Sapaan Gembala

Semangat Reformasi

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 19 August 2015 - 13:15 | Dilihat : 1164

Siapa yang tidak mengenal kata Reformasi? Secara umum rakyat Indonesia begitu mengenal reformasi yang dikumandangkan para mahasiswa/I pada diakhir-akhir kepemimpinan Presiden ke 2 (Soeharto). Melawan otoritas pemimpin, dengan tujuan: memperbaharui tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Semangat yang begitu bergelora, dibarengi air mata dan darah, bahkan nyawa sekalipun menjadi taruhan pada waktu itu. Namun sangat disayangkan, ketika semua sudah terjadi, perjuangan seakan sirna, berhenti tanpa harapan.

Bagaimana dengan Gereja? Sejarah gereja mengisahkan, khususnya di abad 15-16, bagaimana sebuah perjuangan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh reformasi, untuk mereformasi pandangan-pandangan pimpinan gereja yang mulai bergeser dari Alkitab. Berjuang demi mewujudkan pandangan yang benar sesuai kebenaran firman Tuhan, mereka tidak luput dari  tantangan dan rintangan.

Marthin Luther, dalam tulisan 95 dalilnya bukan hal yang sederhana yang terjadi pada waktu itu. Dikatakan bahwa, jaman itu, otoritas Paus sangat diutamakan dan menjadi yang terpenting. Paus berkuasa untuk mengampuni dosa manusia, yang nyatanya bertentangan dengan alkitab. Sehingga Luther menulis 97 dalil (tesis) untuk disampaikan kepada pemuka-pemuka agama pada waktu itu, tapi sayang semua yang ditulisnya tidak membuahkan hasil apa-apa (suratnya tanpa balasan). Beberapa isi dalilnya berbunyi: “Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecuali dengan menyatakan dan menjaminnya telah diampuni Allah.  Jadi, para pengkhotbah pengampunan dosa, yang berkata bahwa dengan surat pengampunan dosa dari Paus, seseorang dibebaskan dan diselamatkan dari semua hukuman, melakukan kesalahan.  Sehingga, dengan berjalannya waktu Luther kembali menuliskan 95 dalilnya, dan dengan berani ia mendatangi gereja, dan memakukan tulisannya di pintu gereja. Sebuah keberanian yang tinggi dilakoninya demi melawan petinggi-petinggi gereja (Paus) pada waktu itu. Tulisan bahasa Latin menempel di pintu gereja, memberi isyarat penting pada waktu itu. Karena tujuannya bukan untuk jemaat gereja tetapi menentang ajaran-ajaran para pemimpinnya.

Dalam Injil Lukas 19:45-47 dikatakan “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia”. Jauh sebelum kisah Tokoh-Tokoh Reformasi yang kita kenal, Yesus Kristus sudah melakukan reformasi terlebih dahulu. Bagaimana Yesus melawan pemuka-pemuka agama yang menjadikan Bait Allah  sebagai tempat penjahat untuk bersembunyi dalam dosa. Mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan kebenaran. Yesus mengadakan pembaharuan, sekalipun nyawa menjadi taruhan.

Gereja di jaman modern ini, sangat amat dipengaruhi dengan kehidupan yang dimanjakan. Gereja  hanya memikirkan bagaimana supaya gedung gereja itu indah, bagaimana supaya jemaat nyaman beribadah, bagaimana supaya ibadah berjalan dengan baik. Apakah hanya itu semangat yang kita harapkan? Gereja di bawah kepada suasana apa yang kita inginkan. Semangatnya tampak berubah, tetapi bukan pada inti nilai hidup kekristenan. Harusnya gereja dibimbing dan diarahkan pada apa yang diinginkan oleh Sang Pencipta dan bukan sebaliknya. 

Dewasa ini, banyak orang Kristen ke gereja, tapi hidupnya tidak berubah. Membaca alkitab, tetapi tidak melakukannya. Sangat disayangkan rutinitas ibadah lebih diprioritaskan, namun semua hanya sekedar mengisi waktu kosong tanpa menghasilkan buah kebenaran dalam hidup.

Semangat reformasi adalah pembaharuan hidup. Mencintai Firman Tuhan dan mengaplikasikannya adalah perjuangan kita. Jangan sampai kita hanya mengimani iman Kristen, tetapi tidak menghidupinya. Jaman terus maju, kehidupan makin berubah. Masihkah kita memiliki semangat reformasi dalam hidup kita?

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top