Sapaan Gembala

Nasihat Kepada Para Gembala

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Fri, 24 January 2020 - 15:25 | Dilihat : 103
Tags : Gembala Nasihat Nikodemus Rindin Sapaan

Panggilan pelayanan yang kita kerjakan bisa berbeda, namun semuanya itu tidak bisa dipisahkan dari dua tujuan, yaitu melayani Tuhan sebagai sentral pelayanan dan melayani sesama sebagai tanggungjawab kepada-Nya. Dan ternyata gereja yang sehat kehidupannya bukan hanya ditentukan oleh pemeliharaan Allah bagi gereja itu, tetapi sangat dipengaruhi dengan kehadiran seorang gembala. Bila gembala memahami tugas dan tanggungjawabnya dengan baik maka kawanan domba Allah yang digembalakan akan mengikuti teladan hidup yang mereka terima.

Petrus di dalam 1 Petrus 5:1-3 memberikan suatu nasihat yang sangat penting kepada para gembala, yaitu gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu. Meski domba itu milik Allah, namun Tuhan mempercayakan domba itu untuk dijaga, dipelihara, dirawat dan dibimbing. Namun seorang gembala dilarang menggembalakan domba itu dengan paksa. Karena memang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita bukan untuk memaksa orang atau memaksakan kehendak diri kepada orang lain. Itu sebab, tidak ada paksaan kita menjadi orang percaya atau pun menjadi orang Kristen. Tetapi tiap-tiap orang harus dengan sukarela sesuai kehendak Tuhan. Karena memang pekerjaan Tuhanlah yang memungkinkan orang untuk datang kepada-Nya, bukan karena hebat dan kemapuan kita untuk memaksa dan membuat sesuatu yang fantastis.

Selain tidak boleh memaksa, maka seorang gembala tidak boleh melayani hanya demi keuntungan diri. Spirit keuntungan diri itu bahaya sekali dan hal demikian menimbulkan murka Tuhan. Karena sebenarnya pelayanan bukan berbicara tentang keuntungan diri namun pengabdian kepada Sang Ilahi. Karena itu jika kita melayani, melayanilah karena saya mau mengabdi bukan karena saya mau untung. Sebab semangat pengembalaan adalah semangat melayani bukan hitung untung rugi. Kalau bicara mengabdi pasti banyak ruginya dari untungnya. Dan hal itu, tidak akan pernah cocok dengan ilmu bisnis.

Seorang gembala juga dilarang berbuat semena-mena, seakan mau memerintah, menguasai dan menekahan bahkan memperdaya orang lain dengan jabatan rohaninya. Sebab kepada gembala dituntut untuk menjadi teladan. Jika gembala memberikan teladan yang buruk dan salah maka domba-domba itu, mungkin saja menjadi berlaku buruk dan salah, bahkan lebih buruk dua kali lipat dari sebelumnya.

Namun jika kita bisa melaksanakan tugas pengembalaan kita dengan baik dan benar maka pada saat gembala Agung itu datang maka mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu itu akan kita terima, namun sebalik jika kita tidak melakukan kehendak-Nya maka kepada kita tidak akan diberikan mahkota itu. Artinya bahwa orang yang bekerja sungguh, benar dan penuh perjuangan pada saatnya akan mendapatkan penghargaan dari Tuhan. Penghargaan itu tidak perlu kita minta dan cari, karena Tuhan menyediakan dan memberikan kepada orang yang pantas menerimanya.

Menarik bahwa semua yang boleh kita kerjakan dan peroleh sebaik dan sesukses apa pun itu, semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Dan kita tidak perlu takut dalam menjalankan tugas panggilan pelayanan kita sebab Allah akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan. Sebab Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya (1 Petrus 5:10-11). Banyak orang takut memikul tanggungjawab dalam melayani Tuhan karena merasa tidak bisa ini dan itu. Namun setelah baca bagian ini, maka kita tahu bisnis kita adalah membuka diri pada Tuhan dan mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan maksimal. Selebihnya, ada tangan Tuhan yang lebih besar dan berkuasa memimpin dan menolong kita untuk melakukan ketetapan kehendak-Nya.

Lihat juga

Komentar


Group

Top