Sapaan Gembala

Ia Terluka Bagiku

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Mon, 21 March 2016 - 12:23 | Dilihat : 740

“Bersatu kita teguh,” menjadi semboyan penting dalam sejarah karya salib. Dijelaskan dalam Alkitab, “Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus” (Mark.15:1). Dalam KBBI : membelenggu adalah mengenakan belenggu. Seperti seorang polisi telah memborgol (memasung) kaki dan tangan penjahat itu supaya jangan lari. Dengan kata lain, Yesus terikat kuat tanpa ada kebebasan lagi.

Dalam kitab Injil, Yesus disamakan seperti seorang penjahat yang layak menerima hukuman. “Sangkamu Aku ini seorang penyamun”, (Markus 14:48b) artinya: perampas atau perampok, pembuat masalah. Mereka berusaha untuk menyakitiNya karena dengki (perasaan marah, cemburu/iri hati yang mendalam, tidak suka dengan kehadiran Kristus). Bagi pemimpin agama, Kristus telah mengganggu kenyamanan dan kesenangan yang mereka dapatkan untuk pemuasan diri.

Demikian juga dengan Pilatus, berusaha memuaskan hati orang banyak, dengan meminggirkan kebenaran. Yesus tidak bersalah, tetapi disesahnya. Selanjutnya dikatakan: “Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepadaNya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruh di atas kepalaNya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepadaNya, katanya: “salam hai raja orang Yahudi”, mereka memukul kepalaNya dengan bulu dan meludahinya dan berlutut menyembahNya”, (Markus 15:16-19). Istana adalah tempat raja dan penasihat-penasihatnya. Istana juga dijadikan sebagai tempat pengadilan, tetapi justru dalam istana (pengadilan) tidak ada keadilan. Bagaimana mungkin pengadilan mengadili orang yang tidak bersalah dan mengorbankannya? Tetapi itulah yang terjadi pada Kristus.

Mahkota adalah lambang kemuliaan raja. Mahkota duri adalah lambang penghinaan dan penderitaan Kristus. Siapa yang mau mendapatkannya? Penghormatan serdadu-serdadu sebagai bentuk olok-olokan kepada Raja orang Yahudi yaitu Kristus. Buluh yang dipegangNya sebagai lambang tongkat raja, kini dipakai untuk memukul, melukai kepalaNya. Mereka meludahiNya. Sejak dahulu di Asia Barat, meludahi seseorang atau meludahi muka seseorang, menunjukkan permusuhan yg mendalam. Namun Kristus menundukkan diri-Nya terhadap penghinaan ini, sebagai gambaran Hamba yang menderita yang disampaikan oleh nabi Yesaya.

Ia terluka bagiku dan bagi kita semua yang berdosa. Sebagai gereja, mari! Berlakulah adil bagi sesamamu. Tunjukkan kasih sayangmu, jangan lagi berbuat semena-mena dengan memandang dirimu lebih baik dari orang lain. Sebagai suami, jadilah laki-laki yang memuliakan Tuhan. Sebagai istri, tunjukkanlah dirimu sebagai perempuan yang mengasihi keluargamu. Dan sebagai anak, hormatilah orang tuamu dengan takut akan Tuhan.

Yesus sudah terluka bagi kita. Jadi, mengabdilah padaNya sekalipun kadang harus terluka. Mengabdilah padaNya selagi diberi kesempatan. Semoga kita tidak lagi melukaiNya. Tuhan memberkati!

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top