Pelita

Mahalnya Sebuah Kejujuran

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Thu, 5 February 2015 - 10:48 | Dilihat : 1305

Tidak mungkin, tapi itulah yang terjadi. Sebuah kalimat yang memunculkan banyak pertanyaan disana. Mengapa? Kehidupan kita saat ini, sering kali memandang sebelah mata kepada orang-orang yang tidak beruntung seperti yang dirasakan banyak orang. Contohnya: orang miskin, orang cacat serta para gelandangan atau peminta-minta (pengemis).

Mereka sepertinya orang-orang yang tidak pantas untuk dihargai karena keberadaan mereka yang mungkin mengganggu saat melakukan aktivitasnya. Namun tak jarang, kita juga merasa kasihan terhadap mereka yang kurang beruntung itu. Ironisnya, rasa kasihan sudah menjadi hal yang biasa, sehingga hanya rasa ibah dan uang recehan saja yang kita bagikan.

Sebuah kisah yang menjadi perbincangan dunia diawal-awal tahun 2013. Spektakuler bukan? Seorang pengemis menjadi pembicaraan luar biasa, siapakah dia?

Billy Ray Harris, seorang tuna wisma di Kansas City, AS sebentar lagi akan menerima uang tunai sebesar lebih dari 100.000 dolar AS atau hampir Rp 1 miliar. Uang sebesar itu menjadi imbalan Billy Ray setelah dia mengembalikan sebuah cincin pertunangan milik seorang perempuan yang terjatuh ke dalam cangkirnya awal bulan Pebruari 2013. Tunangan Sarah Darling begitu berterima kasih kepada Billy Ray. Menurut Bill Krejci (tunangan Sarah), ini adalah kisah hebat dan mengharukan, kemudian dia membuat sebuah situs yang isinya mencari donasi bagi si tuna wisma jujur itu. Hasilnya luar biasa, hingga Minggu (3 Maret 2013), sudah lebih 7.500 orang mendonasikan uangnya dengan total sebesar 173,651 dolar AS atau lebih dari Rp 1,5 miliar! Sebuah jumlah uang yang FANTASTIS untuk seorang tuna wisma bukan?

Kisah nyata ini,  berawal saat Sarah melepas cincin tunangannya dan meletakkan dalam tas bersamaan dengan uang-uang koin. Saat dia ingin memberikan sejumlah koin kepada Billy Ray ternyata cincin itu secara tak sengaja ikut masuk ke cangkir milik Billy. Tetapi betapa terkejutnya Billy, ketika ia menemukan cincin didalamnya. Cincin yang berharga mahal, tetapi tidak diketahui olehnya, dan Billy hanya menyimpannya.  Keesokan harinya, Sarah sangat kebingungan saat menyadari bahwa cincin pertunangannya hilang. Kemudian Dia teringat Billy pria tuna wisma itu, dan kembali mencarinya ditempat dimana dia bertemu. dikepanikannya, akhirnya ia menemukan Harris duduk di sana. Dengan kata santun, ramah, Sarah bertanya, apakah Billy Ray menemukan benda berharga.“Apakah itu sebuah cincin?”. Dia menjawab “Ya”, dan saya masih menyimpannya.” Mendengar hal itu, Sarah sangat gembira karena menemukan kembali cincin pertunangannya. Ditengah kebahagiaan Sarah, ia berusaha berbagi dan menolong Billy pada waktu itu.

Dalam sebuah wawancara, Sarah mengatakan bahwa, apa yang ia alami adalah merupakan sebuah keajaiban, dan rasanya tidak mungkin menemukan kembali cincin itu, tetapi itulah yang terjadi.

Hebat bukan? Apa yang membuat Billy Ray Harris memiliki sikap jujur ditengah-tengah kehidupan yang semakin sulit menemukan kejujuran? Sebuah alasan yang sangat sedrhana. Billy dibesarkan oleh kakeknya yang selalu menanamkan ajaran, untuk belajar hidup jujur dalam dunia ini. Sekarang ini, sang kakeknya sudah tidak ada lagi, tetapi nilai kejujuran, terus mewarnai hidup Billy.

Pengajaran yang amat berharga, bahwa di luar sana ternyata masih ada orang-orang yang meskipun tidak memiliki keberuntungan dalam hidupnya, seperti Billy Ray, masih memegang teguh nilai kejujuran. Dan masih banyak para dermawan -para pemberi donasi sebagai penghargaan terhadap kejujuran Billy yang peduli kepada nilai-nilai kejujuran. Bagaimana dengan kita? jm/dbs

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top