Mengenal Alkitab

Dasar Keimaman Yesus

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Mon, 30 March 2015 - 10:44 | Dilihat : 2193

Ibrani 7:11-17

Sejak lama suku Lewi dikhususkan Allah bagi pelayanann-Nya.  Ketika masing-masing suku Israel diberikan jatah tanah pusaka yang diwariskan turun-temurun di antara anak-anak lelaki mereka, tapi tidak dengan suku Lewi.  Suku ini dikhususkan menjadi suku dengan jabatan khusus, menjadi imam yang tinggal di tengah-tengah saudara-saudaranya (Bilangan 35:1-8). 

Tugas yang mereka emban menunjukkan peran sentral Lewi bagi Israel.  Merekalah yang memonopoli tugas dalam ritual pengorbanan di Bait Allah. Tidak ada seorangpun dari suku lain yang pernah melayani di mezbah selain Lewi (7:13).  Apalagi kalau dia adalah seorang Imam Besar Yahudi.  Perannya jauh lebih penting lagi.  Selain menjadi representasi/wakil umat Yahudi; Imam besar juga bertugas sebagai pengantara yang kudus antara umat dengan Allah.  Begitu sentralnya peran ini, sehingga tidak ada satupun suku yang bisa dan boleh mengemban tugas mereka.  Tapi kitab suci sejak lama mencatat, bahwa dari keturunan Daud, suku Yehuda ini  akan muncul sosok imam sekaligus raja (mesianik) dari suku ini (Mazmur 110:4).

Mazmur ini disitir kembali oleh penulis Ibrani (7:17) sebagai argumentasi kepada para penerima suratnya, bahwa Tuhan kita, yang jika dirunut secara silsilah berasal dari suku Yehuda itu keimamannya jauh lebih besar daripada imamat Lewi.  Benar, tentang suku Yehuda ini, Musa memang  tidak sekalipun pernah berbicara  tentang hal-ikhwal imam kepada mereka (7:14).   Tentang hal ini Penulis Ibrani menulis, hal ini justeru menunjukkan keunggulan dari “pola” keimaman yang dinubuatkan itu dari “pola” keimaman Lewi. Digantikannya “pola” imamat menurut keturunan Lewi dengan imamat  berdasar Melkisedek  sesungguhnya  juga membuktikan bahwa imamat Lewi tidaklah sempurna (11-12).

Bagian ini pun sudah disinggung pada penjelasan sebelumnya.  Bahwa Keimaman Melkisedek lebih tinggi daripada Lewi, karena Melkisedek menjadi imam yang memberkati Abraham, jauh sebelum Hukum Taurat diberikan pada zaman Musa dan sebelum Lewi ada.  Betapa besar orang  ini, sehingga Abraham pun tunduk padanya (7:4). Karena Abraham, bapak moyang Lewi itu memberikan perpuluhan kepada Melkisedek.  Padahal suku yang berhak menerima adalah suku Lewi.  Menunjukkan, bahwa suku Lewi pun juga pernah membayar perpuluhan melalui representasi Abraham.  

Keimaman Yesus tidak didasarkan pada keturunan secara biologis (suku Lewi), tapi berdasarkan keimaman Melkisedek.   Keimaman yang jauh lebih tinggi dan besar dari keimaman lewi. Keimaman  Yesus tidak didasarkan pada peraturan-peraturan yang ditujukan bagi manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa, berdasarkan keilahian Kristus sendiri yang tak bercela dan bernoda (7:16).  Slawi

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top