangan diri maka sekarang kita mengarahkan diri pada kesenangan Allah yang Maha Tinggi. 

Hidup dalam karya kelamatan yang dikerjakan Kristus bukan berarti kita berdiam diri dan fasif namun harusnya kita memiliki gairah yang penuh dan secara aktif melakukan kebajikan bukan untuk bermegah diri namun sebagai ekpresi bahwa kita telah menerima anugerah yang besar itu.  Jadi perbuatan-perbuatan yang kita hasilkan adalah sebagai buah kehidupan yang baru.  Akar keselamatan murni karena Kristus namun buah keselamatan dihasilkan sebagai aktualisasi kehidupan sebagai orang yang beriman kepada-Nya. Penebusan itu sudah berhenti!  Namun buah kehidupan orang beriman harus  mewarnai setiap jaman.  Apa pun yang kita kerjakan; pelayanan, pekerjaan, dan lain sebagainya hendaknya menjadi suatu persembahan yang memuliakan nama Bapa di Surga. Dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan mengasihi Tuhan sama seperti Kristus yang telah mempersembahkan dengan “segenap, totalitas dan sempurna”  tanpa ragu berkata, “Sudah selesai!”  karena memang itu faktanya.  Hiduplah dijalan-Nya dan permuliakan nama-Nya.  Selamat Paskah. GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top