Mengenal Alkitab

Korban Sempurna Sekali Untuk Selamanya

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Thu, 30 April 2015 - 13:11 | Dilihat : 3876

Ibrai 9:11-14

Perbandingan-perbandingn terus dibuat oleh penulis Ibrani, agar penerima surautnya mengerti betapa besar anugerah dan pengorbanan Kristus bagi keselamatan mereka.  Di beberapa pasal terakhir, ada beberapa hal yang sengaja penulis Ibrani ditekankan, dengan cara mengulang-ulangnya, untuk menunjukkan  keunggulan Kristus dari kepercayaan lain yang mengalihkan pandang penerima surat ini dari Kristus.  Beberapa pokok diantaranya seperti Kristus adalah Imam Besar Agung, yang melebihi para imam lain, baik dari segi integritas dan  teladan ketaatanNya yang tak bercela.  Dia tidak hanya menjadi pengantara bagi umat kepada Allah, seperti tugas imam besar pada umumnya, tapi juga menjadi korban bagi pengantara yang berdosa dan Allah yang maha kudus.  Pengorbanan inilah yang diulas kembali oleh penulis Ibrani, pada bagian ini dengan menunjukkan: 

  1. Kristus Imam Selamanya

Dia adalah Imam Besar Agung  yang keimamannya sudah bahas pada beberapa bagian sebelumnya.  Keimamannya tidak menurut garis Harun, tapi Melkisedek.  Tidak dari garis suku Lewi, tapi dari garis Daud, yang keimamannya sudah dinubuatkan dalam kitab Mazmur.  Salah satu alasan mengapa perlu Imam lain di luar keturunan Lewi karena Imam-imam Lewi tidak dapat melakukan dengan sempurna tugas yang  dibebankan di pundak mereka (7:11).  Karena itu perlu sosok Imam lain yang jauh lebih sempurna, baik kualitas  personalnya, maupun kualitas karyanya.  Sosok itu adalah sosok Imam yang keimamannya tidak mengikuti pola tradisi yang biasa (berasal dari suku Lewi), tapi mengikuti pola Melkisedek yang jauh lebih tinggi dari pada Abraham, yang notabene adalah Bapak Moyang Lewi sendiri. Sosok yang dimaksudkan oleh penulis Ibrani ini mengarah kepada satu pribadi tunggal, yaitu Yesus Kristus sendiri. 

Sebagai Imam Besar nan Agung  Kristus bukan datang untuk melayani di kemah suci buatan tangan manusia (9:11), tapi melayani di kemah yang jauh lebih besar, di kemah yang sempurna, kepunyaan Allah sendiri.   Di sana Dia tidak seperti para imam yang harus berulang kali melakukan ritual pendamaian dengan mengorbankan binatang.  Tapi Kristus melakukan itu hanya sekali saja.  Kristus menuntaskan tugas keimamanNya itu satu kali untuk selama-lamanya (9:12).  Karena itu tidak diperlukan lagi ritual-ritual pendamaian, seperti dibuat oleh para imam dari garis Harun. Karya Kristus ini membuat manusia dapat kembali berhubungan langsung kepada penciptanya, tanpa perlu imam sebagai perantara.

  1. Korban yang diberikan Sempurna

Tidak hanya sebagai imam sempurna yang karyanya satu kali untuk selamanya, Korban yang diberikan Kristus juga adalah korban yang sempurna.  Kalau Perjanjian pertama menyebutkan umat Tuhan harus menggunakan domba dan lembu sebagai kurban pendamai, korban yang diberikan lebih dari itu.  Sebab kematian domba dan lembu, sebagai korban  tidak mungkin pernah bisa menggantikan kematian manusia. Ritual yang dilakukan sesuai perjanjian pertama itu sesungguhnya tak lebih dari gambaran atau bayangan dari kurban yang lebih besar dan lebih sempurna, yang akan datang. Yakni Kristus yang rela mengorbankan dirinya sendiri (9:14).   Kalau ritual dengan darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda yang sebenarnya adalah pelambang itu diperkenan Allah untuk menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, bukankah lebih hebat lagi kuasa darah Kristus. (9:13-14).  Tidak hanya menyucikan manusia secara lahiriah, penulis Ibrani mencatat, persembahan Kristus yang tak bercacat itu juga menyucikan hati nurani  manusia dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya mereka dapat beribadah kepada Allah yang hidup (9:14). Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top