Sapaan Gembala

Kehidupan Yang Serba Baik

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 23 November 2018 - 18:33 | Dilihat : 62
Tags : Kehidupan Yang Serba Baik Netsen

Setiap orang menginginkan akan sesuatu yang serba baik bagi hidupnya. Dalam hal apapun. Itu sangat normal. Tetapi apakah realitanya akan demikian, dimana setiap orang menerima sesuatu yang serba baik dalam hidupnya? Belum tentu. Sebagai orang percaya, mendoakan agar hidup ini baik-baik tentu tidak salah. Rasul Yohanes pernah berkata kepada Gayus, "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja." (3 Yohanes 1:1-4). Yohanes sangat bersukacita ketika ia boleh mendengar bahwa Gayus dan orang-orang percaya yang lainnya hidup dalam kebenaran. Dengan demikian dapat dipahami bahwa hidup yang baik-baik dan sehat-sehat tidak serta-merta hanya menunjuk pada hidup yang makmur (prosper) seperti kaya-raya berlimpah materi atau fisik yang sehat bugar tanpa sakit penyaki atau mungkin juga punya jabatan, kedudukan dan kekuasaan dimana segalanya bersifat kuantitatif.

Lalu bagaimana jikalau hal-hal tersebut adalah yang Tuhan beri? Tentu tidak salah. Namun itu bukanlah tujuan utama hidup orang percaya. Dan itu bukanlah sumber utama untuk hidup yang penuh dengan sukacita dan bahagia. Orang percaya menyakini akan rancangan Tuhan yang indah atas hidupnya, yaitu rancangan damai sejahtera atau yang disebut dengan rancangan shalom (Yer. 29:11). Rancangan Tuhan tersebut diserukan oleh nabi Yeremia kepada orang umat Israel yang sedang ada di pembuangan, ketika mereka dihukum oleh Tuhan karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Sekalipun mereka ada dipembuangan maka mereka yang hidup taat dan setia kepada Tuhan, hidup mereka dipelihara oleh Tuhan. Meski sedang ada di pembuangan umat Israel dituntut untuk hidup dalam kebenaran Tuhan. Dengan hidup dalam kebenaran Allah maka mereka akan tetap memiliki damai sejahtera, sekalipun mereka dianiaya, dihukum dengan dilemparkan ke dalam api atau ke dalam gua singa. Namun merka tetap bersukacita. Itulah jiwa dan semangat kehidupan orang yang takut akan Allah.

Keadaan baik-baik dan sejahtera yang akan dialami oleh kehidupan orang percaya semakin dipertegas oleh Tuhan Yesus, "...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh. 10:10b). Orang Yahudi mengharapkan Yesus yang datang ke dalam dunia akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Namun hal beda yang dinyatakan oleh Yesus pada mereka. Dia akan menderita dan disalibkan dan mati untuk menebus dosa manusia yang diperkenan-Nya. Kedatangan Yesus ke dalam dunia Kedatangan Kristus ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman murka Allah. Manusia yang oleh karena dosa sehingga mati, binasa, tidak berdaya, tidak memiliki kehidupan, tidak memiliki pengharapan. Kini dalam Kristus Yesus mereka telah diberikan hidup yang kekal. Inilah kehidupan yang sejati, kehidupan yang penuh dengan sukacita dan kebahagiaan. Berbahagialah mereka yang telah diampuni dosa dan kesalahannya (Mzm. 32:1-2).

Mari jangan lagi terjebak pada hal yang salah dalam mengukur kehidupan yang serba baik. Berpikir dan membatasi bahwa kehidupan yang serba baik itu bila sebelumnya miskin lalu menjadi kaya, sebelumnya sakit lalu sehat, sebelumnya karyawan biasa lalu kemudian menjadi pimpinan perusahaan dll. Bila itu adalah kehidupan yang serba baik dalam mengikut Kristus, maka kita tidak ada beda dengan dunia, tidak ada keunggulan kehidupan kekristenan kita. Sesungguhnya kehidupan yang serba baik adalah kehidupan yang telah ditebus oleh Allah dan menjalani hidup dalam dunia untuk menjadi garam dan terang dunia, melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Amin

Lihat juga

Komentar


Group

Top