Mengenal Alkitab

Boleh Salah Mengerti, Namun Tetap Bersikap Benar

Penulis : Bp Hery Sudarno | Mon, 7 March 2016 - 13:41 | Dilihat : 951

My Dearest Friends...
Masih ingat 4 (Empat) artikel Pelajaran Penting yang pernah dimuat dalam Warta Jemaat GRI ini? Pel-1. Paling Tidak Aku Tahu Namanya, Pel-2. Apapun Risikonya, Pel-3. Jiwa yang Melayani, Pel-4. Untuk Itulah Aku Dipanggil. Dan artikel ini merupakan Pelajaran Penting terakhir (Pel-5) Boleh SALAH MENGERTI, namun TETAP berSIKAP BENAR. Mari kita simak...

Pelajaran penting ke-5
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut...asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku". Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter...?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya...

Dari cerita tersebut di atas, ada point penting yang ingin saya sampaikan: Si kecil dalam kegentaran mengambil keputusan memberikan darahnya asal kakaknya selamat. Kenapa Si kecil gentar, takut setengah mati, mungkin dia berpikir akan mati? Rupanya Si kecil salah mengerti penjelasan dokter, dia pikir semua darahnya diberikan supaya kakaknya selamat, sementara dia akan mati karena kehabisan darah. Lantas saya teringat ada banyak peristiwa yang dicatat dalam Alkitab menunjukan betapa penting untuk mengerti dengan tepat maksud Tuhan/ jangan salah mengerti; misalkan saja: salah mengartikan kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja (Mrk 11). Ketika Tuhan Yesus menunggang keledai memasuki Yerusalem, Dia disambut dengan hamparan daun palm dan teriakan Hosana, orang Israel menyambutNya bagaikan raja, penguasa dunia. Orang Israel mengartikan kedatangan Mesias sebagai raja yang akan membebaskan, memerintah bangsa secara politis. Padahal tidak demikian, karena salah mengerti akibatnya fatal. Dikemudian hari mereka berteriak: “Salibkan Dia..!!!”

Hari ini kita belajar 2 hal, Salah Pengertian : 1. Salah Pengertian dengan motivasi yang benar (Sikap Benar). Si Kecil salah mengartikan maksud dokter, namun tulus iklas berkorban untuk Sang Kakak, dan hasilnya positif. 2. Salah Pengertian dengan motivasi yang salah (Sikap Salah). Bangsa Israel saat itu salah mengartikan kedatangan Yesus Kristus, dan akibatnya negatif.

Sederhana saja bukan? Kita bisa salah mengerti, banyak hal dalam pengalaman hidup kita dalam bermasyarakat, bergereja, berkeluarga, dan sebagainya. Tetapi kita tidak boleh bersikap/ bermotif jahat atau negatif. Oleh sebab itu jika kita mengalami salah mengerti, harus bersikap mau koreksi diri, mau dikoreksi, ditegur, dinasihati oleh saudara-saudara seiman. Jangan bersikap angkuh, sebab semakin menimbulkan pertengkaran, memperkeruh suasana dan memperlebar masalah. (Ams 13:10).

Akhirnya, ingat..!!! “Boleh SALAH MENGERTI, namun TETAP berSIKAP BENAR.” Selamat berjuang di hari-hari mu, haleluya ku menang... ~Hs.

Lihat juga

Komentar


Group

Top