Tokoh

Henry Alford (1810 1871), Pendeta

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Fri, 6 February 2015 - 16:09 | Dilihat : 883

Anak Laki-laki yang Mengucap Syukur

Lagu yang telah menjadi lagu favorit untuk merayakan hari pengucapan syukur (Thanksgiving) di Amerika ini berasal dari Inggris. Jika kamu akan senang dan menikmati perayaan gembira hari pengucapan syukur, kamu akan senang mendengar cerita tentang anak laki-laki yang setelah dewasa menulis lagu ini. Semasa kecilnya di Inggris, Henry Alford selalu sibuk. Dia tidak pernah duduk menganggur atau mengeluh karena tidak ada yang dapat dikerjakan. Ini karena Henry menganggap setiap pekerjaan berat sebagai suatu petualangan. Dapatkah kamu menebak bagaimana caranya dia melakukan hal itu?  Dia mengarang cerita-cerita atau sajak-sajak bila dia harus mengerjakan sebuah tugas yang berat. Atau bila dia mulai merasa bosan, dia akan berusaha mengucapkan dengan suara keras bait-bait yang telah dihafalkannya dari syair-syair kesukaannya.

Bagaimanapun sulitnya pekerjaan itu,  dia akan bertekun di dalamnya sampai selesai. Kemudian Henry akan masuk ke rumah dan mengucapkan doa ucapan syukur dengan suara keras. Dengan sikap seperti itu, Henry membuat semua orang dalam keluarganya bahagia. Henry mempunyai hati yang lembut dan penuh syukur seperti yang dilakukan oleh orang tuanya bahkan juga kakeknya sendiri. Keluarga mereka banyak yang menjadi pendeta dan sangat dikagumi banyak orang pada waktu itu. Sejak kecil Henry telah melihat dan mendengar tentang kasih keluarganya kepada Allah. Pada saat makan Henry sering kali meminta agar dia diizinkan memanjatkan doa syukur, dengan berterima kasih kepada Allah untuk makanan yang tersedia, dia menunjukkan kepada semua orang betapa bersyukurnya dirinya untuk pemeliharaan Allah.

Orang-orang di gereja ayahnya bertanya-tanya apakah Henry juga akan menjadi seorang pendeta. Ayahnya mengatakan bahwa Henry harus teguh dan mencari tahu untuk dirinya sendiri apa yang dikehendaki Allah bagi dia bila dia dewasa nanti. Henry berdoa agar Allah menolongnya untuk membuat pilihan yang benar. Sementara itu, dia memutuskan untuk belajar dengan giat, membaca Alkitabnya, dan selalu ingat mengucapkan doa-doa ucapan syukur kepada Allah.
Saatnya mengetahui kehendak Allah tiba ketika Henry berusia enam belas tahun. Saat itu dia berkomitmen kepada Allah melalui penyataannya yang mengungkapkan apa yang akan dilakukan Henry dalam hidupnya. Tempat yang paling tepat yang dapat ditemukannya untuk menuliskan janjinya adalah pada halaman kosong  dibagian depan Alkitabnya. Dalam tulisan tangannya yang terbaik dia menulis: “hari ini, saya dihadapan Allah dan jiwaku sendiri, memperbarui kovenanku dengan Allah, dan dengan sungguh-sungguh saya bertekad mulai sekarang untuk menjadi milik-Nya, dan untuk melakukan pekerjaan-Nya semampu saya”. Henry Alford, 1826.

Henry merasa hatinya bergetar dengan kemerdekaan, seperti sayap-sayap kupu-kupu yang sedang membubung di udara musim semi.  Dia akan bekerja keras untuk Bapa Sorgawinya, sungguh suatu petualangan yang mengasyikkan. Sebab dia berpikir seluruh dunia adalah ladang Allah, dan IA akan menyediakan segala sesuatu yang aku perlukan untuk melakukan kehendak-Nya.
Dalam perkembangan hidupnya, Henry menjadi seorang guru di Katedral Cantenbury, dan dia menulis buku-buku untuk menolong orang-orang dalam memahami Alkitab. Henry dikenal sebagai guru yang baik dalam menjelaskan tentang Alkitab. Banyak orang yang mengikuti pengajarannya ingin menggali lebih lagi kebenaran Firman Allah. Kedisiplinan yang ia terapkan dalam belajar membuat ia semakin dikagumi oleh anak-anak didiknya. Satu hal yang membuat Henry semakin kokoh dalam panggilan pelayanannya adalah kemampuan dia menjalani komitmennya dengan berpengharapan kepada Allah, hidup dalam doa dan terus mengucap syukur kepada Tuhan.

Sekarang petanyaannya, bagaimana dengan kita yang ada saat ini. Adakah hidup kita mencerminkan pola hidup seperti Kristus ? Atau sebaliknya, kita jauh dari Kristus. Saudara dan sayalah yang tahu bagaimana hidup kita saat ini. Untuk itu jadilah orang-orang yang mau di didik, belajar dan bertumbuh dalam Kebenaran Firman Tuhan.
jm/bw/dbs

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top