Sapaan Gembala

Terpilih Bagi Allah

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Sun, 10 July 2016 - 11:07 | Dilihat : 708

Efesus 1:3-4
Dalam bagian yang kita pelajari ini, Paulus membawa kita untuk menatap keagungan pilihan Allah terhadap orang percaya.  Keagungan itu dimulai dari kesadaran yang dalam akan pemilihan itu.  Bahwa pemilihan itu bersumber daripada Allah sendiri yang di dalam kemutlakan-Nya telah memilih manusia untuk diselamatkan.  Allah memilih manusia, ini merupakan suatu berita sukacita dan sekaligus keajaiban yang tak terhingga sehingga hati  Paulus langsung mengangkat pujian kepada Allah dan Bapa kita Yesus Kristus yang telah memilihnya.  Pemilihan Allah tentu berdasarkan kehendak dan kerelaan-Nya sendiri yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang berada di luar diri-Nya.  Fakta bahwa pemilihan-Nya itu adalah mutlak memang tak bisa dibantah karena Yesus pun pernah berkata, “bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh. 15:16).  Dan Paulus kagum akan pemilihan Allah atas dirinya.  
Pemilihan Allah disertai dengan berkat rohani di surga.  Banyak hal yang bisa kita usahakan oleh manusia; kerampilan, kedudukan, dan sejumlah harta duniawi di dalam dunia ini namun berkat rohani di surga tidak dapat diraih oleh kekuatan manusia, karena semuanya itu semata berkat khusus bagi mereka yang dipilih-Nya.  Allah memilih kita untuk untuk memberikan hal-hal yang hanya dapat kita peroleh daripada-Nya. 
Tujuan dari pemilihan itu sangat jelas.  Allah memilih kita agar kita menjadi kudus dan tidak bercacat.  Kudus artinya terpisah dan memiliki perbedaan secara kualitas hidup.  Orang Kristen berkualitas karena mereka memiliki kehidupan yang baru di dalam Kristus sehingga bisa menjadi model dalam kehidupan.  Namun kendatipun demikian ia harus tetap tinggal di dalam dunia dan menjadi garam serta terang bagi dunia.  Keterpisahan ini membawa kita tahu bahwa kita hidup bagi Allah.  Bukan hidup bagi dunia atau diri sendiri. Pemisahan ini menjadikan kita hidup berdampak dan berbuah.  Tidak bercacat artinya hanya yang terbaiklah yang dipersembahkan kepada Tuhan.  Hal ini menyangkut setiap segi kehidupan.  Baik dalam pekerjaan, kesenangan, olahraga, rumahtangga, termasuk hubungan antar sesama manusia.  Bagaimana kita hidup secara patut sehingga layak dihadapan Allah.  Dan hidup terpandang di hadapan sesama manusia.  Dengan demikian ada dua tanggungjawab yang memang harus menjadi perhatian bagi orang pilihan, yakni harus hidup kudus dan tidak bercacat.
Oleh: Nikodemus Rindin

 

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top