Sapaan Gembala

Orang Buta Sejak Lahir (Yohanes 9:1-7)

Penulis : Pdt Arosokhi Laoli | Fri, 3 April 2020 - 17:02 | Dilihat : 389
Tags : Arosokhi Laoili Buta Orang Buta

Buta

Buta atau dengan kata lain tidak bisa melihat, sudah bisa dipastikan bahwa tidak ada orang yang mau kalau matanya buta karena jika mata kita buta atau tidak bisa melihat, maka seluruh kegiatan akan terganggu, namun bagaimana jika Tuhan ijinkan terjadi seperti dalam nats di atas yang menceritakan orang yang buta sejak lahir berarti sejak dari kandungan orang ini sudah buta, pertanyaannya siap yang membuat dia buta, jawabannya Tuhan, apakah Tuhan jahat, tentu tidak! Tuhan punya tujuan, karena setiap apa yang terjadi dalam hidup ini satu titikpun tidak ada yang tidak seijin Tuhan, maka apapun yang Dia buat dibalik semuanya itu pasti Dia punya rencana yang baik dalam setiap kehidupan manusia.

Buta dan dosa

Dalam perikop ini tidak ada hubungannya buta dengan dosa mari kita menyimak firman Tuhan yang dicatat oleh Injil Yohanes ini. Orang buta sejak lahir disini menjadi topik yang hangat dikalangan murid-murid-Nya maupun di antara orang Farisi. Kenapa tidak, karena satu hal yang mengagetkan mereka ketika yang buta itu matanya jadi melek. Hal ini para murid-muridnya mengaitkan kebutaan dengan dosa, sehingga timbul pertanyaan dari murid-murid-Nya kepada Yesus, mereka berkata “Rabi, siapa kah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga dilahirkan buta?. Yesus menjawab bukan dia dan bukan juga orang tuanya, dari mana Yesus tahu hal itu, karena Dia adalah maha tahu sehingga Dia tahu bahwa orang yang buta sejak lahirnya Dia yang mengijinkan terjadi.

Sehingga pertanyaan murid-murid-Nya pun dengan mudah Dia menjawab-Nya, bahwa tujuan dari kebutaan itu supaya pekerjaan pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Yesus memperjelas kehadiran-Nya di dunia ini bahwa suatu ketika Dia tidak bersama dengan murid-murid-Nya sehinga kesempatan untuk memperlihatkan kuasa Allah itu bagi murid-murid-Nya tidak terlewatkan agar iman mereka semakin diteguhkan. Selain itu, Yesus memperjelas siapa dia di dunia. Dia berkata “ selama Aku di dalam dunia Akulah terang dunia mungkin artinya Dia yang menelanjangi seluruh kebutaan manusia secara rohani yang selama ini mereka hanya melihat dan melihat namun tidak percaya, tetapi ketika kuasa itu nyata didepan mata mereka, maka mata rohani mereka terbuka sehingga orang- orang yang melihat Dia mengakui-Nya bahwa Dia adalah Allah.

Sarana Yang Dipakai Yesus

Sarana yang dipakai Tuhan Yesus, ada dua yakni: air ludah-Nya sendiri dan juga tanah, menjadi pertanyaan jika Yesus tidak pakai kedua hal itu apakah mata orang buta itu bisa melek, jawabanya bisa! karena Dia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, bisa hanya Dia berkata-kata, bisa melalui tiupan-Nya, dan lain sebagainya. Mengapa harus Dia pakai yang dua hal di atas, untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa segala sesuatu yang ada disekelilingmu ada gunanya, maka manusia dituntut untuk bersyukur bahwa Dia sudah melengkapi semuanya untuk manusia agar dipakai dan bukan dirusak, agar dipelihara dan bukan dikotori, langkah yang berikut yang dikerjakan Yesus disuruhnya lah orang buta itu untuk membasuh diri dikolam siloam yang artinya “ yang di utus” apa artinya memahami sebuah kalimat Yesus disini, bahwa ketika Dia mengoleskan tanah yang diaduk dengan air ludahnya tidak serta merta langsung melek mata orang buta itu tetapi disuruhnya dulu untuk membasuh di kolam yang artinya di utus baru mata orang yang buta itu menjadi melek.

Penerapannya

Allah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang hidup, Maha kuasa, Maha melihat, dan Maha segala-galanya. Ada berbagai macam cara Ia memperlihatkan kuasanya bagi umat manusia, supaya manusia percaya namun kadangkala manusia karena mata rohaninya buta yang baik pun dianggap tidak baik, maka dalam hal ini Tuhan Yesus memperlihatkan langsung kuasa-Nya supaya manusia percaya bahwa tiada mustahil bagi Allah jikalau Dia mau.

Covid-19 yang saat ini menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia, secara manusia kita memang takut karena dampaknya bisa membawa kematian, namun dimana pun kita bersembunyi bisa saja kita kena dan kita harus tahu bahwa jikalau Tuhan mau membebaskan kita maka kita pasti bebas sehingga kekuatan kita serta harapan hanya Tuhan Yesus karena Dia yang berdaulat di dalam hidup ini, juga yang mampu menghalau segala sesuatu termasuk wabah Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia.

Yakin bahwa semua yang terjadi sekarang ini Tuhan injinkan supaya manusia sadar bahwa manusia harus kembali menyembah Allah dengan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu tugas kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus saling mengingatkan dan juga saling menguatkan sesama baik melalui percakapan langsung atau dengan menggunakan medsos dan juga melalui doa.

Semoga ini dapat memberkati, selamat membaca dan terus berharap pada Tuhan di dalam doa dan juga di dalam kuat kuasa firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Lihat juga

Komentar


Group

Top