Tokoh

Oswald Chambers

Penulis : Pdt Netsen | Sat, 16 November 2019 - 12:02 | Dilihat : 9
Tags : Aberdeen Bersinar Kolese Bible Training Di Clapham Menjadi Berkat Netsen Oswald Chambers

BERSINAR PASCA KEMATIAN

Oswald Chambers adalah seorang hamba Tuhan dan pengajar yang terkemuka pada awal abad ke-20. Pria kelahiran pada 24 Juli 1874 di Aberdeen, Skotlandia dari pasangan orang tua Kristen yang saleh. Ayahnya seorang pengkhotbah Gereja Baptis di Aberdeen, Skotlandia, namun Chambers menerima Kristus melalui khotbah yang disampaikan oleh Charles Spurgeon, saat dirinya sudah berusia remaja. Dalam perjalanan pulang dari ibadah Cambers mengatakan kepada ayahnya, bahwa jika ada kesempatan dia ingin menjadi Kristen. Iman Chambers bertumbuh dengan cepat, tetapi dia belum berencana untuk bergabung dalam pelayanan. Lalu ia melanjutkan pendidikan dibidang seni dan arkeologi di London dan Edinburgh.

Saat Chambers berusia 20-an tahun dia mencari cara untuk menggambarkan pesan penebusan Allah lewat seni, arkeologi dan belajar teknik di London dan Edinburgh. Akan tetapi, ketika berada di Edinburgh, dia merasa terpanggil untuk melayani dan akhirnya dia masuk ke Dunoon College. Sebagai seorang murid yang memiliki talenta istimewa, Chambers pun mulai mengajar dan membentuk komunitas lokal yang didedikasikannya untuk Robert Browning, penyair favoritnya. Pada waktu itu, Chambers tidak menemukan kepuasan dalam kekristenan. Menurutnya, Alkitab merupakan buku yang "menjemukan" dan tidak memberi inspirasi. Namun seiring waktu berjalan, secara perlahan Chambers mulai yakin bahwa Allah tidak menghendakinya mengejar karier seni demi Allah, tetapi mengejar Allah demi memahami kehendak-Nya saja. Seperti dalam tulisan selanjutnya, "Aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa Allah tidak menghargai apa pun yang kubawa kepada Dia. Semua yang diingini-Nya dariku adalah penyerahan diri yang tiada bersyarat."

Setelah mengalami kekeringan rohani selama beberapa waktu, Chambers menyadari bahwa dia tidak mampu menyucikan dirinya. Setelah dia menyadari bahwa kekuatan dan kedamaian yang dia cari hanya ada di dalam Kristus, dalam kehidupan Kristus yang menebus dosanya, dia mengalami kebangunan rohani yang luar bisa, sehingga dia menggambarkannya sebagai sebuah "kebebasan cemerlang dan tak terungkapkan dengan kata-kata". Dengan kekuatan baru, Chambers menjelajahi dunia. Dia singgah di Mesir, Jepang, dan Amerika. Dalam salah satu kunjungannya ke Amerika, dia bertemu dengan Gertrude Hobbs. Pada tahun 1910, dia menikahi Hobbs yang panggilan sayangnya "Biddy." Tanggal 24 Mei 1913, Biddy melahirkan anak semata wayangnya yang diberi nama Kathleen.

Tahun 1911, Chambers mendirikan sekaligus menjadi pimpinan Kolese Bible Training di Clapham, London. Pada tahun 1915, Chambers mengajukan diri dan diterima sebagai pendeta YMCA karena dia merasa terpanggil dalam upaya perang (PD I). Dia menyampaikan bahwa Kolese Bible Training dinonaktifkan selama perang berlangsung. Chambers ditugaskan ke Zeitoun di Mesir. Di sana dia melayani pasukan Australia dan New Zealand yang menjadi korban amukan perang Gallipoli. Di sana, dia dan istrinya menginjili para tentara. Entah berkhotbah kepada para tentara atau mahasiswa, Chambers mengajak para pendengarnya untuk hidup sungguh-sungguh bagi Allah. Dia berkata, kehendak Allah bisa ditemukan di setiap peristiwa dalam hidup, selama masing-masing pribadi mau memiliki hubungan pribadi dengan Kristus dan meninggalkan kehidupannya sepenuhnya bagi Dia. "Perkataan Yesus yang agung telah diabaikan ...." tulisnya. "Perkataan Yesus yang agung kepada para murid-Nya telah diabaikan. Ketika Allah membawa kita ke dalam hubungan murid, kita harus siap menaati firman-Nya; percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mengerti bahwa ketika Dia membawa kita kepada ketaatan, kita dimampukan untuk menjalaninya."

Setelah 15 tahun terlibat dalam pelayanan umum, Chambers mendadak wafat pada usia 43 tahun, tepatnya pada 15 November 1917 di Mesir akibat penyakit usus buntu kronis. Dia sudah menderita sakit usus buntu kronis selama 3 hari, sebelum dia mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dia tidak mau dirawat di rumah sakit, karena tempat-tempat di rumah sakit lebih dibutuhkan oleh para tentara yang terluka. Kematiannya tidak membuat Chambers hilang pengaruh pelayanan dan kesetiaannya pada Tuhan.

Allah dapat terus memakai apa yang kita kerjakan dengan setia bagi kemuliaan-Nya dari generasi ke generasi. Lihat saja bagaimana Dia memakai karya-karya Oswald Chambers. Chambers mungkin tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang tokoh yang terkenal semasa hidupnya. Tahun 1917, saat ia meninggal di usia 43 tahun, hanya tiga buku bertuliskan namanya yang telah diterbitkan. Di kalangan sekelompok kecil orang Kristen di Inggris dan Amerika Serikat, Oswald sangat dihargai sebagai pengajar dengan pemikiran dan cara penyampaian yang unik, tetapi ia tidak dikenal secara luas.

Meski demikian, Allah memperhatikan kesetiaan Oswald mempelajari dan memberitakan kebenaran firman-Nya. Dia memakai Biddy Chambers, istri Oswald, untuk mengumpulkan dan menerbitkan tulisan-tulisan Oswald. Beberapa dekade kemudian, setidaknya ada 30 karya Oswald yang dikenal luas dan mempengaruhi hidup jutaan orang. Banyak karyanya dikenal sebagai buku Kristen klasik, misalnya: Baffled to Fight Better, If Ye Shall Ask, Studies in the Sermon on the Mount, dan tentu saja My Utmost for His Highest (Pengabdianku Bagi Kemuliaan-Nya).

Kita tak pernah tahu seberapa jauh Allah akan memakai apa yang kita kerjakan dengan setia semasa kita hidup di dunia. Bahkan setelah 100 tahun kematiannya, Allah terus memakai karya Oswald Chambers untuk memberkati jutaan jiwa. Karena itu, teruslah setia berkarya bagi Tuhan dalam hati yang tulus melayani-Nya, untuk menjadi alat berkat bagi orang lain. (netsen/dbs)

Lihat juga

Komentar


Group

Top