Sapaan Gembala

Mediator Bagi Sesama Untuk Mengenal Allah

Penulis : Pdt Netsen | Sat, 19 February 2022 - 08:58 | Dilihat : 215
Tags : Garam Dan Terang Mediator Menadi Berkat Mengenal Tuhan Netsen

Dalam kehidupan manusia yang sudah semakin jauh terdegradasi oleh arus dan arah dunia yang memengaruhi dan memikat mereka dengan segala kenyamanan dan kemudahan barangkali tidak pernah terpikirkan bagi mereka untuk bisa mengenal Allah. Sehingga, pertanyaan tentang bagaimana saya bisa mengenal Allah? Merupakan pertanyaan yang dianggap sudah tidak relevan dengan hidup mereka. Karena mengenal dan tidak mengenal dianggap tidak ngefek bagi hidupnya. Bagi sebagian orang menganggap untuk apa bertanya dan memikirkan tentang Allah. Bagi mereka tidak ada gunanya, karena menganggap Allah tidak ada. Raja Daud menyebut bahwa orang yang menganggap bahwa Allah tidak ada, adalah orang bebal (Mzm. 14:1; 53:1).

Tetapi bagi sebagian orang pertanyaan seperti itu masih sangat relevan dan menjadi pertanyaan yang penting untuk dipikirkan dan dijawab. Mengapa? Karena mengenal Allah merupakan sesuatu yang sangat penting bagi nilai dan arti hidupnya. Mengenal Allah bukan hanya berkenaan dengan kebutuhan yang bersifat temporal tetapi berkaitan dengan sesuatu yang bersifat kekal. Dengan kata lain mengenal Allah berkaitan dengan kehidupan dan kematian. Karena itu betapa pengtingnya kita mengenal Allah yang benar.

Dalam sebuah buku karya Cornelius Plantinga Jr. yang berjudul Jaminan Iman, Devosi membangun iman, menyebutkan bahwa pertanyaan paling penting di dunia adalah pertanyaan mengenai Allah. Perlukah kita bertanya mengenai Allah? Perlukah kita bertanya bagaimana kita bisa mengenal Allah? Pertanyaan mengenai Allah tidak selalu identik dengan keraguan yang berujung pada ketidakpercayaan akan Allah. Jika itu yang terjadi maka itu pengenalan dan pencarian yang salah akan Allah. Kerinduan orang percaya untuk mengenal Allah tidaklah demikian. Mengapa orang percaya bertanya mengenai Allah? Orang percaya bertanya dalam rangka memperdalam kepercayaan mereka.

Orang yang percaya di dalam Allah tidak mengelak dan berpura-pura menjadi seorang yang skeptik. Sebaliknya, dari dalam iman mereka, orang-orang percaya melontarkan pertanyaan-pertanyaan besar karena iman yang mengenal Allah juga ingin mengenal Allah lebih baik lagi. St, Anselmus pernah menyatakan bahwa Iman mencari pengertian. Itulah kehidupan orang percaya yang selalu haus akan Tuhan dan selalu merindukan relasi dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah. Maka orang-orang percaya melontarkan sebuah pertanyaan utama: Bagaimana kita bisa mengenal Allah? Dalam Ulangan 4:10, TUHAN berfirman kepada Musa: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak anak mereka.

Allah yang telah menyatakan diri kepada umat-Nya melalui Yesus Kristus dan memberikan firman yang menuntun umat hidup dalam takut akan Dia oleh pertolongan Roh Kudus. Sehingga melalui kehidupan orang percaya yang takut akan Allahlah orang dapat mengenal Allah. Disini kita melihat peranan yang sangat penting kehidupan orang percaya yang menjadi terang dan garam dunia. Menjadi berkat bukan batu sandungan. Menjadi kemuliaan nama Tuhan bukan membuat nama Tuhan di cela dan dihina. Kenyataan ini mengagumkan bagi orang lain. Mereka memperhatikan bahwa seluruh bagian mendasar dari iman Kristen tidak berasal dari orang percaya, tetapi melalui orang percaya.

Lihat juga

Komentar


Group

Top