Mengenal Alkitab

Melayani Oleh Kehendak Allah

Penulis : Pdt Netsen | Sun, 10 July 2016 - 10:48 | Dilihat : 642

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

(Efesus 1:1-2)

Dalam tulisan Minggu lalu telah dipaparkan tentang latar belakang Kitab Efesus. Tanpa diragukan bahwa Rasul Paulus adalah penulis Kitab Efesus. Sebagai penulis, Paulus tentu dituntun dan dikuasai oleh Roh Kudus sepenuhnya, sehingga apa yang ditulisnya adalah benar-benar Firman Allah. Allah berotoritas penuh dalam memakai seluruh pikiran, kepribadian, kepandaian, dan bakat-bakat Paulus, sehingga ia betul-betul menuliskan Firman Allah sesuai kehendak Allah. Selanjutnya disebutkan bahwa Paulus adalah rasul Kristus Yesus. Ilham dari Allah dan kerasulan Paulus menjadi dasar otoristas isi surat sekaligus menyatakan sifat resmi surat yang ditulisnya.
Menarik untuk diperhatikan bahwa, Paulus adalah rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah. Kerasulan Paulus bukan karena diutus oleh jemaat, bukan karena kehendak orang lain, juga bukan karena sukarela menawarkan diri, melainkan oleh kehendak Allah. Hal Ini menunjukkan bahwa panggilan menjadi rasul datang dari Allah. Dalam kasih karunia Tuhan, Paulus sangat menyadari bagaimana Tuhan memanggilnya menjadi utusan untuk memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya, berkenan menyatakan AnakNya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik” (Gal. 1:15-17).
Melayani oleh kehendak Allah memberikan makna bahwa melayani adalah kasih karunia dari Allah. Siapakah manusia, sehingga oleh dan dengan kekuatannya, kepintarannya, kekayaannya bahkan dengan segala yang adapadanya dapat melayani Allah jika bukan Allah yang menggerakan dan mendorong manusia untuk melayani-Nya. Karena panggilan melayani Allah adalah atas dasar kehendak Allah, maka pelayanan harus berpusat kepada kehendak Allah, bukan pada kesenangan dan kebutuhan diri. Kehendak Allah harus lebih utama dan diatas kehendak diri. Dan itu sangat nyata dalam kehidupan diri Paulus. Apa yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan Paulus, menyadar-ingatkan kita dalam melayani Tuhan. Sungguh, ketika kita melayani, kita melayani karena kasih dan kehendak Allah. Sehingga ketika kita melayani, maka kita melayani dengan hati nurani yang tulus dan murni. Panggilan dan kehendak Allah adalah dasar yang teguh dalam menjalani hidup melayani Tuhan.
Melayani oleh kendedak Allah adalah kerelaan untk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dalam permohonannya kepada Allah Paulus dengan jelas mengatakan kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Menjadi saluran berkat tidak serta merta dengan memberi hal-hal berupa harta benda. Paulus telah menjadi saluran berkat dalam memberika ajaran yang benar tentang Injil. Paulus telah menjadi saluran berkat dalam hidup keberimanan dan dalam keteladanan hidup yang nyata. Kepada Timotius dia berkata; “Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku” (2 Tim 3:10). Demikian seharusnya panggilan kehidupan kita dalam melayani. Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita dalam melayani Tuhan di tiap sudut kehidupan yang Tuhan percayakan. Amin

Lihat juga

Komentar


Group

Top