Sapaan Gembala

Kesetiaan Pada Pimpinan Tuhan

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Thu, 7 November 2019 - 09:52 | Dilihat : 13
Tags : Julius Mokolomban Kesetiaan Pimpinan Tuhan Setia Tuhan

Kisah tentang kesetiaan seekor anjing terhadap pemiliknya banyak muncul dari berbagai sudut dunia, salah satunya datang dari Argentina. Seekor anjing bernama Capitan akhirnya mati setelah 11 tahun hidup dan tinggal di makam majikannya (Kompas, 22/02/2018). Artikel di atas menjadi sebuah pembelajaran penting bagi kita manusia, untuk belajar, memahami, bahkan mewujudnyatakan kesetiaan tanpa pamrih kepada Sang Khalik. Masikah kita setia kepada pimpinan Tuhan?

Dalam kitab Ulangan, Musa mengatakan kepada umat Allah: “Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu (Ul.7:9-10). Umat dipanggil untuk setia kepada Allah, karena Dia adalah yang setia. Bagaimanapun caranya, kesetiaan adalah harga mati dan tidak mungkin berubah.

Seruan Musa tentang kesetiaan Allah kepada umat, hendak memberi pemahaman yang pasti, bahwa Allah tidak pernah ingkar janji, kasih setianya menjadi bukti untuk selama-lamanya. Maka sebaliknya hendaklah umat teguh berpegang kepada perintah-perintahNya, jangan sampai engkau berpaling dariNya, Karena Allah akan mengadakan pembalasan terhadap umat yang tidak setia kepadaNya. Betapa indahnya hidup dikasihi Allah. janganlah kita abai pada kehendakNya, tetapi berjuanglah dengan serius, dengan tidak memandang rendah anugerah Allah, tetapi wujudnyatakanlah dalam tindakan, Karena kasih setiaNya tidak pernah pudar bagi yang mengasihiNya.

Mengasihi Allah adalah wujud kepercayaanmu kepadaNya, kesetiaanmu pada pimpinan Allah adalah wujud ketaatan mutlak kepadaNya. Umat harus belajar kesetiaan dari Allah, jangan sampai kita tidak lebih hebat dari “capitan” yang menunjukkan setianya kepada tuannya, bahkan sampai kematian menjemputnya. Manusia harus malu, bahkan memarahi dirinya kalau ia tidak sanggup menunjukan kesetiaannya kepada Sang Pencipta. Kasih setia Allah yang besar, melalui AnakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus yang telah menunjukkan kesetiaanNya kepada BapaNya, dengan menebus kita dari dosa.

Kesetiaan pada pimpinan Tuhan adalah perjuangan tanpa henti. Kesetiaan kepada Tuhan adalah perwujudan pengabdian seumur hidup. Paulus mengatakan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”(Fil.2:8). Gereja dipanggil untuk setia kepada Tuhannya dan bukan lagi sebaliknya. Hanya orang-orang yang setia pada pimpinan Tuhan yang mampu untuk bertanding dengan benar. Hiduplah setia kepadaNya karena itulah bahagiamu. Tuhan memberkati.

Lihat juga

Komentar


Group

Top