Sapaan Gembala

Memimpin Dan Jangan Jatuh

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Tue, 18 April 2023 - 16:16 | Dilihat : 491
Tags : Janganjatuh Memimpin Pdtjuliusmokolomban Sapaangembala

“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1)

Alkitab menjelaskan, yang rohani harus memimpin orang yang salah kejalan yang benar. Apakah semua orang percaya memiliki kehidupan yang rohani? Jangan buru-buru menjawabnya! Firman Tuhan dengan terang benderang mengatakan, hidup berdasarkan keinginan daging tidak mendapat tempat dalam kerajaan Allah, tetapi hidup sesuai dengan keinginan Roh pasti menyalibkan keinginan dagingnya. Maka, tidak mungkin orang yang hidup dalam hawa nafsu dunia akan memimpin orang lain untuk menjadi lebih baik. Yang jelas, orang percaya yang hidup benar, yang memimpin orang lain untuk hidup dijalan yang benar.

Membimbing orang Kembali ke jalan yang benar adalah hal yang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Menuntun orang untuk berbalik ke jalan yang benar menjadi tugas orang yang percaya. Persis seperti yang sudah dilakukan Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu, kehadiranNya dalam dunia, untuk membawa kita manusia, kembali ke jalan yang benar. Kristus menjadi manusia rohani untuk kita yang berdosa, memimpin kita dengan kelemahlembutan, IA tidak pernah menjadi goyah dan lemah, tidak pernah tergoda oleh kemewahan dan kenikmatan dunia, bahkan IA mempertaruhkan nyawaNya untuk kita yang bersalah. Dibalik semua yang dilakukan Kristus, tujuanNya untuk kita hidup di jalan yang benar.

Hal inilah yang menjadi kerinduan Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia, supaya mereka yang percaya kepada Kristus, harus hidup dalam hukum kasih yang sesungguhnya. Salah satunya, hidup bagi orang lain dengan menuntun sesama untuk hidup di jalan yang benar. Menjadi pertanyaan, bagaimana dengan kita saat ini?

Hidup sebagai orang percaya adalah anugerah, tetapi terkadang kita cenderung hidup untuk diri kita sendiri. Menegur, menasehati sesama yang berbuat salah menjadi bagian dari tanggungjawab kita, jangan diabaikan. Menuntun mereka yang salah bukan hanya tugas Pastor/Pendeta/Penatua, tetapi semua orang percaya. Jangan sampai kita dipersalahkan oleh Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kesalahannya tanpa kita peduli kepadanya.

Dengan demikian tahulah kita, bahwa setiap orang yang dipimpin oleh Roh Allah, merekalah yang rohani, yang memiliki panggilan atau tugas untuk memimpin, menuntun orang lain sambil menjaga diri sendiri untuk tidak jatuh dalam pencobaan. Tuhan Memberkati!

Lihat juga

Komentar


Group

Top