Tokoh

Fred Francis Bosworth

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 8 July 2015 - 13:24 | Dilihat : 1155

Bosworth lahir di daerah pertanian di dekat Utika, Nebraska, tahun 1877 dari pasangan Burton dan Amelia Bosworth. Ayahnya adalah seorang veteran perang. Bosworth diketahui sudah memiliki talenta musik sejak masih kecil. Saat Bosworth berusia 9 tahun, dia menjual sapi dan anak lembunya untuk membeli terompet. Dalam waktu yang singkat, dia bermain di sebuah orkestra di Nebraska sebagai pemain utama. Selanjutnya dia memimpin 20 konser berseri di taman Madison Square di New York.

Saat berusia 16, Bosworth dan adiknya, Clarence, menemui seorang teman, Nona Greene, di Omaha, Nebraska. Nona Greene mengundang Bosworth untuk menemaninya ke pertemuan KKR di gereja Metodis. Pada malam ketiga pertemuan KKR itu, Bosworth meju ke altar dan diselamatkan.

Akan tetapi, sesuatu yang tidak biasa terjadi ketika dia sedang mengerjakan salah satu "usahanya". Dia membantu seorang dokter dalam sebuah operasi terhadap anak laki-laki yang tertembak. Ruangan itu begitu hangat hingga pada saat Bosworth keluar, dia terkena flu parah yang berkembang menjadi masalah paru-paru yang serius. Batuknya semakin parah, dan dia hidup dengan kondisi ini selama 8 tahun.

Akhirnya, dokter memberi tahu Bosworth bahwa dia dalam keadaan kritis dan tidak akan bisa sembuh. Setelah mendengar berita itu, dia cukup bisa mengendalikan dirinya lalu memutuskan untuk pulang dan menemui orang tuanya sekali lagi sebelum dia meninggal. Akan tetapi, Tuhan memiliki rencana lain dalam hidupnya.

Tahun 1906, Charles Parham, orang yang berjasa atas lahirnya gerakan Pantekosta pada abad itu, mengunjungi kota Zion, tempat tinggal Bosworth waktu itu. Parham mengajarkan satu ajaran tentang kepenuhan Roh Kudus. Bosworth merasa Parham memiliki sesuatu yang dia inginkan. Kemudian dia mengaku bahwa ia takut bila ia memberikan semuanya untuk Tuhan. Tuhan akan memintanya untuk berkhotbah.

Tahun 1910, Bosworth dan istrinya Estella pindah ke Dallas, Texas, dan di sana mereka mendirikan sebuah gereja dan mengadakan kebaktian malam. Nama gereja itu adalah First Assembly of God, yang digembalakannya selama 8 tahun. Banyak orang telah diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Kudus.

Di sini, Bosworth belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupi kebutuhan mereka.. Iman mereka bertumbuh luar biasa melalui cobaan ini. Bosworth mengerti apa itu penganiayaan dan perampasan. Pada tahun  1911, orang-orang kulit hitam di Hearne, mereka menariknya dari stasiun, menghajarnya, dan memukulnya dengan pentung kayu yang keras dan patahan dayung perahu. Mereka mengancam Bosworth untuk tidak berkhotbah lagi selama urusannya dengan mereka belum selesai.

Bosworth sedikit pun tidak melakukan perlawanan. Dia menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan berdoa agar Dia tidak membiarkan mereka mematahkan tulang belakangnya. Setelah mereka selesai, daging Bosworth seperti jeli, lumat sampai ke tulang dari punggung hingga lututnya. Herannya, dia hanya mengalami retak di pergelangan tangannya sebelah kiri. Bosworth tidak dibiarkan naik kereta dari Hearne, dia harus berjalan hampir 16 km ke Calvert untuk pulang ke rumahnya pada keesokan harinya.

Kemudian Bosworth menjadi anggota Aliansi Kristen dan Misi. Bersama saudaranya, Bert, dan istri mereka, mereka melakukan kampanye penginjilan di seluruh Amerika Serikat. Tahun 1919, dalam pertemuan di Pittsburg, tercatat ada kira-kira 5.000 petobat baru. Di Detroit, bulan Januari 1921, seorang wanita yang buta disembuhkan. Peritiwa ini merupakan salah satu dari penyembuhan yang paling dramatis yang Tuhan kerjakan melalui pelayanan Bosworth. Dari tahun 1952 hingga matinya tahun 1958, Bosworth mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan penginjilan di Afrika.

Lihat juga

Komentar


Group

Top