Tokoh

Billy Graham, Duta Allah Yang Berhati Injil

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Mon, 21 March 2016 - 12:10 | Dilihat : 2005

Siapa yang tidak kenal dengan penginjil yang tersohor satu ini.  William Franklin Graham, tokoh kebangunan rohani di Amerika pada abad ke-20. Ia memiliki semangat penginjilan yang sangat kuat. Berkhotbah dengan suara lantang dan berapi-api dengan kebaktian penginjilan yang dihadiri oleh puluhan ribu orang.  Perhatiannya khusus tertuju kepada kaum muda yang acuh tak acuh terhadap gereja dan kekristenan. Menjawab tantangan tersebut akhirnya didirikanlah sebuah lembaga penginjilan yang bertujuan untuk menjangkau kaum muda, yaitu Youth for Christ.

Billy Graham dilahirkan pada 7 November 1918 di Charlotte, Amerika Serikat. Ia bertobat pada bulan November 1934, saat mendengar khotbah yang disampaikan oleh Mordecai Fowler. Sejak kecil ia telah bercita-cita untuk melayani pekerjaan Tuhan. Ia tidak mempunyai latar belakang pendidikan teologi akademik. Ia hanya mengikuti kursus teologi di Florida Bible Institute, sebuah kursus teologi fundamentalis. Setelah menyelesaikan kursus tersebut, akhirnya Ia menjadi Pendeta Baptis di selatan (Southern Baptist Convention). Pada tanggal 13 Agustus 1943, Graham menikah dengan teman kuliahnya di Wheaton, Ruth Bell (1920–2007), mereka dikaruniani lima orang anak: Virginia Leftwich, Ruth Graham, Franklin Graham, Nelson Edman Graham. Dengan 19 cucu dan sejumlah cicit. Salah satu cucunya, Tullian Tchividjian, putra dari Gigi, menjabat sebagai pastor senior di Coral Ridge Presbyterian Church, Fort Lauderdale.

Graham, mengukir ketenarannya pertama kali pada tahun 1949 lewat khotbah-khotbahnya yang ditujukan kepada kalangan kelas menengah AS yang beragama Protestan moderat konservatif. Ia menyelenggarakan kegiatan kebangunan rohani di lapangan terbuka maupun di ruang tertutup dan disiarkan  melalui radio dan televisi. Ketenarannya semakin memuncak manakala ia diminta menjadi penasihat spiritual sejumlah presiden, termasuk Dwight D. Eisenhower, Lyndon Johnson dan Richard Nixon. Ia juga dekat dengan keluarga George Bush.

BGEA mengoperasikan berbagai media dan penerbitan. Menurut staf Billy Graham, lebih dari  3,2 juta orang telah menerima penginjilannya secara pribadi dengan menghadiri kebaktian-kebaktian rohani dimana ia berbicara. Sampai tahun 2008 sebuah perkiraan mengatakan, lebih dari 2,2 miliar orang telah mendengar khotbah-khotbahnya, di dalam maupun di luar Amerika Serikat. Oleh: Nikodemus Rindin/dbs

Lihat juga

Komentar


Group

Top