Mengenal Alkitab

Antara Simbol Dan Makna

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Mon, 4 May 2015 - 11:24 | Dilihat : 1231

Ibrani 9:15-28

Kristus adalah Imam Besar Agung, yang melebihi para imam lain, baik dari segi integritas, keteladan dan ketaatan-Nya yang tak bercela.  Perbedaan tegas ditunjukkan dari kesedian Kristus Korban tebusan bagi dosa umat-Nya, bukan sekadar hanya melakukan ritual penyucian bagi umat, seperti yang dibuat oleh para imam.  Kristus rela mati agar manusia dapat menerima berkat-berkat abadi yang telah dijanjikan oleh Allah (9:15).  Sebab tidak mungkin semua itu dapat terjadi jikalau tanpa ada darah tertumpah, tanpa ada kematian.  Kematian Kristus sempurna, satu kali untuk selamanya.  Itulah sebabnya mengapa Dia disebut menjadi Pengantara suatu perjanjian yang baru.  Sebuah perjanjian yang memiliki keunggulan mutlak, antara Simbol dan Makna Sebenarnya, antara bayang-bayang dan wujud asli.

Dalam Perjanjian pertama disebutkan, bahwa suatu pengampunan di dalamnya haruslah ada, atau melibatkan suatu kehidupan yang dikorbankan, suatu hidup yang dimatikan, ada darah yang tertumpah.  Semua ini diatur dengan begitu gamblang dalam kitab Imamat (Im 17:11,14).  Namun, ini semua bukanlah suatu hal yang sejati.  Sebab, seperti disebut oleh penulis Ibrani, ini semua hanyalah kiasan semata (9:9), kepada bentuk pengorbanan dan penyelamatan yang sempurna.  Namun demikian sistem pengorbanan PL ini memberikan suatu jalan, atau membukakan kepada kita pengertian dari bentuk pengorbanan sempurna dalam karya penebusan Kristus di kematian-Nya (Ima 1-7).

Dalam peraturan perjanjian pertama juga disebutkan bagaimana fungsi darah yang tercurah itu juga digunakan untuk mentahirkan tidak hanya benda-benda atau alat-alat ibadah (9:19-23), tapi juga hampir segala sesuatu yang disucikan (9:22).  Kalau untuk urusan yang sebetulnya adalah kiasan dari karya sorgawi harus ada penyucian atau pentahiran semacam demikian, lalu bagaimana dengan Karya Sorgawi yang sesungguhnya, yang sebenarnya, maka dibutuhkan sesuatu yang jauh lebih unggul, lebih utama dari itu (9:23).  Itulah darah Kristus yang tertumpah dalam karya agung penebusanNya.  Dialah makna sebenarnya dari sebuah pengorbanan.  Sebab pengorbanan Membebaskan manusia dari penghukuman akibat pelanggaran hukum Allah (9:14-15).  Ini tidak dapat dilakukan secara sempurna oleh persembahan korban binatang (9:9).  

Kesempurnaan perjanjian baru juga ditunjukkan melalui keunggulan berkat ini yang melintasi waktu.  Tidak hanya menebus pelanggaran-pelanggaran di masa atau setelah Yesus melangsungkan Karya Agung-Nya, tapi kematian-Nya juga menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan mereka yang hidup sebelum Yesus (9:15).  Pengorbanan Kristus yang sempurna itu tidak dilakukan berulang kali, seperti dilakukan oleh para imam yang mengorbankan darah, tetapi bukan darahnya sendiri (darah binatang). Jika demikian maka Dia harus berulang-ulang menderita sejak dunia  ini dijadikan,  mengingat begitu besarnya dosa manusia yang terus dilakukan dari masa ke masa (9:26).  Sama seperti manusia pada umumnya yang hanya mati satu kali, begitu juga Kristus, mengalami maut hanya satu kali saja.  Namun kematian-Nya yang satu kali itu cukup untuk menanggung dosa manusia dan menganugerahkan keselamatan bagi mereka yang menantikan Dia, dari awal hingga akhir dunia (9:28).  Inilah keunggulan perjanjian yang baru ini.  Di dalamnya tersimpan harapan besar yang kekal yang dijanjikan oleh Allah, yaitu tanah surgawi.  Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top