Sapaan Gembala

Persekutuan Kristiani

Penulis : Pdt Netsen | Thu, 30 April 2015 - 13:14 | Dilihat : 3060

Persekutuan merupakan salah satu sifat dan hakikat gereja. Dalam iman Kristen, persekutuan itu ada dan terwujud sebagai hasil karya rekonsiliasi Kristus yang telah inkarnasi ke dalam dunia, mati di kayu salib, bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga. Allah adalah inisiator dari terciptanya persekutuan. Baik itu persekutuan antara diri-Nya dengan manusia, maupun persekutuan antara sesama orang percaya sebagai tubuh Kristus. Karena itu, persekutuan Kristiani sejatinya bukan suatu persekutuan yang terjadi karena kebetulan, bukan juga terjadi karena alami atau otomatis, tetapi terbentuk sebagai perwujudan secara teologis. Allah-lah yang memanggil orang percaya untuk masuk dalam persekutuan dengan diri-Nya dan dengan sesama orang percaya. Bersekutu adalah panggilan tiap orang percaya. Penulis Ibrani mengingatkan penerima suratnya, yaitu orang percaya supaya mereka jangan menjauhkan diri dari persekutuan (Ibr. 10:25).

Secara spiritual, jemaat/orang percaya dipanggil untuk bersekutu dengan Allah, namun secara sosial jemaat dipanggil untuk bersekutu dengan sesama orang percaya. Karena sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah bukan hanya sebagai makhluk spiritual tetapi juga sebagai makhluk sosial. Hal ini berarti bahwa bahwa seseorang bukan hanya dituntut untuk bersekutu dengan Allah, tetapi juga perlu bersekutu dengan sesamanya. Sehingga menjadi sesuatu yang keliru ketika orang percaya menghilangkan atau meniadakan salah satu persekutuan. Bersekutu dengan sesama tidak ada artinya tanpa adanya persekutuan pribadi dengan Tuhan. Demikian juga sebaliknya, persekutuan pribadi dengan Tuhan akan menghasilkan persekutuan dengan sesama.

Persekutuan merupakan panggilan dan ciri yang nampak dari kehidupan para rasul dan orang percaya mula-mula. Persekutuan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bergereja atau berjemaat. Dalam konteks kehidupan jemaat mula-mula, persekutuan menjadi salah satu bagian dari cara atau model hidup mereka. mereka bersekutu karena mereka telah menerima perkataan para Rasul atau menerima pengajaran tentang Firman Tuhan yang disampaikan oleh para Rasul (Kis. 2:41). Dengan kata lain sebagai tanda mereka telah menerima dan mengalami Firman Tuhan sehingga ada persekutuan dalam kehidupan jemaat mula-mula. Atas dasar panggilan Allahlah maka dapat terbentuknya persekutuan (1 Kor. 1:9). Sehingga ketika kita abai dalam bersekutu, maka kita sedang mengabaikan akan panggilan Allah dan mengabaikan Allah yang telah memanggil kita.

Persekutuan sebagai satu sarana bagi kita sebagai tubuh Kristus untuk bisa bertumbuh dan berkembang dalam pengajaran akan kebenaran firman dan bertumbuh dalam iman. Dimana melalui atau dengan bersekutu orang percaya bisa saling menasihati, mengajar, membimbing dan mengingatkan adalah hal yang penting dalam kehidupan berjemaat. Tidak ada seorang pun yang terlalu kuat seorang diri sehingga ia tidak memerlukan orang lain untuk bersekutu dengannya. Sebaliknya ketika kita menyadari betapa lemah dan rapuhnya kita manusia maka kita perlu persekutuan dengan orang yang lain. Dalam persekutuan maka satu sama lain dapat saling melengkapi, saling menopang dan saling memperhatikan sehingga jemaat dapat bertumbuh bersama menuju ke arah Kristus. Orang yang sudah bertumbuh dalam Kristus harusnya punya kerinduan untuk membawa dan mengangkat orang lain, yang masih lemah supaya mereka juga bertumbuh.

Kiranya dengan perkembangan ilmu dan teknologi memang mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aspek kehidupan. Menolong kita untuk lebih giat dalam membangun dan melaksanakan persekutuan. Mengingat tidak sedikit orang merasa cukup dan berpikir sudah melaksanakan persekutuan dengan Allah hanya dengan mendengar atan menonton setiap program rohani. Tanpa merasa lagi perlu persekutuan dengan sesama manusia. Amin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top