Mengenal Alkitab

Memelihara Kasih

Penulis : Pdt Netsen | Thu, 11 February 2016 - 11:54 | Dilihat : 8319

(IBRANI 13:1)

Memasuki pasal 13, penulis Kitab Ibrani memulai dengan sebuah kalimat yang singkat, tegas penting dan mengandung makna yang dalam. “Peliharalah kasih persaudaraan! (Ibr. 13:1). Ini merupakan suatu perintah kepada penerima dan pembaca mula-mula, supaya mereka memelihara kasih, hidup dalam kasih sebagai saudara dalam Tuhan.

Kasih Persaudaraan dalam bahasa aslinya berasal dari gabungan dari kata Fhileo yang artinya kasih tulus tanpa menuntut imbalan atau balasan dan Delfho yang artinya ikatan persaudaraan yang kuat. Jika kedua kata ini digabungkan, maka muncullah kata Filadelfia yang merupakan kata yang menggambarkan kasih persaudaraan. Ini merupakan pesan yang wajib untuk dihidupi oleh semua gereja dan orang percaya di muka bumi ini.

Sedangkan sebutan persaudaraan di dalam kehidupan orang percaya mula-mula adalah mengacu kepada hubungan mereka dalam Tuhan (bd. 1 Tes. 4:9-10; 1 Pet. 1:22; 2 Pet. 1:7). Orang-orang yang telah terikat dalam kasih Allah menyebut satu sama lainnya sebagai saudara. Sebutan “saudara” terhadap satu sama lainnya ingin menggambarkan betapa orang percaya hidup dalam kebersamaan, sepenanggungan, terikat dan saling mengasihi. Persaudaraan yang terjalin dalam kasih Kristus adalah persaudaraan yang tanpa memandang suku, ekonomi, sosial dan budaya. Di dalam dan oleh Kristus, mereka yang jauh sudah menjadi dekat. Yang seteru telah diperdamaikan. Betapa kuasa kasih Allah mengikat erat persaudaraan mereka. dalam keberbagaian yang ada, kini mereka telah menjadi satu dalam Kristus. Orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, keluarga Allah. Dimana Kristus adalah Kepala. Itulah gereja.

Adalah menarik jika melihat Penulis Ibrani kemudian melanjutkannya dengan "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (ay 2). Begitu pentingnya kita untuk memelihara kasih persaudaraan sehingga dengan melakukannya bisa berarti bagai sedang menjamu malaikat-malaikat. Tidak perlu mencari sosok berkilauan dengan sayap putih bersih, karena mereka bisa jadi tampil seperti orang biasa, bahkan dalam wujud yang tertolak bagi dunia sekalipun. Tapi apakah kita perlu memastikan dulu bahwa mereka adalah malaikat baru kita tergerak untuk menolongnya? Tentu tidak. Karena apakah mereka malaikat atau bukan, pesan kasih persaudaraan tetap berlaku sama terhadap kita semua anak-anak Tuhan di muka bumi ini.

Sebuah gereja dan jemaat yang diberkati seharusnya memiliki kasih persaudaraan sebagai landasan utamanya. Jangan menjadi sebuah ikatan yang eksklusif, yang hanya terbatas pada dinding atau sekat-sekat yang justru semakin bertolak belakang dari pesan kasih tanpa pamrih seperti yang diajarkan oleh Kristus sendiri. Pada kenyataannya Alkitab bercerita begitu banyak mengenai kasih, dan ini menggambarkan betapa pentingnya bagi kita anak-anakNya untuk selalu hidup dalam kasih. Kasih persaudaraan merupakan sebuah bukti apakah kita sudah mengenal Tuhan yang kita sembah (band. 1 Yohanes 4:7-8). Dan ingatlah pula bahwa "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (ay 16).

Dalam bagian lain Matius 25:34-36 menjelaskan bentuk konkret kasih persaudaraan yang tidak memandang latarbelakang apapun dalam menyatakan kasih Allah kepada sesama kita. Hari ini marilah kita belajar menjadi gereja atau jemaat yang memiliki kasih persaudaraan dalam diri kita. Sudahkah kita mengenal atau setidaknya menyapa siapa yang duduk di sebelah kita? Sudahkah kita memberi salam kepada tetangga kita? Mulailah dari hal-hal sederhana dan mudah sebelum kita melangkah lebih jauh dalam mengasihi sesama. Hiduplah dan peliharalah kasih persaudaraan senantiasa.

Sungguh, memelihara kasih persaudaraan tak sekedar perintah Penulis Kitab Ibrani kepada para penerima dan pembaca surat tersebut. Tetapi menjadi perhatian dari kitab-kitab lain (1 Tes 4:9). Memelihara kasih persaudaraan adalah perintah Allah kepada para pengikut-Nya (Band. 1 Yoh. 4:11). Mengingat orang percaya telah menerima kasih dari Allah, sehingga hidup orang percaya bukan hidup yang berorientasi pada diri, tetapi hidup bagi Tuhan dan bagi sesama. Hidup orang percaya adalah hidup dalam persekutuan, yang menuntut untuk saling mengasihi. Kasih bukan sekedar pengetahuan teoritis, namun harus nyata dalam laku hidup sehari-hari. Kasih harus dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain, entah itu dalam keluarga, masyarakat, dan dalam gereja. Betapa Kasih persaudaraan harus dipelihara. Salah satu bukti nyata dari kehidupan Kristen ialah cara orang Kristen berelasi dengan sesamanya. Pdt.Netsen

Lihat juga

Komentar


Group

Top