Sapaan Gembala

Keluarga, Seteru Allah?

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Tue, 21 April 2015 - 16:57 | Dilihat : 1636

Sebuah tema yang menggelitik, sekaligus menjadi perenungan buat kita semua. Mendengar kata keluarga, itu adalah hal yang biasa. Tetapi berbicara “keluarga seteru Allah” banyak pertanyaan yang akan muncul disana.

Kebanyakan orang berpikir, membangun keluarga hanya berdasarkan apa yang baik dipikirannya.  Ada juga yang memulainya karena usia yang semakin bertambah. Bahkan ada juga yang membangun keluarga hanya atas dasar perjodohan. Dan lebih menyedihkan lagi ketika seseorang membangun keluarganya atas dasar “kecelakaan” (hamil sebelum nikah). Namun sebagian besar orang membangunnya berdasarkan cinta dan kasih sayang. Pernahkah kita berpikir bagaimana awal mula sebuah keluarga?

Didalam Kejadian 2:18 dikatakan : TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Dari ayat ini maka, sadarlah kita bahwa keluarga adalah rencana Allah yang Mulia. Kemudiaan dalam ayat selanjutnya dikatakan  khususnya Kejadian 2:24  "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Wow, indah bukan!  Indahnya keluarga yang dibangun oleh Allah sendiri. Kemuliaan, kehormatan menjadi bagian dalam hidup keluarga. Ini adalah karya Allah yang tidak dapat dibantah. Namun sangat disayangkan, apa yang dibangun oleh Allah, justru menjadi seteru Allah. Mengapa demikian?

Keluarga dibentuk Allah harus patuh kepada aturan Allah. Itulah yang menjadi semangatnya. Tetapi, keserakahan hidup, pemuasan diri, kekuasaan justru membuat keluarga menjadi kehilangan keindahan. Tujuan yang mulia menjadi sirnah, karena manusia melawan Allah. Kemuliaan, kehormatan yang diberikan Allah, kini berganti dengan murka Allah yang menyala-nyala. Semangat hidup yang salah dibuktikan manusia sejak awal mula hidupnya. Di Taman Eden, keluarga dibentuk Allah dengan sempurna. Di Taman Eden  keluarga melawan Allah dengan sempurna. Akibatnya, hukuman yang sempurna.

Manusia seteru Allah, tidak akan pernah menang didalam hidupnya, tetapi akan semakin jauh dari harapan yang sesungguhnya. Keluarga saling menyakiti, keluarga saling membenci, bahkan lebih kejam lagi, alkitab menjelaskan (Kain dan Habel), keluarga saling membunuh dan membinasakan satu dengan yang lainnya. Melihat,  mendengar tetang kejahatan yang terus berkembang dalam sejarah hidup manusia, maka sangat jelas, akhir dari kehidupan adalah kebinasaan. Kalau demikian, bagaimana dengan keluarga yang hidup di zaman modern ini?

Sejarah membuktikan,ciptaan selalu melawan Pencipta.  Manusia semakin jahat dan akan tetap jahat. Tetapi sebagai orang Kristen, bersyukurlah!.  Karena jalan menuju kebinasaan telah ditebus-Nya dengan darah yang mahal, diganti-Nya dengan jalan menuju kekekalan. Kita adalah manusia yang berdosa tetapi telah diperdamaikan Allah melalui kematian Yesus Kristus. Seperti yang dikatakan dalam Roma 5:10 “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Ingatlah, di Betlehem Kristus lahir sebagai manusia sempurna, di Golgota Kristus penebus yang sempurna. Jadi sudah sepatutnya kita menjadi keluarga yang sempurna.

Pengorbanan Kristus di atas kayu salib, harusnya mengingatkan setiap keluarga, mengingatkan gereja, mengingatkan kita semua. Tidak mementingkan diri sendiri, memakai kekuasaan untuk kepentingan diri, meremehkan atau merendahkan yang lain. Tetapi, kalaupun kita masih sering jatuh, gagal, dan terus berbuat dosa, maka berubahlah, bertobatlah memohon pengampunan dari Tuhan. Berusahalah untuk hidup lebih baik lagi.

Sadarilah, Keluarga adalah anugerah Allah, keluarga adalah gambar dan rupa Allah. Jangan mengotori atau menodainya dengan dosa.  Tetapi sebaliknya, persembahkanlah hidup dan keluarga sebagai persembahan yang sempurna di hadapan Sang Pencipta, Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top