Mengenal Alkitab

Sempurna Korban Pengganti

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 12 May 2015 - 15:46 | Dilihat : 1576

Ibrani 10:1-4

Masih soal yang sebenarnya dan bayangan saja.  Bagian sebelumnya dijelaskan, untuk sebuah ritual yang maknannya hanya kiasan atau bayangan saja orang begitu luar biasa mengatur dan mempersiapkannya.  Menyucikan atau mentahirkan sarana-sarana yang digunakan dengan darah yang tercurah.  Betapa lebih luar biasa lagi, lebih unggul dan utama lagi (9:23) korban yang dicurahkan bagi karya sorgawi yang sebenar-benarnya. Itulah darah Kristus yang tertumpah dalam karya agung penebusanNya.  Dialah makna sebenarnya dari sebuah pengorbanan.

Selanjutnya di bagian ini penulis kitab Ibrani seperti menegaskan kembali ritual pembersihan dosa itu dengan penjelasan yang menggunakan logika yang sederhana.  Penulis Ibrani menunjukkan posisi yang tegas,dengan sedikit pengulangan yang dilakukan bahwa:

  1. Hukum Taurat tak Menyelamatkan

Hukum agama Yahudi itu hanyalah gambaran  samar saja tentang hal yang baik, yaitu keselamatan Tuhan.  Hakikat dari keselamatan itu sendiri tidak ada di sana. Karena itu, betapapun hebat hukum itu, tidak dimaksudkan Allah untuk  menyempurnakan orang yang terikat kepada hukum itu dengan segala ritual yang ada (10:1).  Tapi hukum itu, seperti juga dijelaskan bagian-bagian lalu, merupakan latar masuk bagi mudahnya orang memahami konsep keselamatan dari Kristus.  Ketidaksempurnaan pengorbanan yang dibuat para imam, menjadi “jalan” mudah untuk memahami betapa dibutuhkan pengorbanan yang sempurna, yang dari tuhan sendiri.

2. Hukum Taurat tidak menghapuskan dosa.

Di sinilah penulis Ibrani memberikan semacam logika pemahaman sederhana kepada pembacanya.  Kalau hukum taurat menghapus dosa dan menyempurnakan mereka, seharusnya orang-orang yang  sudah dibersihkan dari dosa itu tidak lagi mempunyai perasaan berdosa karena sudah disucikan satu kali untuk  selama-lamanya (10:2).  Tapi nyatanya orang-orang yang mengikatkan diri pada hukum Taurat itu setiap tahunnya tetap mempersembahkan korban-korban bagi dosa-dosa mereka.  Dengan begitu justeru menunjukkan, memberi penjelasan dan memperingatkan kembali dosa-dosa mereka (10:3).

Sebab, memang darah sapi dan kambing jantan itu tidak mungkin menghapuskan dosa.  Darah-darah yang ditumpahkan itu sifatnya hanya pendamaian sesaat bagi dosa-dosa umat itu.  Untuk menebus manusia, darah atau korban yang sepadan adalah manusia juga yang dikorbankan.  Tapi pertanyaannya, adakah manusia yang sempurna, sama sekali tak bercacat cela yang rela menjadi pengganti dosa orang lain?  Tidak ada dan kalaupun ada, orang belum tentu mau menggantikan posisi hukuman orang lain.  Hanya seorang yang bebas dari dosa yang dapat mengambil alih hukuman atas dosa-dosa kita (Ibr 2:14-18; 4:15) sehingga dengan demikian memuaskan secara sempurna tuntutan kekudusan Allah (Rom 3:25-26).

Karena itulah Allah merelakan anakNya untuk datang ke bumi,  lahir sebagai manusia untuk dijadikan  kurban pengganti manusia yang berdosa.  Sungguh sebuah pengorbanan yang begitu besar.  Tak ada satu yang bisa menandinginya.  Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top