Mengenal Alkitab

Pilihan Yang Berbahaya

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 22 December 2015 - 10:03 | Dilihat : 1920

Ibrani 12:18-29
Allah tidak berubah. Sejak dulu, sekarang, dan selamanya, Ia tetap Allah yang kudus dan tidak pernah berkompromi dengan dosa. Ia pasti akan menghukum orang yang tidak bertobat. Akan tetapi, Allah pun tidak berubah dalam kasih-Nya. Ia senantiasa siap untuk mengampuni dan memulihkan orang yang bertobat.

Sekali lagi, penulis Ibrani mengingatkan bahwa orang Kristen tidak lagi harus hidup dalam ketakutan akan hukuman Allah yang dahsyat, seperti yang pernah terjadi pada umat Israel, ketika Allah datang menghampiri mereka di Gunung Sinai (ayat 18-21).  Seperti kita tahu, ketika itu bangsa Israel berkumpul di gunung Sinai untuk menerima 10 Hukum Taurat, kilat dan petir menyambar-nyambar dan bunyi guntur berguruh secara mengerikan. Bangsa Israel segera mundur dan tidak mampu menghampiri hadirat-Nya karena ketakutan yang luar biasa. Ketakutan yang muncul akibat dosa mereka.  Betapa berbeda kondisi itu dengan keadaan ketika di Bukit Zion, gunung anugerah Allah dimana umat manusia dipanggil untuk datang ke hadirat Allah dengan penuh keberanian.

Gunung Sinai dan Bukit Sion melambangkan kehadiran Allah yang menghukum manusia berdosa dan kehadiran Allah yang memberkati.  Namun amat sangat disayangkan, penerima surat Ibrani justru lebih senang berada dan meposisikan diri seperti ketika mereka digunung sinai. Padahal, pilihan itu, seperti dicatat penulis Ibrani, membuat mereka sedang dalam bahayabesar. Mereka memilih sistem pengorbanan yang tidak sempurna daripada pengorbanan Kristus yang sekali dan untuk selamanya, memilih legalisme yang sia-sia daripada Injil kasih karunia.

Umat Tuhan memang sudah mendapatk anugrah yang luar biasa dari Allah. Tapi Allah juga menuntut agar umat konsisten pada imannya. Jangan undur, apalagi menolak Dia yang berbicara langsung dari surga, karena mereka yang menolak Allah yang berbicara dari bumi saja menerima hukuman yang mengerikan. Jika kita tidak mau mengikuti-Nya, jika kita tidak mengasihi-Nya, dan jika kita tidak berserah kepada-Nya, apa artinya? Tidak ada kesempatan emas untuk kedua kali. Kelak Allah akan menggoncangkan langit dan bumi hingga musnah, sebab seluruh alam semesta ini bukanlah realita yang sesungguhnya. Hanya kerajaan-Nya dimana Kristus sebagai Tuhan dan Rajanya, terdapat realita yang sesungguhnya.

Ya, lagi-lagi dan lagi-lagi penulis Ibrani tak henti mengingatkan, tak henti menasihati para pembacanya agar mereka tidak lagi memikirkan untuk berpaling dari Allah (ayat 25). Sebab penolakan terhadap Allah sama saja dengan menolak kedaulatan Sang Pemilik alam semesta dan hidup ini (ayat 26). Sebaliknya, mereka harus sujud menyembah Dia dan melayani-Nya dengan penuh ucapan syukur (ayat 28).

Hormat dan takut orang Kristen kepada Allah berbeda dari rasa takut orang-orang berdosa, sebab orang Kristen telah diampuni dosa-dosanya oleh Kristus. Takut bagi orang Kristen bermakna tidak ingin menyakiti ataupun mengecewakan Tuhan karena Dia sudah menebus umat-Nya. Oleh karena itu, hormat dan takut umat Tuhan harus kita wujudkan dalam ibadah dan ucapan syukur serta kehidupan sehari-hari yang berorientasi memuliakan Dia.  Slawi/ Sabda.org

Lihat juga

Komentar


Group

Top