Mengenal Alkitab

John Witherspoon, Tokoh Penting Dalam Gereja Presbiterian

Mon, 15 February 2016 - 11:40 | Dilihat : 1263

John Witherspoon lahir pada tanggal 5 Februari 1722 di Skotlandia. Ayahnya adalah seorang pendeta di Paroki Yester di Skotlandia. Ketika berumur 14 tahun, John Witherspoon kuliah di Universitas Edinburg dan memperoleh izin untuk mengajarkan Injil saat berumur 21 tahun. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta di Paroki Beith, di Skotlandia Barat, pada tahun 1745. Tidak lama kemudian, beliau menikahi Elizabeth Montgomery.

Pada bulan Januari 1746, Witherspoon dipenjara saat terjadi Pertempuran Falkirk [perang pertama untuk merebut kemerdekaan Skotlandia, Red.]. Pertempuran ini adalah bagian dari pemberontakan kaum Yakobit (pengikut James VII dari Inggris) yang meminta keluarga Stuart (James Francis Edward Stuart) kembali bertakhta di Kerajaan Inggris Raya. Pasukan istana dikalahkan oleh kaum Yakobit dalam pertempuran ini. Witherspoon dilibatkan dalam masalah istana dan dipenjara di Kastil Doune. Beliau dibebaskan setelah pertempuran Culloden Moor pada bulan April 1746. Dalam pertempuran itu, gerakan kaum Yakobit berakhir dengan kekalahan.

Selagi menjadi pendeta di Beith, Witherspoon menerbitkan empat karya pentingnya: "Ecclesiastical Characteristics", "Serious Apology for Ecclesiastical Characteristics", "Essay on Justification", dan "Serious Inquiry into the Nature and Effects of the Stage".

Pada tahun 1757, John Witherspoon diangkat sebagai pendeta di Paisley. Saat berada di Paisley, banyak khotbahnya yang diterbitkan. Pada tahun 1764, beliau dianugerahi gelar doktor di bidang Teologi oleh Universitas Aberdeen. Lalu pada tahun 1785, beliau juga mendapat gelar doktor di bidang Hukum oleh Universitas Yale.

Pada tahun 1766, para komisaris Kolese New Jersey (selanjutnya menjadi Universitas Princeton) di koloni Amerika, memilih Dr. Witherspoon untuk menjadi direktur kolese yang baru berdiri ini. Kolese ini didirikan oleh Gereja Presbiterian untuk melatih para pendeta. Awalnya, beliau menolak karena istrinya, Elizabeth, tidak mau meninggalkan tanah air mereka di Skotlandia. Pada tahun berikutnya, mereka memilih untuk pergi ke Amerika. Mereka tiba di sana pada tahun 1768. Pada tanggal 17 Agustus 1768, Dr. Witherspoon dilantik menjadi Direktur Kolese New Jersey.

Witherspoon menjabat sebagai Pendeta dan Gembala Jemaat Princeton selama masa tugasnya sebagai direktur. Beliau berkhotbah dua kali pada hari Minggu secara rutin. Beliau juga mengerjakan tugas-tugas insidental yang terkait dengan masalah penggembalaan lainnya.

Pengaruh Dr. Witherspoon di beberapa dewan gereja lebih besar daripada sesama anggota dewan yang lain. Beliau memiliki bakat istimewa dan pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip, tata ibadah, dan struktur organisasi Gereja Presbiterian. Ketika Gereja Presbiterian di Amerika Serikat membentuk Konstitusi Presbiterian, karya dan pengaruhnya sangat dominan. Beliau pertama kali berkhotbah di depan Sidang Umum pada tahun 1789.

Tanggal 17 Mei 1776, Dr. Witherspoon menyampaikan khotbah yang berjudul, "The Dominion of Providence over the Passions of Men". Hari itu telah ditetapkan oleh Kongres sebagai Hari Berpuasa, terkait dengan kondisi yang saat itu terjadi di negara Amerika Serikat. Adapun, bahan khotbah diambil dari Mazmur 76:11, "Sesungguhnya panas hati manusia akan menjadi syukur bagi-Mu, dan sisa panas hati itu akan Kauperikatpinggangkan." Pokok bahasan khotbah tersebut mengenai perjuangan bangsa Amerika untuk meraih kemerdekaan. Beliau berkata, "Jikalau masalah Anda tentang keadilan, Anda sebaiknya memandangnya dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan, dan memohon kepada-Nya untuk membela masalah Anda seperti masalah-Nya sendiri. Saya senang karena konfederasi koloni ini bukanlah hasil dari kesombongan, kebencian, atau hasutan, melainkan dari keyakinan bersama yang mendalam bahwa kebebasan kewarganegaraan dan kepercayaan kita, dan sebagai konsekuensinya yang lebih besar kebahagiaan sementara dan abadi untuk kita dan anak cucu kita, tergantung pada masalah tersebut."

John Witherspoon bisa dianggap sebagai sesepuh dari para pelopor dalam sejarah Amerika. Beliau bukan hanya seorang pendeta terkemuka di Gereja Presbiterian, namun juga salah satu tokoh terpenting berdirinya negara Amerika Serikat. Meskipun sekarang beliau tidak terlalu dikenal, tetapi hidup dan karyanya sangat layak untuk dipelajari.John Witherspoon wafat pada tanggal 15 November 1794 di rumahnya, di Tusculum. Saat itu, beliau berumur 72 tahun./biokristi

Lihat juga

Komentar


Group

Top