Sapaan Gembala

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Penulis : Pdt Netsen | Wed, 19 August 2015 - 11:29 | Dilihat : 34140

Ketika Allah menciptakan manusia pertama, Allah telah mendesain manusia sedemikian rupa. Manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26). Selanjutnya, Allah mempercayakan kepada manusia untuk bertanggungjawab dalam mengusahakan, menata dan mengelola seluruh semesta. Allah menjadikan manusia sebagai rekan sekerjanya. Allah memberi mandate kepada manusia. Sungguh, ini seharusnya merupakan kebanggaan yang seyogyanya membuat manusia takluk pada Penciptanya, bersyukur dan mengagungkan nama-Nya.

Menyadari kebesaran dan keagungan Tuhan yang luar biasa yang berbanding bagai bumi dan langit dengan kehinaan dirinya, Daud berkata; apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: (Mzr. 8:5-7). Allah adalah Allah yang setia, dalam kedaulatan dan dalam cinta kasih-Nya, manusia yang telah gagal dalam mentaati perintah-Nya. Manusia yang telah berdosa dan telah menjadi hina, diingat dan diindahkan oleh Allah. Allah memperbaharui manusia dan menjadikannya rekan untuk menata dan mengelola ciptaan lainnya dengan bertanggungjawab.

Ketika kita membaca Perjanjian Baru, kita pun menemukan bagaimana Yesus, ketika Ia memulai pelayananNya, memanggil orang-orang untuk menjadi muridNya. Kepada beberapa nelayan yang Ia jumpai, Ia berkata; “Mari, ikutlah AKu, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19). Ia memanggil mereka untuk menjadi rekan bagiNya. Dia mengajar, membimbing dan mengutus para muridNya untuk memberitakan Injil. Yesus, menjadikan para murid rekan tidak hanya ketika Ia masih ada di dunia. Tetapi, sebelum Yesus naik ke Surga, Ia pun tetap para murid untuk mengabarkan Injil. Ia memberikan mandate dan mengutus mereka (Mat. 28:18-20; Kis. 1:8). Apa yang Yesus sampaikan kepada para muridNya menjadi kekuatan yang besar dan semangat yang menggairahkan bagi orang percaya untuk menyadari bahwa kita adalah rekan sekerja Allah. Kepada jemaat di Korintus Paulus mengatakan; “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah” (1 Kor 4:1). Kata “dipercaya” dikaitkan dengan hamba, budak yang menduduki tempat yang tinggi di rumah dan memiliki tanggung jawab besar dalam rumah tuannya. Seperti di PL Yusuf dijual ke Mesir dan bekerja di rumah Potifar. Ia menjadi kepala dari rumah tangga Potifar. Ia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga di rumah Potifar. Potifar tidak perlu tahu lagi, siapa yang membersihkan rumahnya dan menyediakan makanan karena Yusuf yang mengatur semuanya dan bertanggungjawab. Itulah seorang yang dipercaya. Kita adalah orang yang dipercayakan rahasia Allah, Yaitu Injil Allah yang diberitakan dan dinyatakan dalam setiap kehidupan kita.

Ketika Allah mengerjakan karya keselamatan dalam diri orang percaya, Ia melengkapi orang-orang kepunyaanNya untuk setiap perbuatan baik (1 Tim. 3:17). Karena itu, kepada orang-orang percaya yang diaspora, Petrus mengingatkan mereka, bahwa mereka adalah rekan sekerja Allah Untuk menjadi rekan sekerja Allah, mereka harus saling melayani berdasarkan karunia yang dianugerahkan kepada mereka, karena mereka adalah sebagai pengurus yang baik dari kasih karuni Allah (1 Pet. 4:10). Melakukan perkerjaan yang baik, yang telah dipersiapkan Allah, itulah yang dikehendaki Allah bagi orang yang telah ditebus-Nya.

Dengan demikian menjadi rekan sekerja Allah, panggilan Allah kepada tiap orang percaya untuk menjadi saksi bagiNya di setiap lini kehidupan. Karena itu, sudah semestinya rasa syukur yang tidak pernah berhenti harus mengalir dari hidup orang percaya, karena Allah tidak hanya memberi keselamatan kepada orang percaya, tetapi juga melibatkan orang percaya dalam melayani-Nya. Anugerah Allah ini tentunya bukan untuk orang percaya berbangga diri, apalagi arogan, tetapi sebaliknya sadari diri dan hidup dalam kerendahan hati, melayani Dia dan melayani sesama, hidup mejadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top