Mengenal Alkitab

Hidup Di Bawah Murka Allah

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Wed, 27 July 2016 - 09:15 | Dilihat : 857

Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Efesus 2:3

Manusia yang telah jatuh dalam dosa telah tercemar begitu rupa olehnya sehingga tanpa daya mengeluarkan diri dari jerat dosa yang begitu kuat membelenggu.  Pemuasan diri dan hidup dalam hawa nafsu daging  menjadi hasrat dan keinginan yang tak mudah ditolak.  Karena memang sifat dari dosa adalah menuntut keinginan untuk melakukan perbuatan yang terlarang. Daging manusia akan terpuaskan bila keinginan yang ada di dalamnya dituruti seperti yang dikehendakinya.  Manusia tidak mempunyai daya untuk mengeluarkan diri dari genggaman yang begitu menggoda dan menyenangkan itu.

Paulus pun dengan jujur menjelaskan bahwa ketika dirinya belum berjumpa dengan Kristus, kehidupannya yang dahulu dijalani seturut dengan kehendak daging dan pikiran manusia lamanya sehingga sebetulnya apa yang dianggap baik olehnya ternyata jahat dimata Allah.  Dulu kebanggaannya adalah mengerjakan hukum Taurat secara ketat dan menangkap serta menganiaya Jemaat. Ternyata, apa yang dianggapnya sebagai perbuatan yang menyenangkan Allah justru tidak berkenan kepada-Nya karena apa yang dilakukannya merupakan buah dari sifat kedagingan manusia yang jahat.  

Dalam kesadaran yang penuh sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah maka Paulus menggambarkan bahwa hidup di dalam hawa nafsu daging berarti sama saja kita menaruh diri di bawah murka Allah.  Dalam bagian kitab yang lain Paulus berkata bahwa upah dosa adalah maut (Roma 6:23).  Siapakah yang layak dimurkai? Tentu saja orang-orang yang membiarkan diri dikuasai oleh hawa nafsu daging.  Kalau hidup ini kita serahkan kepada hawa nafsu, maka pastilah hidup ini hanya berada dalam kesenangan sesaat dan menuju kehancuran yang membinasakan.  Dalam hal ini Paulus melihat betapa seriusnya akibat dosa, sebab dosa bukan hanya jahat dimata Allah tetapi menghasilkan murka Allah yang hebat.  Paulus menyadarkan kita pada suatu pemahaman yang penting bahwa kita tidak akan bisa menghargai dan memahami kasih Allah yang besar itu sebelum kita memahami betul apa artinya hidup di bawah murka Allah yang luar biasa.  Itu sebab penting sebagai orang percaya kita mematikan keinginan daging yang begitu kuat menguasai dengan pertolongan dari Allah yang penuh rahmat agar kita hidup berkemenangan dan memuliakan nama-Nya.  Dengan demikian marilah kita belajar untuk selalu mensyukuri anugerah Tuhan dan hidup benar di segala aspek kehidupan.

Lihat juga

Komentar


Group

Top