Mengenal Alkitab

Respons Atas Karya Tuhan

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 9 June 2015 - 14:58 | Dilihat : 1552

(Ibrani 10:22-24)

Tabir telah dibuka, kini manusia bisa leluasa menghadap Dia, sang empunya Surga.  Kenajisan yang sebelumnya menjadi penghalang, kini sudah terselesaikan dengan penyucian dari Kristus Tuhan.   Lalu sekarang, apa respons kita, manusia terhadap besarnya kasih dan pengorbanan Kristus tersebut.  Apakah sesudah mendapatkan anugerah yang begitu besar; sesudah mengerti bagaimana Tuhan berkarya, lantas kita menyia-nyiakan anugerah tersebut? Problema seperti ini yang tengah dihadapi oleh jemaat mula penerima surat Ibrani. Mereka yang sebelumnya telah mengenal kebenaran, kini coba menjadikan berita itu sepi dan bahkan berhasrat untuk berpaling muka darinya, berbalik kepada kepercayaan semula.

Kepada penerima suratnya, penulis Ibrani keras mewanti-wanti dan menasihati.  Bagian perikop ini pun isinya tentang nasihat-nasihat yang seyogyanya dilakukan oleh Ibrani, sebagai rspons atas anugerah Tuhan yang besar tersebut.  Kristus telah membuka jalan bagi persekutuan kembali manusia dengan Tuhan.  Karena itu manusia harus meresponinya dengan baik pula.  Ada empat nasihat yang penulis Ibrani tunjukkan, yang kesemuanya diwakili oleh kata “Marilah”.

1.    Marilah menghadap  Allah  dengan hati  tulus ikhlas (10:22).
Bagian ini sudah disinggung minggu lalu.  Bagaimana penulis Ibrani mengajak agar pembacanya dapat selangkah lebih maju mendekat kepada Allah, dan bukanya malah mundur.  Tidak hanya mendekat, tapi juga dibarengi dengan sebuah keikhlasan, sebuah ketulusan, alias minus motivasi negatif.  Menghadap Allah dengan tujuan murni dalam keihlasan diri.  Dengan keyakinan iman yang teguh.  Tidak lagi ada beban kecemasan atau penyangsian iman.  

2.    Marilah teguh berpegang pada pengakuan  tentang pengharapan (10:23)
Di sini penulis Ibrani mengingatkan agar pembacanya tidak hilang pengharapan Tuhan.  Mengajak pembacanya agar memegang teguh pengharapan yang bersumber dari Iman kepada Kristus.  Bahwa Kristus benar-benar adalah Mesias, juru selamat dan tuhan itu sendiri.  Yang jauh lebih besar dari hal apapun yang sebelumnya orang Ibrani anggap besar.  Entah itu ajaran taurat; sosok penting seperti Musa, Abraham  dan malaikat;  yang pengorbanannya sempurna, jauh sempurna dari pada pengorbanan yang biasa dilakukan para imam.  Sebab Kristus tidak hanya menjalankan ritual pengorbanan, tapi Dia menjadi korban itu sendiri.  Kristus berbeda dari imam yang harus terlebih dahulu menjalankan ritual pengampunan dosa bagi dirinya terlebih dahulu, sebelum memintakan ampun dosa bagi umat Israel.  Itu pun pengorbanannya tidaklah sempurna.  Sementar Kristus tidak sedikitpun ada cela atau dosa.  Dia kudus bersih adanya.

3.    Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik (10:23).
Respons terhadap pengorbanan Kristus tidak saja menujuke arah vertikal, terkait relasi manusia dengan Tuhan, tapi anjuran dan nasihat itu juga diarahkan kepada relasi horizontal.  Relasi kepada sesama saudara seiman.  Di sini pembaca surat Ibrani diajak agar saling memperhatikan satu dengan lain.  Saling peduli dan berempati. Yang terekspresi dalam tindakan nyata.  Dalam pekerjaan baik, yang bisa langsung dirasai oleh orang lain. Dengan demikian, tidak hanya iman dan pengharapan mereka kepada Kristus terjaga, tapi soliditas persekutuan antar jemaat juga terjaga dengan baik.  Perbuatan baik yang penulis Ibrani usulkan, bukanlah sesuatu yang reaktif, tapi sesuatu yang aktif dilakukan, tanpa menunggu ada hal-hal tertentu terjadi, baru berbuat baik.

Tiga ajakan penulis Ibrani ini juga ajakan kepada kita di masa ini.  Betapa penting meresponi kasih dan pengorbanan Kristus itu secara menyeluruh. Tidak hanya terkait dengan relasi kita dengan Tuhan, dengan semakin mendekatkan diri dan semakin dalam berhubungan denganNya, tapi juga meresponisnya dalam konteks hubungan kita dengan sesama, yang ditandai dengan saling menjaga, berempati dan simpati dengan sesama.  Amin. Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top