Tokoh

Keith Green

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 19 August 2015 - 11:37 | Dilihat : 1287
Keith Green berusia 15 tahun ketika pertama kali dia kabur dari rumah. Dia mulai menulis jurnal selama bertahun-tahun dia mencari petualangan musikal dan kebenaran rohani. Keith memiliki latar belakang Yahudi, tetapi saat tumbuh dewasa dia membaca Perjanjian Baru. Dia menyebutnya “kombinasi aneh” yang membuatnya berpikiran terbuka, namun tidak merasa puas. Pencarian jati dirinya membuatnya lari kepada obat-obatan, praktik mistik, dan seks bebas. Ketika Keith berumur 19 tahun, dia bertemu dengan teman sesama musisi yang bernama Melody. Mereka pun menikah setahun kemudian, tetapi pencarian rohaninya terus berlanjut. Kemudian, ketika dia hampir kehilangan harapan, Keith menemukan kebenaran yang dia cari. Semenjak berusia 21 tahun, dia tidak kembali lagi kepada kehidupan lamanya.

Apa yang dulu pernah membingungkannya, kini menjadi masuk akal. Dengan bangga dia berkata kepada dunia, “Saya seorang Kristen Yahudi.” Tidak lama setelah Keith membuka hatinya untuk Yesus, dia dan Melody juga membuka rumah mereka untuk pelayanan. Siapa pun yang membutuhkan, ingin lepas dari obat-obatan, atau meninggalkan jalanan, disambutnya. Tentu saja, mereka juga mendengar banyak hal tentang Yesus. Bukan hanya hidup Keith yang mengalami perubahan radikal, namun sebagai penulis lagu dan musisi hebat, musiknya pun berubah.. Lagu-lagunya kini mencerminkan kesungguhan hati yang besar untuk menemukan Yesus dan menyadari bahwa hidupnya sendiri telah berubah secara radikal. Kualitas kerohanian Keith tidak hanya membuatnya keluar dari zona nyaman, tetapi juga membawanya melampaui kapasitasnya sendiri.

Meskipun agak enggan, Keith terdorong untuk terlibat dalam pelayanan “Yohanes Pembaptis”, yang mengajak orang-orang percaya untuk sadar diri, bertobat, dan hidup seperti apa yang mereka percayai. Keith merasa dia pasti telah lebih dulu bertemu dengan Yesus seandainya ia tidak menjalani kehidupan ganda. Dia membuat jemaat terusik dengan berkata, “Jika Anda memuji dan menyembah Yesus dengan mulut Anda, namun hidup Anda tidak memuji dan menyembah Dia, pasti ada sesuatu yang salah!” Lagu-lagu Keith sering lahir di tengah-tengah masa pergumulan rohaninya. Dia menunjuk dirinya sendiri, dengan menulis lirik yang jujur dan pedas, namun dia menyediakan ruang bagi Allah untuk menyadarkan sebagian dari kita juga. Dia tahu perjalanan ke surga sering kali memutar melalui lembah berlumpur dan dia tidak melihat sesuatu yang bernilai dalam menggambarkan hal sebaliknya.

Bagi Keith, bertemu Yesus adalah satu hal penting. Berusaha menjadi seperti Dia adalah perkara lain. Setelah berjuang selama bertahun-tahun untuk mengukur kekudusan Allah. Saat mempertanyakan penebusan dirinya sendiri, Keith mendapatkan pengertian yang lebih dalam tentang pengorbanan Yesus di kayu salib -- untuk mengampuni dosa-dosanya dan untuk menyelubunginya dengan kebenaran-Nya. Ini bukan berarti Keith menjadi kurang peduli akan kemurnian dan kekudusan. Namun, kini dia lebih termotivasi oleh kasih, alih-alih ketakutan dalam pencariannya akan Yesus.

Selama di dunia, Keith bergumul dengan hal-hal yang sama dengan yang kita pergumulkan -- kedisiplinan, tenggat waktu, masalah-masalah yang menyita perhatian. Dia memunyai pekerjaan sebagai pengarang lagu dan keluarga yang bertumbuh. Dia juga memuridkan 70 orang percaya yang datang menjadi anggota Last Days Ministries (Pelayanan Akhir Zaman

Selama 7 tahun yang singkat mengenal Yesus, Tuhan membawa Keith dari konser dengan 20 penonton atau kurang menuju stadion yang dipadati 12.000 orang yang datang hanya untuk mendengarkannya. Albumnya termasuk laris dan ketika dia mulai membagi-bagikan albumnya seharga berapa pun yang bisa dibayar setiap orang, beberapa orang salah paham. Pandangan-pandangannya sering menjadi sesuatu yang kontroversial, tetapi tidak pernah membosankan. Kemunculan di televisi dan radio menjadi hal yang biasa baginya. Walaupun begitu, hati Keith hanya ingin menyenangkan Tuhan dan membangun Kerajaan-Nya, bukan kerajaannya sendiri.

Dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 28 Juli 1982, Keith berpulang kepada Bapa. Saat itu Keith masih berusia 28 tahun. Meskipun Keith kini bersama dengan Yesus, kehidupan dan pelayanannya masih sangat berdampak bagi dunia. Lagu-lagu dan cara penyampaiannya yang begitu menggebu-gebu tetap mengubah hidup. Tulisan-tulisannya pun diterjemahkan ke banyak bahasa. Keith pernah berkata, “Ketika saya mati, saya hanya ingin diingat sebagai orang Kristen.” Sungguh, dia mencapai tujuannya, dan mungkin, sedikit lebih tinggi./biokristi

Lihat juga

Komentar


Group

Top