Sapaan Gembala

Jalan Hidup Yang Sesungguhnya

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Mon, 15 February 2016 - 11:46 | Dilihat : 626

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Markus 8:34

Berita dari Iman Kristen berpusat pada hidup mengikut Yesus dengan menyangkal diri dan memikul salib.  Resiko yang mungkin saja terjadi adalah mereka akan kehilangan nyawanya karena Injil yang diberitakan itu.  Perkataan Yesus ini bisa jadi membuat para pengikut-Nya tersentak dan ciut. Bisa jadi ada yang membatalkan niatnya. Bisa dipahami memang dan sungguh amat mengejutkan terutama bagi mereka yang berharap saat mereka ikut Yesus, hidup mereka akan aman dan lancar serta penuh dengan kesuksesan.  Namun di sini kita melihat kejujuran Yesus dalam memanggil orang-orang yang hendak mengikut-Nya. Inilah jalan hidup yang sesungguhnya.  Bahwa Yesus tidak pernah berusaha untuk menyogok para pengikut dengan menawarkan jalan yang mudah. Ia memberitahukan dengan jelas dan tegas bahwa ketika seseorang hendak mengikut-Nya maka mereka harus siap memikul salib.  Artinya mereka harus siap menderita, diabaikan, dihina, dianggap sebagai penjahat bahkan siap mati.

Sejatinya Yesus memulai kalimat panggilan-Nya tanpa basa-basi.  Pernyataan-Nya penuh dengan kejujuran dan sekaligus merupakan fondasi yang kokoh untuk memanggil pengikut sejati.  Kejujuran pemimpin-pemimpin besar selalu merupakan salah satu ciri khas yang menentukan sikap para pengikutnya.  Dan ini merupakan ciri khas dari seorang pemimpin yang dapat diandalkan.  Mudah bagi seseorang untuk mengikut pemimpin yang tidak pernah memberikan standard bagi para pengikutnya.  Yesus mengubah mindset manusia pada umumnya dan menantang mereka untuk masuk pada jalan hidup yang sesungguhnya.  Ia membangkitkan semangat yang sedang tidur, Ia menawarkan jalan yang lebih tinggi dan yang lebih sulit.  Memang, Ia datang bukan membuat jalan hidup seseorang menjadi lebih mudah melainkan untuk membentuk manusia sehingga menjadi mulia.

Tetapi harus dipahami bahwa Dia sesungguhnya bukanlah Allah yang senang melihat manusia menderita.  Karena sejatinya salib menjadi alat ditangan-Nya untuk membentuk karakter, iman, kehidupan dan penyerahan kita kepada-Nya.  Ia sendiri yang adalah Allah sejati, menaklukan diri pada kehendak Bapa-Nya, dan dengan rela Ia pikul salib-Nya.  Sesungguhnya salib yang kita pikul adalah merupakan bagian kecil dari salib yang seharusnya kita tanggung.  Jika seseorang ingin mengikut Yesus, hendaklah ia belajar untuk berkata “tidak” pada diri sendiri dan “iya” kepada Kristus.  Berkata dengan tegas tidak pada dosa dan iya pada kehendak Bapa.  Melakukan kehendak Bapa memang terasa “sulit” namun terasa enak bila dijalani dengan ketaatan. Melakukan dosa memang terasa “manis” namun berujuk pada rasa pahit yang mendalam.  Dalam hal ini Paulus telah memikul salibnya dengan baik dan berkata, “bukan lagi dia yang hidup melainkan Kristuslah yang hidup dalamnya.  Dan ia pun berkata bahwa “ia telah mengakhiri pertandingan dengan baik.” Memikul salib dan mengikut kehendak Kristus, itulah panggilan hidup orang percaya. Memang tak selalu mudah namun itulah jalan hidup yang sesungguhnya.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top