Mengenal Alkitab

Mazmur 81:16-17

Penulis : GI Julius Mangantibe | Sat, 31 August 2019 - 10:20 | Dilihat : 305
Tags : Julius Mangantibe Mazmur 81 Pemeliharaan Allah Providensia Allah

Pemazmur menegaskan bahwa Allah yang ‘memberi makanan’ dan ‘mengenyangkan’ segala yang hidup. Ini menunjukkan adanya dimensi pemeliharaan Allah atau yang dikenal dengan istilah ’providensia’. Istilah ’providentia’ adalah kata Latin yang berarti: ”mengetahui lebih dahulu”. Kata itu tidak dimaksudkan hanya sekedar mengetahui segala sesuatu tentang masa depan, namun juga berarti bertindak secara bijaksana atau melakukan persiapan untuk menghadapi masa depan. Kata itu selalu dihubungkan dengan Allah, sehingga dimengerti sebagai ’pemeliharaan Allah’ atas seluruh ciptaan-Nya. Yang dimaksud dengan ’pemeliharaan’ ialah tindakan berkesinambungan Allah untuk melestarikan keberadaan ciptaan-Nya serta menuntun mereka kepada tujuan yang Ia maksudkan bagi mereka.

Pemeliharaan Allah didasarkan pada kebijaksanaan kuasa-Nya. Karena itu, hikmat Allah adalah yang tertinggi melebihi segala sesuatu, karena Dia Mahatahu, sehingga dengan hikmat-Nya Dia mengontrol, mengatur dan memimpin semua peristiwa untuk kebaikan manusia secara menyeluruh. Pengertian tersebut mengandung dua aspek pemeliharaan, yaitu: aspek pelestarian dan pemerintahan. Yang dimaksud dengan aspek pelestarian ialah tindakan Allah dalam melestarikan keberadaan ciptaan-Nya dengan cara memelihara dan menopang keberlangsungan kehidupannya. Tindakan itu diwujudkan dalam dua bentuk yaitu: perlindungan atas ciptaan-Nya dari bencana dan kehancuran. Selain itu juga dimaksudkan untuk menyediakan berbagai kebutuhan seluruh ciptaan (Neh. 9:6; Kol. 1:17; Ibr. 1:3). Alkitab mencatat banyak bukti mengenai tindakan pelestarian Allah atas ciptaan-Nya tersebut. Allah melestarikan Israel sebagai bangsa denganmemberi mereka makanan saat kelaparan, perlindungan dan penyertaan.

Aspek pemerintahan ialah tindakan Allah dalam menuntun dan mengarahkan rangkaian peristiwa sedemikian rupa sehingga memenuhi maksud-maksud-Nya. Allah berdaulat menciptakan manusia dan alam semesta, tetapi juga Allah yang bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup manusia. Tanggung jawab itu diwujudkan dalam pemeliharaan-Nya atas semesta alam dan segala makhluk hidup yang telah diciptakannya. Dia menciptakan ekosistem hewan dan tumbuhan agar manusia terpelihara hidupnya. Dia mengatur rotasi planet di alam semesta. Dia juga mengatur iklim dan cuaca demi keberlangsungan hidup manusia. Pemeliharaan-Nya ini berlaku untuk semua orang, seperti dinyatakan Matius 5:45, ”Ia menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. Pemeliharaan-Nya berkaitan erat dengan pemerintahan-Nya atas alam semesta. Inti pengajaran dari doktrin pemeliharaan Allah adalah penekanan pada pemerintahan Allah atas alam semesta. Dia memerintah ciptaan-Nya dengan kedaulatan dan otoritas yang mutlak. Dia memerintah segala sesuatu yang akan terjadi, mulai dari yang paling besar hingga yang paling kecil. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar lingkup pemerintahan Allah yang berdaulat.

Dengan demikian setiap orang memiliki hak untuk hidup dan menikmati segala yang tersedia dalam alam yang diciptakan Allah. Tidak ada dispensasi bagi orang Kristen saja untuk menerima pemeliharaan Allah secara umum. Orang yang tidak percaya adanya Allahpun berhak mendapatkan pemeliharaan Allah sebagai ciptaan-Nya. Karena itu Allah juga memelihara orang lain yang beda etnis dan religi, maka tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak berelasi dan berbuat baik kepada mereka. Allah menghendaki agar setiap orang saling memelihara dengan saling menolong dan melengkapi kebutuhan hidup masing-masing. Amin

Lihat juga

Komentar


Group

Top