Tokoh

Cyprianus: Seorang Hamba Tuhan Yang Gigih

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 19 August 2015 - 11:32 | Dilihat : 1225

Cyprianus merupakan sosok yang menarik, terutama sebagai manusia yang jujur dan seorang uskup yang dengan ramah dan bijaksana memimpin jemaatnya. Cyprianus dilahirkan sebagai putra dari satu keluarga yang kaya raya di Kartage. Kira-kira pada tahun 246, pada umur sekitar 40 tahun, Cyprianus bertobat menjadi Kristen berkat hubungannya dengan seorang pendeta bernama Caecilius.  Cyprianus melukiskan bagaimana kehidupannya sebelum bertobat menjadi Kristen sebagai berikut: "Bagaikan orang buta, waktu itu saya lari ke kiri dan ke kanan, tanpa tujuan pada malam gelap gulita, diombang-ambingkan di atas lautan dunia yang bergelora. Saya melayang-layang tanpa pengetahuan yang benar tentang hidup, jauh dari kebenaran dan terang. Melihat tingkah laku saya waktu itu, saya merasa berat dan mustahil untuk melaksanakan perintah Allah yang merupakan jalan keselamatan."

Sesudah Cyprianus menerima sakramen baptisan yang kudus, ia pun bertobat secara radikal, 2 tahun kemudian sesudah dibaptis (248), Cyprianus dipilih sebagai uskup jemaat Kartage, ibukota provinsi Afrika Utara. Tidak lama ia menggembalakan jemaat dengan tenang. Pada tahun 249, Kaisar Decius naik takhta. Decius adalah seorang yang bersemangat untuk menyelamatkan kekaisaran Romawi, Dan waktu itu, orang-orang Kristen diduga tidak setia kepada negara, sebab mereka tidak ikut dalam kultus kaisar. Mulailah penghambatan hebat, yang terutama ditujukan kepada pemimpin-pemimpin gereja.

Cyprianus menggembalakan jemaatnya dari persembunyiannya dengan jalan surat-menyurat, dan setelah Decius meninggal, maka Cyprianus kembali memimpin jemaatnya. Dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, Cyprianus berselisih dengan Stephanus, uskup Roma, mengenai sah atau tidaknya baptisan gereja bidat. Menurut Cyprianus, baptisan gereja bidat tidak sah. Sebaliknya, Stephanus berpendapat bahwa baptisan gereja bidat adalah sah. Dasar pendapat Cyprianus adalah tidak seorang pun di luar gereja dapat melayani sakramen. Gereja bidat berada di luar gereja, di luar uskup, bahkan mereka bukanlah orang Kristen. Cyprianus berkata, "Uskup dalam gereja dan gereja dalam uskup dan jika ia tidak bersama uskup maka ia tidak berada dalam gereja." demikian pendapat Cyprianus. Gereja adalah ibu orang percaya.

Untuk pertama kalinya, muncul dalam pertentangan ini soal primat yurisdiksi dari uskup Roma. Persoalan primat uskup Roma dibahas oleh Cyprianus dalam bukunya, "De Unitate Ecclesiae" (Kesatuan Gereja). Ia mengatakan bahwa uskup adalah wakil dan jaminan kesatuan gereja karena dia dihubungkan dengan teman-teman dalam jabatan uskup oleh karena dasar jabatannya yang sama, yaitu jabatan para rasul. Dari antara para rasul, Petruslah yang memunyai posisi khusus karena kepadanya diserahkan kuasa untuk melepaskan dan mengikat. Karena kuasa itu diserahkan oleh Kristus, dan hanya kepada satu orang rasul saja, maka itu berarti kesatuan gereja ditetapkan oleh Kristus.. Jemaat Roma dihormati secara istimewa karena Petrus bekerja dan mati di sana. Hak uskup Roma untuk mengadakan campur tangan langsung dalam jemaat lain dengan memberi perintah, ditolak oleh Cyprianus.

Pada tahun 257, penghambatan pecah lagi di bawah pemerintahan Kaisar Valerianus. Sekarang Cyprianus tidak berusaha untuk melarikan diri lagi. Dengan berani, Cyprianus mengakui dirinya sebagai seorang Kristen dan uskup. Cyprianus berkata sebagai berikut: "Saya seorang Kristen dan uskup. Saya tidak mengakui dewa-dewa lain di samping Allah yang satu dan benar itu, yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Kami orang Kristen mengabdi kepada Allah, kepada Dia kami berdoa siang dan malam untuk kami dan untuk semua orang. Karena pengakuan ini, Cyprianus dibuang ke kota Curubis dan ia berdiam di sana beberapa waktu lamanya. Kemudian Paternus diganti oleh Galerius Maximus yang memanggil Cyprianus untuk diadili sekali lagi. Cyprianus tetap berpegang kepada kepercayaannya. Maximus menjatuhkan hukuman mati kepada Cyprianus dan dijawabnya dengan mengatakan: "Syukur kepada Allah" Cyprianus menjalani hukuman mati sebagai martir pada tanggal 14 September 258. Sumber: google.com

Lihat juga

Komentar


Group

Top