Sapaan Gembala

Gereja Yang Menyinari Dunia

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Thu, 28 May 2020 - 17:04 | Dilihat : 90
Tags : Gereja Gereja Menyinari Dunia Julius Mokolomban Meyinari Dunia

Gelapnya kehidupan dunia, menjadi persoalan biasa bagi kita saat ini memandangnya. Dunia seakan berjalan dalam terang, namun sesungguhnya semakin tenggelam dalam kegelapan. Manusia makin kehilangan arah, semua berpusat pada kehendak diri, tak lagi berpusat pada kehendak Allah. Dan yang menyedihkan, hal yang sama terjadi dalam kehidupan bergereja.

Firman Tuhan mengatakan: "Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 13:46-47). Penolakan orang Yahudi terhadap Injil Kebenaran menjadi Jalan bagi Paulus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain.

Dari sini kita melihat apa yang terjadi dengan kehidupan yang sesungguhnya, manusia tidak menyukai apa yang menjadi kehendak Allah, manusia selalu terfokus kepada diri sendiri, dan merasa diri lebih benar. Orang Yahudi hidup dengan disiplin dalam beragama, tunduk pada aturan-aturan yang ada, mereka berpegang kepada hukum Musa, namun sangat disayangkan firman Allah yang disampaikan, yang harusnya dituruti, ditaati, dipercayai, malah ditolak oleh mereka.

Israel menjadi bangsa pilihan Allah, yang harusnya memiliki terang Ilahi, yang menerangi bangsa-bangsa sekitarnya, namun kini justru menjadi sandungan bagi banyak orang. Paulus dan Barnabas menjadi musuh mereka, bahkan mereka menghasut banyak orang, memengaruhi mereka untuk membunuh para Rasul.

Paulus tampil dan berbicara kebenaran dalam bait Allah, banyak orang menjadi percaya, banyak orang menjadi hidup takut akan Allah. Mereka "mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah"(Kis.13:43). Betapa luar biasanya, dibalik penolakan banyak orang tentang Yesus Kristus, namun Paulus dan Barnabas terus memberitakan Injil kabar kesukaan. Mereka menjadi terang bagi banyak orang, menyinarinya dengan firman Tuhan. Sekarang, bagaimana dengan kita orang yang percaya?

Hidup sebagai orang yang percaya adalah hidup yang berbeda dengan dunia. Kita diberi tugas dan tanggungjawab yang tidak mudah, dipanggilNya untuk menerangi dunia yang gelap. Gereja harus mampu berdiri kokoh dalam pengenalan akan Tuhan, bertumbuh menjadi orang-orang yang hidup dalam kebenaran. Hidup menjadi terang Tuhan, tidak hanya aktif dalam melayani, tetapi harus dapat dipercaya. Tidak hanya membuat program yang akan dilaksanakan, tetapi bijaksana, rendah hati harus dimiliki. Jangan sampai, kita sendiri yang menjadi sandungan bagi orang lain, namun merasa diri sedang menyinari dunia.

Hati-hati, menjadi gereja yang menyinari dunia, bukan hanya karena banyaknya pelayanan yang kita kerjakan, bukan berapa lamanya kita menjadi orang Kristen dan bukan kaya miskinnya hidup kita, namun adakah hidupku, hidupmu, hidup kita semua dipimpin dan dikuasai oleh Roh Allah yang kudus. Paulus dan Barnabas, dipimpin dan dikuasai Roh Allah yang kudus, mereka tampil menjadi terang, kini, gereja hadir di zaman modern ini, masihkah tunduk, taat pada pimpinan Roh Kudus atau pada kemauan diri sendiri?

Kristus mengingatkan "Kamu adalah terang dunia" karena dunia gelap dan dunia membutuhkan terang. Kita yang adalah GerejaNya sudah seharusnya bersinar terang, dimanapun, kemanapun, dan kapanpun. Tak ada pilihan lain lagi bagi kita. Selamat menjadi gereja yang menyinari dunia dengan hidup dipimpin oleh Roh Allah yang kudus. Tuhan memberkati

Lihat juga

Komentar


Group

Top