Pelita

Kebahagiaan Keluarga

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Wed, 17 February 2016 - 13:41 | Dilihat : 794

Keluarga adalah karya Allah yang mulia. Kehadiran seorang anak dalam keluarga adalah anugerah Allah. Anak memberi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Anak bahkan menjadi segala-galanya. Anak memberikan arti, harapan bagi keluarga. Keluarga tanpa kehadiran seorang anak dianggap belum lengkap, benarkah? Apakah disini satu-satunya letak kebahagiaan keluarga?

Tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi kecewa, ketika keluarga kita belum dipercayakan Tuhan untuk dapat menghadirkan seorang anak. Salah, jika setiap keluarga harus berpikir, bahwa: tanpa seorang anak keluarganya tidak bahagia. Keluarga bukan dibangun di atas dasar anak, tetapi keluarga dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang yang disatukan Tuhan.

Dewasa ini, ada banyak keluarga yang kehilangan kebahagiaan justru karena kehadiran seorang anak. Perhatian seorang suami dan istri lebih tertuju kepada anak, bukan lagi hubungan mereka. Anak menjadi yang utama dalam pikiran mereka. Sikap ini adalah baik, sebatas membuktikan cinta orangtua kepada buah hatinya, namun sebaliknya akan menjadi salah, ketika kehadiran anak malah mengurangi kemesraan/keintiman pasangan dalam keluarga.

Seiring dengan pertumbuhan anak, beban orang tua bertambah. Ketika anak mulai memberontak terhadap orangtua, keluarga seperti diambang malapetaka. Anak yang awalnya menjadi sebuah kebahagiaan, kini berubah. Walau tetap masih ada anak-anak yang manis, baik, patuh, dan hormat pada orangtua, serta bertanggung-jawab.

Kebahagiaan pasangan suami istri adalah kebanggaan tersendiri yang seharusnya tidak dapat dirusak oleh apapun. Kemesraan harus terus dipelihara agar tidak menjadi pudar. Segala bentuk masalah yang dialami harus terus dikomunikasikan dengan cara yang baik. Keterbukaan dalam keluarga, harus menjadi warna tersendiri.

Anugerah kebahagiaan bertambah, ketika suami-istri dipercayakan seorang anak. Suatu kehormatan yang tak ternilai, ketika pasangan suami-istri tetap memelihara cinta mereka, walaupun tanpa kehadiran seorang anak. Keluarga yang berbahagia adalah keluarga yang memelihara cinta dan kasih sayang, sampai akhir hidup mereka. Julius

Lihat juga

Komentar


Group

Top