Sapaan Gembala

Di Jangkau Untuk Menjangkau Jiwa

Penulis : Pdt Netsen | Wed, 24 October 2018 - 15:54 | Dilihat : 72
Tags : Jiwa Menjangkau Jiwa Netsen

Kisah Tuhan Yesus memanggil para murid-Nya yang di tulis dalam Injil, misalnya Injil Matius 4:18-20 dan Yohanes 21:15:17 merupakan kisah dengan pesan yang penting untuk diperhatikan oleh orang percaya sebagai murid Kristus. Penting, supaya orang percaya menyadari akan panggilannya, mengapa Tuhan memanggil mereka dan bagaimana mereka dalam menjalankan hidup panggilan Tuhan.

Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya yang pertama dengan panggilan untuk menjadikan mereka penjala manusia, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Meskipun Petrus adalah Rasul yang paling vokal dalam mendeklarasikan iman dan keberaniannya dalam mengikut Tuhan, namun dia juga pernah gagal dan bahkan menyangkal Yesus. Petrus malu karena dia adalah seorang pengecut. Pertanyaan Tuhan Yesus pada Petrus mengenai apakah dia mengasihi-Nya sebanyak tiga kali, melukai hati Petrus. Namun hal itu juga meneguhkannya sehingga sampai matinya, dia memuliakan Allah melalui pelayanannya demi mewujudkan panggilan. Sejarah dan tradisi gereja mencatatkan bagaimana Petrus di akhir hidupnya mati sebagai martir dengan disalibkan terbalik demi mewujudkan panggilannya itu.

Jadi jika kita adalah pengikut Kristus, maka haruslah kita menjadi penjala manusia. Banyak orang mengikuti Yesus dengan berbagai motivasi, antara lain demi roti (pemenuhan kebutuhan), untuk mendapatkan posisi (ibu Yakobus dan Yohanes), tontonan menarik, yang merupakan pemuasan hawa nafsu semata (Yohanes 6). Ketika menyusuri danau Galilea, Tuhan Yesus sudah tahu siapa saja yang hendak Dia panggil menjadi penjala manusia. Namun tidak semua orang dapat menjadi murid Kristus, jika Allah tidak mengaruniakannya kepadanya. Kita tentu ingat kisah dalam Injil Lukas dikontraskan dua cerita yang menarik, yaitu anak muda kaya raya yang ingin masuk surga dan Zakheus pemungut cukai. Seorang pemuda kaya meninggalkan Tuhan Yesus demi hartanya sementara Zakheus tidak keberatan kehilangan hartanya demi Tuhan Yesus.

Melayani, rajin beribadah, membaca firman Tuhan setiap hari tidak secara otomatis menjadikan seseorang Kristen yang sejati. Panggilan mula-mula Yesus pada murid-muridNya sangat jelas, yaitu agar mereka menjadi penjala manusia. Ada beberapa hal yang diperlukan untuk menjadi penjangkau jiwa yang sejati, yaitu:

Pertama, kita harus menerima panggilan anugerah mengikut Tuhan. Bagaimanakah kita menerima panggilan tersebut? Panggilan bisa kita terima melalui doa, saat mengikuti persekutuan, ketika membaca firman Tuhan, bahkan ketika seorang sedang di jalan yang melarikan diri dari panggilan Tuhan (Yunus) atau sedang menganiaya para murid Tuhan (Paulus). Bagi orang yang lahir dalam keluarga Kristen, seringkali sulit menemukan momen ketika kita pertama kali menerima panggilan. Namun panggilan ini penting dan seorang penjangkau jiwa harus terlebih dahulu menerima dan memiliki Kristus dalam hatinya.

Kedua, mengalami panggilan untuk perubahan hidup yang radikal. Bagi para murid pertama, hanya sesaat waktu yang diperlukan mereka untuk bangun dan meninggalkan jala serta perahu mereka; namun perlu seumur hidup untuk meninggalkan dosa serta kebiasaan lama, kedagingan, dan lain-lain. Ketika Tuhan memanggil para rasul dan berkata, “Kamu akan Kujadikan penjala manusia.” tersirat dengan jelas bahwa Tuhanlah yang berperan dalam mengubah kita. Dialah yang akan menjadikan kita penjala manusia, bukan kita yang menjadikan diri kita sendiri sebagai penjala manusia sehingga perubahan hidup kita adalah pekerjaan Allah semata. Dia memanggil kita untuk menyangkal diri serta memikul salib yang berarti kita diminta mengubah hal yang paling inti dalam hidup kita. Perubahan yang radikal harus dimulai dari relasi kita dengan Tuhan. Kembali pada cerita Petrus yang ditanya Tuhan Yesus tiga kali mengenai kasihnya kepada Tuhan, ini menyiratkan Tuhan Yesus ingin meneguhkan Petrus yang sudah mulai meninggalkan arahnya hidupnya dari role mengikut Yesus karena kegagalan serta dosa penyangkalannya. Ketika Tuhan Yesus bertanya padanya apakah dia mengasihi Tuhan, Yesus ingin dia melihat ke dalam hatinya dan menyadari, seberapa kali pun kita jatuh ke dalam dosa, sebanyak itu pula Tuhan akan mengangkat kita. Sehingga rasa ‘sakit’ yang Petrus rasakan ketika Yesus bertanya padanya untuk yang ketiga kalinya, mengacu pada ilustrasi rasa sakit setelah operasi, yaitu rasa sakit yang membawa kesembuhan.

Ketiga, mendapat panggilan untuk menjadi penjala manusia. Sebelum sampai pada bagian ketiga ini, bagian pertama dan kedua harus terlebih dahulu dipenuhi agar kita bisa menjadi penjala manusia sejati. Dalam 1 Korintus 1 dikatakan bahwa Tuhan memanggil orang-orang yang menurut dunia justru tidak diperhitungkan. Oleh karena itu, kita tidak perlu berkecil hati dengan pandangan dunia.

Bagaimana kita dapat menjadi penjangkau jiwa? Kita pun harus mau mengampuni, mengasihi, dan mulai membuka diri bagi orang lain. Mulailah dengan orang-orang yang dekat dengan kita atau yang sering kita temui, keluarga, tetangga, atau teman dan rekan kerja. Jalinlah persahabatan, jadilah pendengar yang baik dari pergumulannya, kemudian kenalkan Kristus padanya. Ingatlah bahwa tanpa Kristus, mereka semua akan binasa.

Lihat juga

Komentar


Group

Top