Sapaan Gembala

Berani Mengakui Kesalahan

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Sat, 1 May 2021 - 11:00 | Dilihat : 401
Tags : Berani Berani Mengakui Kesalahan Jujur Julius Mokolomban Kesalahan Sapaan Gembala

Banyak orang berani melakukan Kesalahan, namun sedikit yang berani mengakui kesalahan. Sejak Manusia jatuh ke dalam dosa, manusia lebih cenderung tidak mau mengakui kesalahannya, malah cenderung menyalahkan orang lain. Ketika Adam melakukan Kesalahan, justru ia menyalahkan Tuhan Dan Hawa. Ketika Kain membunuh Habel adiknya, Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”(Kejadian 4:9)

Mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah, karena akan memalukan diri sendiri, tetapi itulah konsekwensi dari sebuah kesalahan. Mengakui kesalahan, membuat Kita terhukum oleh banyak orang, tidak disukai, dihindari orang. Mengakui kesalahan, berarti bersedia menerima hukuman. Seseorang yang berbuat salah, harus berani mengakui dan menerima konsekwensinya, itulah sikap yang benar.

Nabi Yunus melarikan diri dari hadapan Tuhan, menghindar dari tugas mulia yg diperintahkan Tuhan. Sikap Dan tindakannya yang salah, membuat orang lain dirugikan. Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”Sahutnya kepada mereka: “ Aku seorang Ibrani; aku takut akan Tuhan, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”(Yunus 1:8-9). Pengakuan Yunus tentang siapa dirinya dan Tuhannya, membuat orang-orang yang berada di kapal menjadi sangat takut. Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora. "Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”(Yunus 1:11-12)

Yunus tahu dan menyadari bahwa semua ini terjadi karena dirinya, maka iapun menerima konsekwensinya. Ia bersedia dihukum, dilemparkan ke dalam laut. Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.(Yunus1:15). Pengakuan Yunus Akan kesalahannya, membuatnya terhukum sekaligus membuat orang-orang yang di dalam kapal menjadi takut Akan Tuhan serta mempersembahkan korban bagi Tuhan.

Jadi kejujuran mengakui kesalahan adalah sikap yang benar. Yunus berani mengakui kesalahan, berani menerima konsekwensi. Alkitab menuliskan, Tuhan menolong Yunus dan orang-orang yang ada dikapal itu.

Lihat juga

Komentar


Group

Top