Mengenal Alkitab

Menaruh Harapan Pada Kristus

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Sun, 10 July 2016 - 11:20 | Dilihat : 848

"Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.  supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.” Efesus 1:11-12

Paulus memberikan ulasan tentang pentingnya kemurahan Allah bagi setiap orang yang percaya.  Kemurahan Allah membawa perubahan di dalam hidup seseorang,  yang tadinya  ia berada di luar Kristus, mengerjakan hukum dosa kini posisinya telah berada “di dalam Kristus” mengerjakan kehendak Allah.  Di dalam Kristus seseorang menjadi ciptaan baru, yang lama telah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang.  Yang dulunya self oriented kini menjadi God oriented.  Jadi jelas sekali adanya perubahan hidup yang dinampakkan.  Bukan hanya sekedar menaruh diri di dalam Kristus, tetapi secara terus menerus membangun diri di dalam Dia agar iman semakin teguh, bertumbuh dan menghasilkan buah.  

Paulus juga menjelaskan bahwa di dalam Dia, mereka mendapatkan bagian yang dijanjikan itu.  Janji yang tak mungkin dikerjakan oleh tangan manusia atau usaha sendiri tetapi yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah Bapa.  Janji itu, terpenuhi dengan sempurna dalam keputusan-Nya yang kekal di dalam Yesus Kristus.  Tak ada orang yang bisa membantah dan menggugatnya atau meniadakannya karena janji itu pasti terlaksana di dalam hidup orang percaya.  Di dalam Kristus, apa yang dijanjikan oleh Allah tentang keselamatan tergenapi secara sempurna.  Itu sebab kita seharusnya selalu menaruh harapan kepada-Nya secara penuh.  Disetiap situasi dan kondisi hidup, menghadapi goncangan yang datang silih berganti seharusnya tidak mengoyahkan kita dari pengharapan kepada Kristus.  Namun sebaliknya, membuat kita teguh berdiri di dalam iman yang kuat kepada-Nya.  Karena kita tahu bahwa di dalam segala situasi hidup, sebetulnya Allah tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri – Ia ada di sana.  Sebab Ia turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.  

Hasilnya, kita bukan hanya menjadi pribadi yang berada di dalam Kristus namun lebih daripada itu kita hidup menampakkan Kristus dalam kehidupan kita.  Sehingga sebagai orang yang berada di dalam-Nya, kita menjadi puji-pujian bagi hormat nama-Nya.  Inilah kekristenan yang sejati, hidup mempermuliakan Dia melalui kehidupan.  Dan hal itu menjadi panggilan hidup yang tak pernah berhenti.   Sejak kita mengenal Dia  kemuliaan Allah harus menjadi ambisi satu-satunya yang harus kita kerjakan.  Untuk itu mari kita secara serius berada di dalam Dia, menaruh harapan pada-Nya dan memusatkan diri pada kemuliaan Allah di dalam segala ruang gerak kehidupan,  karena Allahlah yang menjadi penggerak tujuan hidup kita.

Lihat juga

Komentar


Group

Top