Pelita

Istri Hebat & Memikat

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Mon, 9 November 2015 - 09:33 | Dilihat : 1793

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Amsal 31:10-15

Memahami dan menjalani kehidupan dalam lika-liku berumah tangga memang tak mudah karena ternyata tak seindah mimpi atau kisah hidup di negeri dongeng.  Memang itulah realitanya, benturan, tantangan dan kesalahpahaman datang silih berganti bagaikan tamu tak di undang. Namun meskipun demikian, tak perlu takut atau gentar untuk mengarungi bahtera rumah tangga karena memang tak selamanya pernikahan itu menuai hasil yang pahit.  Ada duka tetapi juga banyak sukanya.  Bukan hanya di era kita hal itu terjadi tetapi di zaman dahulu kala pun pengalaman itu terasa dan dialami.  Karena itu, pasangan pilihan yang dianggap oleh seseorang sempurna sekalipun pun, tak tentu pasti mendatangkan kebahagiaan seperti harapan.  Maka, penting bagi seseorang dalam memahami perannya di ruang hidup berumah tangga ketimbang mempunyai ribuan tuntutan kepada pasangan. Bahkan seorang Raja sekalipun sangat membutuhkan wejangan yang menghidupkan.  

Kitab amsal 31 ini mencatat tentang wejangan hikmat yang diterima oleh Lamuel, raja Masa dari Ibunya. Lamuel dalam bahasa Ibrani berartidipersembahkan kepada Allah.  Di dalam ayat 1 – 9, nasihat itu dia terima khusus bagi dirinya.  Namun di ayat 10 – 31, nasihat itu diberikan khusus kepada pasangannya atau untuk istrinya. Nasihat yang bijak dari orang tua kepada anaknya yang hendak mencari pasangan tentu sangat diperlukan dan dibutuhkan.  Bagaimana pun juga, mereka telah banyak menikmati asam dan garam.  Jangan pernah mengabaikannya.  Terutama bagi pria-pria dewasa yang hendak menentukan pilihan atau yang sedang bergumul dalam mengarungi pernikahan, kiranya nasihat di dalam amsal ini bisa menjadi pegangan.

Kecantikan wanita sering kali hanya dipuja menurut tampilan fisik saja.  Namun sebenarnya yang paling utama dan sangat diperlukan adalahinner beauty-nya. Karena tampilan fisik tidak selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Berkali-kali saya mengikuti camp pria, kisah-kisah yang sangat mengerikan terjadi di dalam rumah tangga Kristen, ternyata pelaku kekerasan bukan hanya dari sang pria kepada wanita tetapi juga dilakukan oleh wanita kepada pria. Sungguh mengerikan, sehingga bukan menjadi rahasia umum lagi kalau ada suami-suami takut istri.  Kedengarannya hanya seperti judul sinetron saja, namun itulah realita yang tak dapat dipungkiri dan tak mudah dimengerti.  Karena itu menurut amsal, istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada nilai permata.  Menemukan istri yang cakap itu tidak mudah tetapi istri yang cantik mungkin saja.  Istri yang punya uang, punya pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan, punya harta warisan dan punya jabatan itu bisa saja mudah.  Tetapi istri yang cakap sulit ditemukan. Mengapa demikian? Karena di dalam kecakapan tersimpan rahasia yang mengagumkan; ia berbuat baik, mahir, sanggup, mampu dan pintar berkarya dalam bahtera keluarga.  Itu membuatya layak disebut lebih berharga daripada nilai permata.

Mempunyai harga lebih dari nilai permata tentu sangat mengagumkan, terutama dalam realita dunia hedonisme dan matrealisme. Tantangan seorang wanita dalam dunia modern ini adalah bagaimana dia sanggup meletakkan nilai diri bukan pada penampilan, bukan juga pada uang dan bukan pada materi.  Inilah yang menjadikannya begitu istimewa.  Istri yang demikian, membuat hati suami percaya kepadanya. Karena apa? Karena ia sanggup mengatur dirinya sedemikian rupa.  Kepercayaan itu memang mahal harganya. Bila suami percaya tentu istri menjadi bahagia, namun bila suami sudah tidak percaya itu menjadi bahaya. Tak ada makna dalam menjalani rumah tangga. Karena itu, buatlah hati suami percaya kepada anda. Tumbuhkan rasa kepercayaan dan jangan hanya terjebak dalam basa basi hubungan rumah tangga yang sekedar dijalani tanpa ada quality. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang punya rasa saling percaya. Di dalam kepercayaan ada keuntungan yang bisa dinikmati bersama bersama.  Ketika suami percaya kepada istrinya, maka sang istri yang mendapatkan kepercayaan itu tidak merasa dikekang, dicurigai dan ia pasti merasa dihargai, sebaliknya suami yang mempercayakan itu merasa lega dan tenang karena ia telah percaya kepada orang yang dapat dipercaya.  Keuntungannya adalah suami merasa istrinya bukan beban tetapi istrinya sangat menolong dalam semua urusan yang diemban. Dia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.  

Memilih istri tentu harus hati-hati karena ternyata ada istri yang suka berbuat jahat kepada suami, apalagi kejahatannya bisa berlangsung seumur hidup. Bila salah memilih pasangan maka penderitaan seumur hidup pun bisa di alami seseorang.  Sungguh mengerikan bukan, bila ternyata kita menikahi orang yang jahat kepada kita selamanya.  Begitu banyak istri yang jahat.  Mereka menikahi pria bukan karena cinta tetapi karena harta.  Ujung-unjungnya menunggu kucuran dana bahkan ada yang belak-belakan mendoakan agar suaminya cepat meninggal dunia saja supaya dia bisa menguasai semua harta benda yang ada.  Tetapi istri yang baik tidak demikian, ia selalu berbuat baik kepada suaminya, dan kebaikan itu dinikmatinya sepanjang umurnya.  Ia menghormati mertuanya, ia akur dengan saudara-saudara suaminya, tak diragukan lagi dia juga mampu berbuat baik kepada tentangga. Dia rela dirinya menjadi penolong yang setia bagi suaminya tanpa merasa dihamba dan terhina. Semua urusan dirinya dan rumah tangga dia kelola sedemikian rupa tentu untuk kebahagiaan bersama.  Dan mampu mengelola rahasia keluarga sehingga tidak masuk ke telinga tetangga.  Dan, ia juga senang bekerja dengan tangannya, tidak malas-malasan atau suka tidur-tiduran. Kemalasan seringkali menggoda wanita, ada sejuta satu alasan untuk berkata tak ada selera untuk bekerja apalagi berkarya.  Ia bangun tidur lebih cepat dan menyediakan sarapan bagi suami dan anak-anaknya.  Tentu saja, kasih yang nyata oleh wanita kepada suami dan anak-anaknya dapat terlihat dari caranya mempersiapkan hidangan di meja makan.  Ia tidak pernah membiarkan keluarganya kelaparan.  Bahkan pengaturan kerja pelayan-pelayanpun dikerjakannya. 

Menjadikan diri sebagai penolong suami disetiap lini dan cakap beraksi dengan kesungguhan hati tentu sangat terpuji dan di nanti-nanti. Kelola dan bijak memelihara romantika rumah tangga akan menciptakan suasana yang penuh makna. Akhirnya, kiranya apa yang di damba terwujud dengan nyata untuk kemuliaan Bapa di Surga.

Lihat juga

Komentar


Group

Top