Mengenal Alkitab

Membandingkan Tuan Dengan Hamba

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Thu, 5 February 2015 - 10:45 | Dilihat : 1848

 Ibrani 3:1-6

Jika di dua pasal sebelumnya pembaca surat Ibrani disuguhi komparasi keunggulan Kristus dibandingkan malaikat, di pasal tiga ini penulis Ibrani menyajikan perbandingan yang tidak kalah pentingnya, yakni perbandingan antara Kristus dan Musa.  Musa adalah tokoh PL yang sangat disegani, dihormati, bahkan mungkin saja dipuja-puji oleh orang Ibrani.  Musa boleh dibilang “kiblat” bagi agama yahudi.  Semua pengajaran yahudi diarahkan pada pengajaran yang diajarkan Musa, termasuk taurat yang diterimanya.  Ajaran ini telah mengkristal keras dalam benak orang Yahudi.  Setelah mereka menjadi kristen pun ajaran Taurat dan tafsirnya masih sangat berpengaruh dan sulit dihilangkan di kalangan Kristen Yahudi.   Tak heran jika ada tantangan yang dirasa amat berat, orang kristen Yahudi ini akan berpikiran “luwih penak jamanku,” sesulit-sulitnya mengikuti aturan taurat, orang kristen perdana pembaca surat ini akan berpikir hidup di era lama itu jauh lebih nikmat, dari pada harus menghadapi banyak siksa dan tekanan setelah memeluk ajaran baru.  

Bagian firman Tuhan ini penting dinyatakan kepada para pembaca pertama surat Ibrani.  Karena arah pandang mereka telah berubah, kembali menengok ke belakang. Di sini penting peranan penulis Ibrani untuk mengingatkan ulang, agar umat Tuhan, saudara-saudara  yang kudus , yang mendapat bagian dalam panggilan  sorgawi, agar bersungguh-sungguh dalam panggilan itu.  Agar mereka kembali mengarahkan pandang kepada Rasul dan Imam Besar, yaitu Yesus Kristus (3:1).  Dua jabatan ini adalah jabatan penting, baik di masa masa Perjanjian Baru, pun Perjanjian Lama.  Sebagai Rasul, Yesus adalah utusan Allah untuk membimbing umat-Nya ke dalam persekutuan intim dengan-Nya. Sementara sebagai Imam Besar, Yesus adalah juga Pengantara Agung umat Tuhan kepada Allah.  Dua hal ini menunjukkan Yesus lebih besar dari pada Musa (3:1-2).

Dalam bagian ini penulis Ibrani juga menyuguhkan sebuah ilustrasi penting yang tidak hanya memperjelas, tapi juga mempertegas posisi Yesus dibandingkan dengan Musa.  Yesus diibaratkan oleh penulis Ibrani sebagai seorang ahli bangunan yang membangun umat Allah (rumah Allah). Sedangkan Musa hanyalah bagian dari bangunan itu (3:3-4). Kedua, Yesus adalah Anak yang mengepalai rumah Allah, sementara Musa hanyalah pelayan yang setia.   Jadi, sebenarnya Musa melayani Tuhan Yesus sebagaimana seorang pelayan rumah melayani Anak pemilik rumah itu (3:5-6).

Dengan penjelasan yang begitu gamblang dari penulis Ibrani ini, semestinya pembaca Ibrani pertama bisa lebih mengerti, diyakinkan, dan diteguhkan kembali iman mereka kepada Kristus yang telah memanggil mereka dan memberi anugerah keselamatan kepada mereka.  Menunjukkan bahwa tokoh yang selama ini diagung-agungkan Yahudi sebenarnya tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kristus.  Bagaimana mungkin bisa sang tuan, sang empunya rumah dibandikan dengan hamba yang hidupnya untuk mengabdi dalam rumah majikannya. Jika teramat besar orang menghormati musa dan mengagung0agungkan dia, maka seharusnya lebih dari itu mereka menganggungkan Kristus sang kepala, sang tuan dan pencipta dan pemilik jagad raya.  Slawi

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top