Sapaan Gembala

Perjuangan Hidup Orang Percaya

Sat, 4 September 2021 - 12:00 | Dilihat : 41
Tags : Berjuang Untuk Hidup Netsen Orang Percaya Perjuangan

Selama kehidupan kita masih berlangsung di dalam dunia, maka perjuangan hidup kita akan tetap ada. Baik itu perjuangan untuk melawan sakit-penyakit, perjuangan melawan kesulitan ekonomi, berjuang melawan ketidakadilan, serta segala kejahatan lainya, termasuk berjuang melawan keingingan daging dalam diri.

Dunia dimana kita tinggal adalah dunia yang sudah rusak oleh karena keberdosaan manusia. Karena itu, sebagai orang percaya, kita dipanggil dan diutus ke dalam dunia untuk memberitakan berita pertobatan, menyatakan kasih Allah, menjadi saksi-Nya, memberitakan Injil kepada orang yang belum percaya seraya memohon belas kasihan Tuhan kiranya Roh Kudus menuntun orang yang mendengar Injil percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan. Dengan kata lain bahwa kita hadir di dalam dunia untuk mendemonstrasikan kasih Allah, sekaligus sedang bertarung dan berjuang. Dunia ini merupakan arena untuk memproklamirkan kasih Allah sekaligus sebagai arena pertarungan juga bagi kita. Surat rasul Paulus kepada orang percaya di Efesus memberikan kepada kita gambaran perjuangan hidup yang dihadapi oleh orang percaya.

Apa yang orang percaya harus lawan? Rasul Paulus menuliskan; Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).

Dari apa yang Paulus tuliskan, seorang bernama William Gurnall dalam perenungannya menyampaikan bahwa keadaan kehidupan orang Kristen di dunia ini digambarkan sebagai pertarungan. Ini pertarungan tersendiri, satu lawan satu. Karena kehidupan Kristen merupakan pertempuran yang berkesinambungan, maka ia membutuhkan pedang sekaligus juga sekop. Orang percaya diserang musuh dari segala arah. Ketika ia sedang berdoa, Iblis dan kedagingan juga berceloteh untuk menenggelamkan suara permoronannya. Basuhlah jiwa kita dengan sering merenungkan kasih Kristus, hal ini akan membuat kita tidak menggubris tawaran dosa. Jangan katakan kita mengasihi Dia selama kita masih dapat memangku bahkan memeluk dosa yang menusuk hati-Nya. Adalah janggal jika seorang anak menyimpan dan suka menggunakan pisau yang pernah dipakai orang untuk menikam ayahnya, dan bukannya pisau lain. Sebagai pegulat yang arif, seranglah musuh kita dengan segenap kekuatan tubuh kita. Jangan biarkan dia bernafas atau bangkit lagi.

Status kehidupan beranugerah hanya memulai pertarungan kita melawan dosa. Oh, seharusnya hal ini membuat kita merindukan rumah kita, di mana tidak ada huru-hara maupun keributan yang membabi buta: di mana tidak ada pedang, melainkan daun palem: bukan genderang, tetapi harpa, bukan rintihan tentara yang berdarah dan nurani yang terluka: melainkan suara musik pujian indah dan menakjubkan bagi Allah kita dan Sang Anak Domba. Hiburkanlah diri kita dengan hal-hal ini. Ada tempat perhentian bagi umat Allah di sana. Di dunia ini, kita menang untuk selanjutnya bertarung kembali. Pertarungan melawan satu godaan mungkin berlalu, tetapi peperangan masih terus berlangsung. Kedamaian seperti apa yang dapat kita miliki selama setan-setan dapat tiba-tiba muncul dari lubang persembunyian mereka? Tetapi apabila kematian datang, hantaman terakhir dihentikan. Tabib Agung akan memulihkan secara sempurna semua kebutaan dan ketimpangan rohani kita.

Wahai, orang percaya, apa yang merampas kesukacitaan hidup kita selain pertarungan? Bukankah hidup adalah anugerah untuk melayani dan kematian adalah keuntungan? Kedamaian menjadi indah setelah peperangan, dan lidah siapakah yang sanggup mengungkapkan kesukaan dan kemuliaan yang memenuhi para makhluk saat perjumpaan pertama mereka dengan Allah dan mereka yang berbahagia bersama-sama dengan-Nya. Tak seorang pun kecuali mereka yang menetap di sana mampu mengungkapkannya. Karena itu selama Tuhan mempercayakan hidup kepada kita untuk bertarung melawan dosa, bertarunglah dengan menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, yaitu kebenaran-Nya serta memohon kekuatan dan pertolongan Roh Kudus. Karena hanya oleh Dialah kita dimampukan untuk memperoleh kemenangan. Selamat berjuang, Tuhan memberkati dan menolong kita.

Lihat juga

Komentar


Group

Top