Tokoh

Peter Cartwright

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 3 June 2015 - 11:35 | Dilihat : 1490

Ahli sejarah Amerika, Edward Eggleston, berkata, "Para pengkhotbah keliling yang pertama kali ada merupakan orang-orang yang lebih hebat dari siapa pun, mampu melayani di tengah kekacauan. Tidak ada seseorang yang benar-benar gagah, berani di mana pun." Salah satu, orang sukses yang kehidupannya penuh warna adalah Peter Cartwright. Dia lahir di Virginia pada tanggal 1 September 1785, keluarganya pindah ke Kentucky. Dalam perjalanan menuju tempat itu, tujuh anggota keluarganya yang tertinggal di belakang karavan, dikuliti oleh suku Indian.

Keluarga Cartwright akhirnya tinggal menetap di Daerah bagian Logan, hanya satu mil perjalanan dari perbatasan Tennessee, di suatu daerah yang dikenal dengan sebutan Rogue's Harbor karena adanya sejumlah besar orang tanpa perlindungan hukum yang tinggal di sana.

Peter tumbuh menjadi seorang anak yang senang berjudi, berkelahi, dan mengikuti judi perlombaan kuda, tetapi saat dia berusia lima belas tahun, dia menghadiri sebuah acara baru di daerah itu,  kebangunan rohani pertemuan kemah. Di sana, dia mengakui dosa-dosanya dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus.

Pertobatan Peter sangat dramatis dan dia selalu berusaha memberi kesaksian di mana pun ia berada. Banyak orang yang memerhatikan kesaksiannya. Pada musim gugur 1802, saat dirinya genap berusia tujuh belas tahun, keluarga Peter pindah melewati tiga wilayah ke arah barat. Saat dia meminta pemimpin Gereja Methodis Episkopal untuk membuatkan surat transfer keanggotaan gereja baginya, dia malah menerima sehelai surat yang memberinya izin untuk membentuk suatu kelompok jemaat baru di daerah liar tanpa gereja.

Tumbuh cukup kuat (seperti yang dikatakannya) "untuk membawa selusin mesin perontok gandum", Cartwright berkuda untuk berkhotbah keliling dan membuat dirinya setiap kali meninggalkan rumah selama empat sampai enam minggu untuk menyebarkan Injil kepada keluarga-keluarga yang tinggal di pedalaman Kentucky, Tennessee, Indiana, Ohio, dan Illinois. Secara teratur, dia mengadakan pertemuan kemah sehingga orang-orang dari berbagai daerah dapat berkumpul selama beberapa lama untuk mendengarkan khotbah, pengajaran, dan pemahaman Alkitab.

Peter Cartwright merupakan orang yang dikagumi atas keberhasilannya dalam mengabarkan Injil dan melawan perbudakan, perjudian, serta minuman keras, tetapi dia (dan hampir semua pengkhotbah pada zaman itu) terkait dalam masalah perselisihan picik. Kaum Baptis berseteru dengan kaum Presbiterian. Kaum Presbiterian berdebat dengan kaum Methodis. Peter Cartwright tidak setuju dengan mereka semua. Walaupun sering kali tampak menggelikan, cara yang dipakainya hampir selalu berhasil dalam mempermalukan para lawannya. Dengan tubuh pendek gemuk seberat 200 pon, dia siap untuk melawan secara fisik bila dirinya tidak mampu mengatasi para pembuat kekacauan, para pengejek, atau para pemuja berhala yang mengganggu pertemuan kemahnya.

Cartwright tidak berpendidikan tinggi dan tidak terkesan dengan pelatihan formal bagi para pengabar Injil. "Hal yang kita perlukan," katanya, "adalah para pengkhotbah yang dapat mendaki tunggul pohon, batang, atau dahan tua, atau berdiri di alas tidur di atas kereta, dan mampu mengutip ayat, menjelaskan, mengabarkan, dan mengamalkan firman Tuhan tanpa catatan atau naskah langsung memasuki hati dan kesadaran orang-orang." Dia hanyalah seorang pria yang berkuda selama lima puluh tiga tahun sepanjang puluhan ribu mil!

Dia meninggal di tanah ladangnya di Pleasant Plains, Illinois, pada tanggal 25 September 1872, sesaat setelah ulang tahunnya yang ke-87.

Sumber: Bio-Kristi

Lihat juga

Komentar


Group

Top