Zacharias Ursinus, PENULIS KATEKISMUS HEIDELBERG

Penulis : Pdt Netsen | Sun, 17 July 2016 - 10:20 | Dilihat : 651
10ursinus.gif

Zacharias Ursinus lahir pada 18 Juli 1534 di Breslau, yang sekarang lebih dikenal dengan Wroclaw, Polandia. Beliau adalah salah seorang teolog Reformed abad ke 16. Seorang teolog Jerman ini sangat terkemuka dari gerakan Reformed Protestan dari Palatinate, melayani baik di  University of Heidelberg dan College of Wisdom (Collegium Sapientiae). 

Ursinus dikenal sebagai penulis utama dan interpreter dari Katekismus Heidelberg. Beliau masuk ke universitas di Wittenberg pada umur 15 tahun. Teolog yang meinggal pada 6 Mei 1583 ini menggali ilmu dalam bidang teologi dan mendapatkan arahan dari Philipp Melanchthon, seorang murid atau seseorang yang dekat dengan Martin Luther. Ursinus juga menjadi murid dari beberapa professor reformed di beberapa tempat, seperti di Starsbourg, Basel, Lausanne dan Geneva. Ia pun mempelajari bahasa Ibrani dari Sojourns di Lyon dan Orleans.
Setelah menyelesaikan pendidikannya dari beberapa daerah tersebut, Ursinus kembali ke tanah kelahirannya. Beliau mengemukakan pemikirannya dan menerbitkan sebuah tulisan tentang skaramen. Tampaknya pandangan beliau berbeda dengan pemahaman Luther, sehingga atas tulisan tersebut membangkitkan kemarahan dari Lutheran (pengikut ajaran Luther). Namun dengan pemikiran tersebut dipandang bahwa Ursinus lebih Reformed dari Lutheran. Tetapi, reaksi dari Lutheran terus memberikan perlawanan kepada Ursinus, dan akhirnya dia diusir tanah kelahirannya lalu pergi ke kota Zurich. Di kota Zurich ia menjadi teman dengan penggantinya Zwingli Heicrich Bullinger dan Peter Martyr Vermigli, seorang reformis berkebangsaan Italia. Pemahaman yang baru ini merupakan proses pemurnian ajaran di dalam sejarah gereja, dimana Tuhan membangkitkan dan memakai para reformator yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Pada tahun 1561 Ursinus menjadi seorang professor di Collegium Sapiantiae di Heidelberg dimana 2-3 tahun setelah menyandang gelar ini, ia menyerahkan makalahnya, yang sekarang dikenal dengan “Katekismus Heidelberg”. Katekismus Heidelberg ditulis atas perintah dari elector Frederick III, peimipin yang sangat berpengaruh di Palatinate, Jerman. Sebagai seorang Kristen ia mau memperjuangkan iman Kristen di daerah dimana ia memimpin, sehingga ia memberikan mandate kepada Zacharias Ursinus dan Caspar Olevianus untuk membuat sebuah Katekismus yang dapat digunakan untuk mendidik orang-orang Kristen yang mencakup anak-anak muda, guru-guru dan para pemimpin gereja di dalam kebenaran Firman Tuhan. 
Katekismus Heidelberg adalah sebuah makalah yang memberi bimbingan dan arahan bagi mereka yang baru masuk menjadi anggota baru ke dalam iman Kristen. Katekismus Heidelberg berisi 3 prinsip iman Kristen, yang sangat pentng yaitu:
-    Kesengsaraan manusia
-    Penebusan oleh Kristus Yesus, di dalam bagian ini berisikan doktrin mengenai Allah Tritunggal dan Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus
-    Pengucapan syukur kepada Allah atas keselamatan yang telah diberikan yang juga berisi pendalaman mengenai 10 hukkum Taurat dan Doa Bapa Kami.
Hasil makalah Ursinus diterbitkan pada tahun 1587-1589 dan edisi yang lengkap ditambah oleh anaknya serta kedua orang muridnya yang bernama David Pareus dan Quirinius Reuter pada tahun 1612. Makalah Katekismus Ursinus menjadi buku panduan yang sangat penting bagi orang Kristen pada abad 17. Katekismus Heidelberg kini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sehingga dengan demikian orang Kristen dengan mudah mengerti firman Tuhan dengan baik, dan terlebih menghidupinya, untuk kemuliaan bagi nama Tuhan, Yesus Kristus. (netsen/dbs)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top