Mengenal Alkitab

Berpikir Eksklusif

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Mon, 9 May 2016 - 09:44 | Dilihat : 771

Lukas 9:49-50

Ketika para murid melihat orang lain mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, mereka menegur dan mencegah apa yang dilakukan oleh orang tersebut karena orang tersebut bukan menjadi bagian kelompok para murid dalam mengikut Kristus. Ketika Yohanes salah seorang murid memberitahukan kepada Tuhan Yesus, justru Tuhan Yesus menegur para murid agar jangan mencegah orang yang demikian, karena orang yang demikian sebetulnya tidak melawan kita, ia juga merupakan orang yang ada di pihak kita.

Kisah tersebut di atas sekalipun singkat tetapi memiliki sarat makna untuk mengingatkan kepada kita agar kita jangan merasa paling hebat, paling diberkati seolah-olah  pelayanan kitalah yang paling dekat dengan sorga dan satu-satunya yang paling unggul di antara yang lainnya. Justru kisah ini mau mengajarkan kepada kita bahwa kita bukanlah satu-satunya yang memiliki pekerjaan pelayanan di muka bumi ini, kita diajarkan untuk tidak eksklusif, kita diajarkan untuk bekerja sama dengan saudara seiman lainnya dalam mengemban tugas pelayanan di muka bumi ini. Sepanjang pelayanan saudara seiman kita meninggikan Kristus, mempermuliakan Kristus  dan menempatkan Kristus menjadi central maka kita tidak perlu mencurigai dan mencegah ataupun menghalang-halangi mereka walaupun mereka bukan dari lingkungan kita, justru kita harus mendorong dan ikut mendukung atau membantu mereka sebagai saudara seiman dalam tugas pelayanannya, karena merekapun ada di pihak yang sama dengan kita, dalam arti kata mereka juga sedang berjuang melayani sesama untuk kemuliaan Kristus.

Kisah ini juga membuka cakrawala bagi kita bahwa Kristus pun memakai saudara kita mungkin di belahan bumi lain, mungkin di gereja lain, mungkin di kelompok lain dan memakai mereka sebagai alatNya untuk mengabarkan InjilNya, menjangkau orang yang memang tidak bisa kita jangkau karena demikian luasnya muka bumi ini, tentunya bisa saja metoda pelayanan mereka berbeda dengan metoda pelayanan kita, karena latar belakang pendidikan, kultur budaya dan lingkungan sangat mempengaruhi pemilihan suatu metoda yang tepat untuk diterapkan sehingga kitapun tidak boleh memaksakan suatu metoda tertentu kepada mereka untuk diterapkan.

Dengan demikian mari kita saling menghormati dan mendukung saudara seiman lainnya yang sama-sama berjuang melayani Kristus, karena mereka bukan pesaing kita, mereka bukan kompetitor, tetapi mereka adalah saudara seiman kita, mereka juga ada di pihak kita yang sama-sama belajar mempermuliakan Kristus.

Lihat juga

Komentar


Group

Top